Kinerja Terjaga, Aset dan Kredit Perbankan di DIY Terus Tumbuh Stabil

Bagikan :
Ilustrasi | OJK DIY mencatat aset dan kredit perbankan di Yogyakarta terus tumbuh positif sepanjang 2025. (KabarJawa)

KabarJawa.com – Kinerja industri perbankan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menunjukkan tren positif di tengah dinamika ekonomi nasional. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY memastikan sektor keuangan di wilayah ini tetap stabil dengan pertumbuhan aset dan kredit yang terjaga.

Kepala OJK DIY, Eko Yunianto, menegaskan bahwa indikator utama perbankan—mulai dari aset, dana pihak ketiga (DPK), hingga penyaluran kredit, masih tumbuh konsisten dan berada dalam kondisi sehat.

“Perbankan di DIY hingga Agustus 2025 mencatat kinerja yang menggembirakan. Aset, DPK, maupun kredit semuanya tumbuh positif dengan tingkat risiko yang terkendali,” ujar Eko dalam keterangan resminya, Rabu (12/11/2025).

Aset dan Kredit Menguat di Tengah Tantangan Ekonomi

Data OJK menunjukkan, aset perbankan di DIY pada Agustus 2025 mencapai Rp114 triliun, meningkat 2,36 persen secara tahunan (yoy). Pertumbuhan ini mencerminkan ketahanan sistem keuangan yang kuat dan kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan.

Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) juga mengalami peningkatan menjadi Rp94,76 triliun atau naik 2,42 persen (yoy). Di sisi lain, penyaluran kredit tumbuh lebih cepat dibandingkan DPK, yakni 5,51 persen (yoy) hingga mencapai Rp65,66 triliun.

Baca juga  42 Nyawa Melayang: Polres Gunungkidul Gelar Operasi Patuh Progo 2025, Tekan Angka Kecelakaan

Pertumbuhan kredit ini terutama digerakkan oleh tiga sektor unggulan, yakni Administrasi Pemerintahan dan Pertahanan yang melonjak 47,02 persen, Aktivitas Kesehatan dan Sosial yang tumbuh 44,82 persen, serta Aktivitas Penyewaan yang meningkat 22,45 persen.

“Kredit tumbuh merata di berbagai sektor ekonomi produktif. Hal ini menandakan aktivitas ekonomi masyarakat DIY semakin pulih dan bergerak ke arah yang lebih dinamis,” jelas Eko.

Risiko Kredit Menurun, UMKM Tetap Jadi Fokus

Meski penyaluran kredit meningkat, risiko kredit justru menurun. Rasio kredit bermasalah (NPL) berhasil ditekan dari 4,57 persen pada Juni 2025 menjadi hanya 3,29 persen pada Agustus 2025.

Tren ini menunjukkan kualitas kredit yang semakin baik seiring penguatan manajemen risiko oleh lembaga keuangan di DIY.

Sementara itu, kredit untuk sektor UMKM tercatat sebesar Rp28,23 triliun atau 43 persen dari total kredit perbankan, dengan rasio NPL UMKM turun signifikan menjadi 4,34 persen.

OJK menilai, penyaluran kredit ke UMKM tetap menjadi motor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca juga  Awan Panas Guguran Gunung Merapi 7 April 2026: Luncur 1,8 Km, Warga Diminta Menjauh dari Zona Bahaya

“UMKM masih menjadi tulang punggung ekonomi DIY. OJK terus mendorong bank untuk memperkuat pembiayaan produktif yang berorientasi pada pemberdayaan sektor riil,” tegas Eko.

Selain pertumbuhan kredit, kondisi likuiditas perbankan juga berada pada level aman. Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 66,5 persen, yang menandakan ruang ekspansi pembiayaan masih terbuka lebar tanpa mengganggu stabilitas sistem keuangan.

Menurut Eko, pencapaian ini tidak lepas dari sinergi antara perbankan, pelaku usaha, dan pemerintah daerah dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

OJK DIY berkomitmen memastikan stabilitas sektor keuangan tetap terjaga melalui pengawasan yang ketat dan program literasi keuangan berkelanjutan.

Optimisme Menatap Akhir Tahun

Memasuki kuartal terakhir 2025, OJK DIY optimistis sektor perbankan akan terus mencatatkan kinerja positif hingga akhir tahun.

Pertumbuhan aset dan kredit yang berimbang, disertai penurunan rasio kredit bermasalah, menjadi fondasi bagi ketahanan ekonomi daerah.

“Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, kami yakin industri perbankan di DIY akan terus berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” tutup Eko.

Baca juga  Festival Lampion di Parangtritis Siap Digelar Oktober: Tawarkan Malam Penuh Cahaya hingga Hiburan Musik

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya