KABARJAWA – Porda XVII DIY 2025 siap digelar dengan semarak dan penuh semangat di Kabupaten Gunungkidul. Panitia pelaksana bersama KONI dan Pemerintah Daerah terus mematangkan persiapan agar ajang olahraga empat tahunan ini berjalan lancar dan menghasilkan prestasi gemilang.
Ketua Panitia Pelaksana Porda XVII DIY 2025 Kabupaten Gunungkidul, Agus Mantara, memastikan bahwa pihaknya telah bekerja secara intensif bersama tim yang dibentuk langsung oleh Bupati Gunungkidul. Mereka bertugas mengawal secara menyeluruh penyelenggaraan Porda di wilayah Gunungkidul.
“Kami bertiga ditugasi langsung oleh Bupati Gunungkidul untuk mengawal pelaksanaan Porda di Gunungkidul. Sementara itu, penyelenggaraan di luar Gunungkidul ditangani oleh rekan-rekan KONI DIY,” tegas Agus dalam konferensi pers di Kantor KONI DIY, Sabtu, 21 Juni 2025.
Panitia telah menyusun tim sesuai bidang dan kewenangan. Mereka juga telah hampir merampungkan kesiapan seluruh venue pertandingan.
Tim dari KONI DIY dan Pemda DIY telah memverifikasi kelayakan dan keamanan venue, memastikan tempat pertandingan aman dan nyaman bagi para atlet.
Dua Ajang Besar Digelar Sekaligus: Porda dan Peparda
Gunungkidul akan menjadi pusat perhatian karena menjadi tuan rumah dua event besar sekaligus, yakni Porda DIY XVII 2025 dan Peparda DIY 2025, yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus dan September 2025. Pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap persiapan kedua ajang tersebut.
Agus menyampaikan bahwa panitia juga telah menyiapkan berbagai aspek pendukung. Mereka telah menyusun rekayasa lalu lintas, menyiagakan layanan kesehatan, mengatur pengamanan, serta memperkuat publikasi.
“Tujuh rumah sakit besar di Wonosari dan sekitarnya siap memberikan layanan kesehatan. Kami juga telah melibatkan Polres, Kodim, serta unsur Forkopimda untuk menjaga pengamanan selama pertandingan berlangsung,” jelasnya.
Untuk mendukung publikasi, Dinas Kominfo Gunungkidul mengambil peran sebagai koordinator utama. Branding bertema “Road to Porda dan Peparda 2025” telah terpampang di mobil dinas, baliho, dan berbagai media lokal. Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) juga bergabung untuk memperkuat komunikasi antarvenue.
Paduan Olahraga dan Budaya Gunungkidul di Upacara Pembukaan
Upacara pembukaan akan menyajikan pertunjukan budaya khas Gunungkidul. Panitia menghadirkan hiburan bernuansa lokal sebagai bagian dari promosi potensi budaya Gunungkidul. Sesuai arahan Bupati dan Ketua Umum KONI DIY, panitia mengemas acara pembukaan sebagai etalase budaya daerah.
Agus menegaskan bahwa seluruh kepala dinas telah menerima tanggung jawab sesuai bidang masing-masing. Mereka bersama panitia bekerja menyatukan langkah agar Porda DIY 2025 berjalan sukses dari segala sisi. “Kami berharap seluruh elemen masyarakat dan instansi terlibat aktif demi kesuksesan bersama,” ungkapnya.
46 Cabor dan 51 Subcabor Dipertandingkan di 46 Venue
Ketua Panitia Penyelenggara KONI DIY, Rumpis Agus Sudarko, menyampaikan bahwa Porda XVII akan mempertandingkan 46 cabang olahraga dan 51 subcabang. Sebanyak 46 venue tersebar di lima kabupaten/kota:
- 24 venue di Gunungkidul
- 7 venue di Sleman
- 2 venue di Kota Yogyakarta
- 1 venue di Bantul
- 1 venue di Kulon Progo
“Gunungkidul tidak mungkin membangun semua venue dalam waktu singkat. Karena itu, beberapa cabor kami selenggarakan di luar Gunungkidul,” kata Rumpis.
Jadwal Padat: 4.031 Atlet Tanding dalam 549 Nomor
Mayoritas pertandingan akan berlangsung pada 9–18 September 2025. Namun, beberapa cabang seperti catur akan memulai pertandingan lebih awal pada 1 September karena penggunaan venue yang bergantian. Seluruh pertandingan ditargetkan rampung pada 18 September, dengan final berakhir maksimal pukul 12.00 WIB.
Porda XVII DIY 2025 akan melibatkan 4.031 atlet terverifikasi yang akan memperebutkan 549 nomor pertandingan. KONI DIY berharap ajang ini mampu meningkatkan prestasi olahraga DIY di tingkat nasional.
“Porda ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga momen mempererat sinergi semua pihak demi peningkatan prestasi olahraga Yogyakarta,” ujar Rumpis.
Silalang, Maskot Porda-Peparda yang Angkat Identitas Gunungkidul
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Gunungkidul, Supriyanto, mengenalkan maskot resmi Porda & Peparda 2025 bernama Silalang, karakter belalang yang menggambarkan ketangkasan, kekuatan, dan kesabaran. Ia menegaskan bahwa Silalang bukan hanya simbol, tetapi juga representasi identitas lokal Gunungkidul.
“Belalang bukan hama di sini, melainkan kuliner khas Gunungkidul. Silalang membawa filosofi yang kuat,” terang Supriyanto.
Setiap cabang olahraga akan memiliki versi maskot Silalang yang disesuaikan. Misalnya, Silalang memegang raket untuk bulutangkis atau mengenakan sepatu bola untuk sepak bola. Penyesuaian ini menjadi bagian dari pendekatan komunikasi visual yang menyenangkan dan membumi.
Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga juga meluncurkan jingle resmi Porda & Peparda 2025. Musik ini menggabungkan unsur musik tradisional Gunungkidul dengan gaya modern, menciptakan atmosfer yang kompetitif namun tetap mengakar pada budaya lokal.
“Jingle ini akan diputar di seluruh venue. Kami ingin masyarakat merasa memiliki dan ikut menyemarakkan Porda ini,” ujar Supriyanto.
Kontingen Gunungkidul Siap Cetak Sejarah Baru
Ketua Umum KONI Gunungkidul, Irfan Ratnadi, menegaskan bahwa Gunungkidul menargetkan tiga sukses: sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, dan sukses promosi budaya.
Panitia telah menyiapkan 35 venue pertandingan untuk menampung 76% dari total cabor yang dipertandingkan. Sementara itu, proses seleksi dan latihan atlet telah berlangsung sejak 2023 menggunakan sistem promosi dan degradasi.
Sebanyak 696 atlet akan mewakili Gunungkidul dalam 41 cabang olahraga, menjadikannya kontingen terbesar sepanjang sejarah Porda bagi Gunungkidul.
Untuk memastikan kesiapan venue, panitia akan menggelar Kejurda sebagai uji coba pada Juli 2025. Latihan terpusat atlet akan berlangsung hingga Agustus dengan target peningkatan jumlah medali emas dari pencapaian pada Porda sebelumnya.
“Target kami jelas. Kami ingin sukses dari segala aspek dan menjadikan Gunungkidul tuan rumah yang membanggakan,” pungkas Irfan.