Hanya 7,5 Persen Gedung Penuhi Standar Kebakaran, Pemkot Luncurkan SIPROTEK Award

Bagikan :
SIPROTEK Award 2025 dorong pengelola gedung tingkatkan proteksi kebakaran. (Ist)

KabarJawa.com – Ancaman kebakaran di kawasan perkotaan kembali menjadi perhatian Pemerintah Kota Yogyakarta.

Tahun 2025 ini, hasil inspeksi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta mengungkap fakta mencemaskan: sebanyak 45 persen bangunan sedang dan tinggi di wilayah kota masih belum memenuhi standar keselamatan kebakaran.

Inspeksi dilakukan terhadap 40 bangunan besar yang meliputi hotel, apartemen, rumah sakit, klinik, pusat perbelanjaan, perkantoran, objek wisata, hingga kampus.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, hanya 7,5 persen gedung yang sepenuhnya memenuhi standar proteksi kebakaran, sementara 47,5 persen tergolong cukup memenuhi, dan 45 persen sisanya masih jauh dari aman.

Kepala Dinas Damkarmat Kota Yogyakarta, Taokhid, menyebut hasil tersebut menjadi sinyal kuat bagi pengelola bangunan untuk memperkuat sistem proteksi kebakaran masing-masing.

“Kami menemukan masih banyak alat proteksi yang tidak berfungsi optimal, sistem sprinkler yang mati, hingga jalur evakuasi yang tidak sesuai standar. Tahun ini kami menargetkan pemeriksaan pada 40 bangunan, dan hasilnya cukup memprihatinkan,” ujar Taokhid dalam kegiatan Sistem Proteksi Kebakaran (SIPROTEK) Award 2025, Kamis (6/11/2025).

Baca juga  Gerakan MAS JOS, Strategi Pemkot Yogyakarta Kurangi Sampah Hingga 190 Ton

Ia menegaskan, sejak 2021 Damkarmat rutin melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem proteksi aktif dan pasif di berbagai jenis bangunan.

Pemeriksaan mencakup manajemen keselamatan kebakaran gedung (MKKG) untuk memastikan seluruh komponen berfungsi dan siap digunakan dalam situasi darurat.

Pemkot Dorong Budaya Aman dan Siaga Kebakaran

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menegaskan keselamatan publik menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Ia mengapresiasi pengelola gedung yang berkomitmen menjaga fasilitas proteksi kebakaran, namun menekankan bahwa masih banyak yang perlu dibenahi.

“Penghargaan ini bukan sekadar seremoni. Ini bentuk apresiasi sekaligus peringatan agar semua pengelola bangunan terus meningkatkan standar keamanan. Banyak alat proteksi sudah rusak atau kedaluwarsa. Jangan menunggu bencana datang baru bertindak,” tegas Wawan.

Ia juga mengingatkan bahwa upaya pencegahan kebakaran adalah tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah dan petugas damkar, tetapi seluruh pihak yang memiliki dan mengelola bangunan publik.

“Kita harus membangun budaya sadar kebakaran. Sistem yang baik tanpa kepedulian tidak akan berarti. Dengan kesadaran kolektif, kita bisa menciptakan Yogyakarta yang aman, tangguh, dan berketahanan terhadap bencana,” tambahnya.

Baca juga  Nataru 2025–2026: Dua Ruas Jalan di Gunungkidul Akan Dinonaktifkan dari Google Maps demi Keselamatan Wisatawan

Tiga Gedung Raih SIPROTEK Award 2025

Dalam ajang SIPROTEK Award 2025, Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan penghargaan kepada tiga gedung yang dinilai memiliki sistem proteksi kebakaran terbaik. Mereka adalah Swiss-Belboutique Hotel Yogyakarta, Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY, dan Hotel Royal Darmo.

Ketiganya dinilai berhasil menjaga standar proteksi kebakaran dengan baik, mulai dari fungsi alat pemadam api ringan (APAR), sistem deteksi otomatis, hingga simulasi evakuasi rutin bagi seluruh penghuni dan karyawan.

Wawan menegaskan kegiatan SIPROTEK Award bukan hanya ajang penghargaan, tetapi momentum membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya proteksi kebakaran.

Pemerintah Kota Yogyakarta berkomitmen memperkuat regulasi, mengintensifkan inspeksi, dan mendorong partisipasi masyarakat serta pengelola gedung agar proaktif dalam mencegah kebakaran.

Dengan 45 persen bangunan yang masih belum memenuhi standar keselamatan, tantangan Yogyakarta masih besar. Namun, melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, kota ini terus berupaya membangun masa depan yang lebih aman dari ancaman kebakaran.

General Manager Hotel Royal Darmo, Joko Paromo, menegaskan pentingnya komitmen jangka panjang dalam menjaga keselamatan dan kesiapsiagaan terhadap bahaya kebakaran.

Baca juga  Kejari Sleman Diminta Gunakan Teori Follow The Money dalam Kasus Korupsi Hibah Pariwisata

“Kami berprinsip lebih baik mengeluarkan biaya satu juta untuk pencegahan, daripada kehilangan miliaran rupiah akibat kebakaran. Keselamatan adalah prioritas utama, bukan pilihan,” ujarnya tegas.

Joko mengungkapkan bahwa pihaknya secara berkala memeriksa APAR, sistem sprinkler, dan alarm kebakaran, serta memberikan pelatihan kepada seluruh karyawan. Pihaknya juga rutin menggelar simulasi pemadaman dan evakuasi.

“Semua staf harus tahu bagaimana bertindak cepat sebelum petugas datang. Kecepatan dan ketepatan bisa menyelamatkan banyak nyawa,” tambahnya.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya