
KabarJawa.com– Di balik ramainya wisatawan yang memadati pantai-pantai Gunungkidul, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memetik hasil dari kebijakan penataan pariwisata yang konsisten dan terarah.
Dalam kurun waktu satu bulan saja, sektor pariwisata mampu mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) hingga dua kali lipat daripada periode yang sama tahun sebelumnya.
Lonjakan itu tidak hadir secara tiba-tiba. Pemerintah daerah menanam benih kebijakan sejak lama, lalu memanennya ketika libur akhir tahun dan awal tahun 2026 tiba.
Sejak awal Januari 2026, arus kendaraan menuju kawasan selatan Gunungkidul tidak pernah benar-benar lengang. Rombongan keluarga, wisatawan muda, hingga pelancong dari luar daerah silih berganti memadati jalur menuju pantai.
Data Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafpora) Gunungkidul mencatat lonjakan signifikan.
PAD Gunungkidul Januari 2026
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi, Yohanes Nanang Putranto, menyebutkan bahwa sejak 1 Januari hingga 23 Januari 2026, jumlah kunjungan wisatawan telah mencapai 435.151 orang.
Dari kunjungan tersebut, pemerintah daerah berhasil menghimpun PAD sebesar Rp5.499.675.250 dari sektor retribusi wisata.
Pada pekan terakhir Januari, arus wisatawan tetap mengalir deras. Hingga 31 Januari 2026, total kunjungan wisatawan tercatat mencapai 520.950 orang. Selama satu bulan penuh, PAD dari sektor retribusi wisata menembus angka Rp6.569.640.800.
“Itu naik 98 Persen dibanding bulan Januari 2025. Sudah dua kali lipat,” ujarnya.
Angka itu mencerminkan denyut ekonomi yang bergerak cepat di kawasan wisata. Pedagang kecil, pengelola parkir, pelaku UMKM, hingga pengelola homestay ikut merasakan dampaknya.
Pantai Selatan jadi Primadona Wisata
Nanang menegaskan bahwa kawasan pesisir selatan masih menjadi magnet utama wisata Gunungkidul. Keunggulan kawasan ini terletak pada ragam pantai yang memiliki karakter berbeda-beda, dari bentang pasir putih, tebing karst, hingga panorama matahari terbenam.
Salah satu bintang utama pada Januari 2026 adalah Pantai Sepanjang. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melakukan penataan besar-besaran terhadap pantai ini.
Penataan tersebut mengubah wajah Pantai Sepanjang menjadi lebih rapi, bersih, dan nyaman tanpa menghilangkan karakter alaminya. Setiap sore, wisatawan memadati bibir Pantai Sepanjang.
Mereka duduk berderet menghadap laut, menikmati senja, mengabadikan momen, dan merasakan suasana pantai yang kini lebih tertata. Penataan itu tidak hanya memanjakan mata wisatawan, tetapi juga meningkatkan rasa aman dan kenyamanan.
Selain Pantai Sepanjang, kemunculan destinasi wisata baru turut memberi warna baru bagi pariwisata Gunungkidul. Salah satu yang langsung mencuri perhatian adalah obyek wisata On The Rock.
Destinasi ini dengan cepat menjadi perbincangan di media sosial. Wisatawan lokal DIY maupun dari luar daerah datang karena rasa penasaran. Mereka ingin menyaksikan langsung sensasi berwisata di atas batu karang dengan pemandangan laut lepas yang dramatis.
“Banyak wisatawan yang penasaran dengan obyek wisata On The Rock dan Pantai Sepanjang,” kata Nanang.
Rasa penasaran itu berubah menjadi kunjungan nyata. Setiap unggahan foto dan video wisatawan ikut mempromosikan Gunungkidul tanpa biaya besar, sekaligus memperluas jangkauan promosi pariwisata daerah.
Keberhasilan Januari 2026 memberi optimisme baru bagi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Pada tahun ini, pemerintah menargetkan PAD sektor pariwisata sebesar Rp36,4 miliar.
Target tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang dipatok Rp33 miliar, meskipun realisasinya belum sepenuhnya tercapai.
Nanang menyampaikan bahwa tren kunjungan wisatawan yang tinggi setiap bulan akan sangat berpengaruh terhadap capaian PAD dan perputaran uang di masyarakat. Ketika wisata tumbuh, ekonomi lokal ikut bergerak.
Pengawasan Retribusi
Pemerintah daerah tidak ingin keberhasilan ini tercoreng oleh kebocoran pendapatan. Disparekrafpora Gunungkidul terus melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap petugas di tempat pemungutan retribusi (TPR).
Bupati Gunungkidul juga mengambil langkah tegas dengan melakukan penyegaran petugas TPR. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mengoptimalkan penerimaan daerah.
Pemerintah menilai bahwa pelayanan yang baik akan meningkatkan kepercayaan wisatawan dan berdampak langsung pada pendapatan.
Ketua DPRD Gunungkidul, Endang Sri Sumiyartini, menyampaikan apresiasi atas capaian PAD dari sektor wisata pada Januari 2026. Ia menilai penataan kawasan wisata dan penyegaran petugas retribusi memberi dampak nyata.
“Adanya penataan dan konsep baru Pantai Sepanjang, penyegaran petugas retribusi, serta tempat wisata baru di pesisir berdampak positif pada PAD di Januari ini,” ujar Endang.
Ia berharap pendapatan tersebut dapat stabil, bahkan meningkat setiap bulan. Menurutnya, jika PAD wisata mampu bertahan di angka Rp5 miliar per bulan, dalam setahun Gunungkidul berpeluang mengantongi PAD hingga Rp60 miliar.
DPRD Gunungkidul juga menegaskan komitmen pengawasan di lapangan. Endang menyatakan bahwa pengawasan penting untuk mencegah kebocoran pendapatan dan memastikan kebijakan berjalan efektif.
Selain itu, DPRD mendorong pemerintah daerah untuk terus memperhatikan sarana prasarana dan infrastruktur menuju kawasan wisata.
Jalan yang baik, fasilitas yang memadai, serta penataan kawasan yang berkelanjutan menjadi kunci agar wisata Gunungkidul semakin dikenal dan diminati.
“Penataan Pantai Sepanjang sudah bagus. Kami mendorong pemerintah agar penataan serupa diterapkan di pantai lain. Dengan begitu, setiap pantai memiliki daya tarik tersendiri dan membuat wisatawan betah berlama-lama di Gunungkidul,” tutup Endang.
Keberhasilan Januari 2026 menjadi bukti bahwa kebijakan yang tepat, penataan yang konsisten, dan pengelolaan yang serius mampu mengubah potensi alam menjadi kekuatan ekonomi daerah. (ef linangkung)