
KABARJAWA– Jalanan di Kabupaten Gunungkidul berubah menjadi mesin pembunuh paling mematikan sepanjang tahun 2025.
Polres Gunungkidul mencatat sebanyak 42 orang kehilangan nyawa dalam kecelakaan lalu lintas hanya dalam tujuh bulan terakhir.
Polisi tak tinggal diam. Mereka menggelar Operasi Patuh Progo 2025 demi menekan angka kecelakaan yang terus meroket setiap tahun.
Pada Senin pagi (14/7/2025), Polres Gunungkidul melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Progo 2025. Kabag OPS Polres Gunungkidul, Kompol Mustaqim, S.H, M.A.P memimpin apel di halaman Polres Gunungkidul.
Personel TNI dari Kodim 0730/GK, Polri, Dishubkominfo, dan Satpol PP Gunungkidul hadir lengkap dengan seragam kebanggaan mereka.
Kompol Mustaqim menegaskan bahwa apel ini bertujuan mengecek kesiapan personel dan sarana prasarana pendukung operasi. Polisi ingin memastikan pelaksanaan operasi berjalan optimal dan mencapai sasaran yang sudah mereka tetapkan.
“Kami menyiapkan seluruh pasukan dan peralatan untuk menegakkan ketertiban berlalu lintas. Kami tidak ingin ada korban lagi di jalanan Gunungkidul,” tegasnya.
Jalanan Gunungkidul Berbahaya
Kanit Gakkum Satlantas Polres Gunungkidul, Ipda Nur Ikhwan, mengungkapkan bahwa sejak Januari hingga Juli 2025 pihaknya mendata 473 insiden kecelakaan lalu lintas.
Sebanyak 42 orang meninggal dunia. Tidak ada korban luka berat, namun sebanyak 685 orang menderita luka ringan.
“Setiap hari kendaraan bermotor melintas tanpa henti di jalanan yang menanjak dan berkelok. Mayoritas kecelakaan melibatkan kendaraan roda dua,” ujarnya.
Nur Ikhwan menambahkan, pengendara melaju dengan kecepatan tinggi tanpa memperhitungkan risiko maut yang mengintai.
Polisi menempatkan Jalan Nasional Jogja–Wonosari sebagai titik paling rawan. Jalan ini selalu dipadati ribuan kendaraan pada pagi dan sore hari, saat orang berangkat dan pulang kerja.
“Jam rawan kecelakaan itu pagi jam 06.00–08.00 dan sore jam 16.00–18.00,” jelasnya.
Polisi menyebutkan bahwa faktor human error mendominasi penyebab kecelakaan. Kondisi kendaraan yang tak prima serta cuaca ekstrem di kawasan perbukitan memperparah situasi.
Volume kendaraan yang terus meningkat tak diimbangi dengan kapasitas jalan yang memadai.
“Jalan di Gunungkidul itu menanjak dan menikung tajam. Jika tidak hati-hati, nyawa melayang,” tandasnya.
Operasi Patuh Progo 2025
Polisi merencanakan Operasi Patuh Progo 2025 selama 14 hari, mulai 14 hingga 27 Juli 2025. Sebanyak 980 personel dikerahkan serentak di seluruh Indonesia.
Polisi akan memetakan lokasi rawan kecelakaan, memberikan penyuluhan kepada masyarakat, memberi teguran simpatik, menilang secara elektronik, hingga membangun counter opini terhadap berita hoaks di media sosial.
Fokus operasi terbagi atas kegiatan preemtif 25%, preventif 25%, dan represif 50%. Polisi menargetkan pelanggaran prioritas seperti di bawah ini.
- Pengendara di bawah umur.
- Pengendara motor berboncengan lebih dari satu orang.
- Tidak menggunakan helm SNI atau safety belt.
- Melawan arus.
- Melebihi batas kecepatan.
- Mengemudi dalam pengaruh alkohol.
- Menggunakan HP saat berkendara.
Data Kecelakaan DIY Melonjak
Berdasarkan analisa Ditlantas Polda DIY, pada tahun 2023 tercatat 6.861 kasus kecelakaan lalu lintas.
Angka ini melonjak menjadi 7.176 kejadian pada tahun 2024 atau naik sebanyak 315 kasus (5%). Polisi mencatat, pelanggaran lalu lintas menjadi pemicu awal kecelakaan.
Saat Operasi Patuh Progo 2024, polisi mencatat 26.821 pelanggaran lalu lintas, terdiri dari 13.052 tilang dan 13.769 teguran.
Pelanggaran paling banyak adalah dari pengendara roda dua. Mereka melanggar dengan tidak menggunakan helm standar, melawan arus, dan memasang knalpot tidak sesuai spesifikasi.
Kompol Mustaqim menegaskan bahwa penegakan hukum akan menurunkan angka pelanggaran dan meningkatkan disiplin masyarakat.
Ia meminta personel meniatkan tugas sebagai ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa, meningkatkan kewaspadaan, serta mempersiapkan setiap kegiatan dengan teliti, terukur, dan penuh tanggung jawab.
“Kami akan melakukan pengawasan, pengendalian, dan evaluasi secara optimal. Kami tidak ingin ada korban jiwa lagi di jalanan Gunungkidul,” pungkasnya. (ef linangkung)