
Melesat dari Lapangan Parkir Pasar Sapi Siyono ke Puncak Dunia Balap Motor Remaja
KABARJAWA— Di tengah keterbatasan fasilitas, seorang remaja dari Gunungkidul, Yogyakarta, berhasil mengukir prestasi internasional yang mengguncang dunia balap motor
Veda Ega Pratama, nama itu kini menggema di berbagai belahan dunia setelah dua kali berturut-turut merebut gelar juara Red Bull Rookies Cup 2025 yang digelar di sirkuit legendaris Mugello, Italia akhir pekan ini.
Kemenangan ini bukan sekadar catatan statistik, melainkan bukti nyata bahwa mimpi bisa menjadi kenyataan meski lahir dari tempat yang jauh dari gemerlap teknologi dan modernitas.
Dari Lapangan Parkir Pasar Sapi Siyono Harjo ke Italia
Orangtua Veda, Darmono mengatakan Veda memulai perjalanan balapnya bukan di sirkuit bertaraf internasional, melainkan di lapangan parkir Siyono, Kapanewon Playen, Gunungkidul.
Di sanalah ia mengasah kemampuannya, bergantian menggunakan arena bersama klub sepatu roda setempat.
Asap knalpot bercampur dengan tawa anak-anak, bunyi peluit sepatu roda bersahutan dengan deru motor kecil yang dikendarai Veda. Deru mesin mewarnai sore hari di kawasan Area Parkir Pasar Sapi Siyono Harjo.
Tanpa aspal halus sirkuit Eropa, Veda menyapu sudut-sudut tajam lapangan dengan presisi dan semangat luar biasa. Ia tidak mengeluh meski harus berbagi ruang latihan, tidak menyerah meski cuaca panas Gunungkidul membakar aspal seadanya.
Dari Anak Desa ke Legenda Red Bull Rookies Cup
Nama Veda mulai menarik perhatian ketika ia menunjukkan bakat luar biasa dalam berbagai kejuaraan nasional. Orang-orang mulai bertanya, “Siapa bocah kurus dari Gunungkidul yang mengalahkan para pebalap dari kota besar itu?” Jawabannya satu: Veda Ega Pratama.
Pelatih dan komunitas lokal terus mendukungnya meskipun minim sarana. Orang tua Veda pun terus mendorongnya, menggadaikan harta dan mengorbankan kenyamanan demi mimpi sang anak. Dari desa kecil di selatan Yogyakarta, Veda terus melangkah ke panggung internasional.
Pada tahun 2024, Veda mencetak sejarah sebagai pebalap Indonesia pertama yang meraih podium utama di Red Bull Rookies Cup. Namun, ia tidak berhenti di sana. Tahun 2025, ia kembali ke Mugello, Italia, dengan semangat membara.
Bendera start dikibarkan, mesin meraung, dan Veda melesat seperti anak panah. Ia menyalip dengan agresif, mempertahankan posisi dengan penuh perhitungan, dan akhirnya kembali menginjak garis finis sebagai juara. Sorakan bergema dari tribun penonton, komentator menyebutnya sebagai “anak ajaib dari Asia Tenggara.”
Gunungkidul Bersorak, Indonesia Bangga
Kemenangan Veda mengguncang media sosial dan media massa nasional. Warga Gunungkidul menggelar nonton bareng dan doa bersama. Pemerintah daerah pun memberikan penghargaan khusus atas prestasinya.
“Kami sangat bangga. Veda telah membawa nama Gunungkidul ke peta dunia,” ujar ketua DPRD Gunungkidul Endang Sri Sumiyartini.
Kisah Veda Ega Pratama bukan hanya tentang kecepatan dan kemenangan, tetapi tentang harapan, kerja keras, dan keberanian untuk bermimpi besar. Di tengah keterbatasan fasilitas dan dukungan, Veda membuktikan bahwa Gunungkidul bisa melahirkan juara dunia.