Kinerja Fisik Pemkot Yogyakarta Capai 41,93 Persen hingga Mei 2025, Wali Kota Soroti OPD Lamban

Bagikan :
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo/Foto: Pemkot Yogyakarta

KABARJAWA – Menjelang penutupan semester pertama tahun anggaran 2025, Pemerintah Kota Yogyakarta mencatat realisasi kinerja fisik mencapai 41,93 persen.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) segera mengevaluasi dan mempercepat pelaksanaan program. Ia menegaskan bahwa sisa waktu enam bulan ke depan sangat krusial untuk menambal kekurangan semester pertama.

Kinerja Fisik Pemkot Yogyakarta

Pemkot Yogyakarta mencatat, hingga akhir Mei 2025, sebanyak 41 OPD berada dalam kategori kinerja fisik sangat tinggi, 7 OPD berkategori tinggi, 2 OPD sedang, dan 1 OPD sangat rendah.

Di sisi lain, realisasi keuangan hingga Mei baru menyentuh 29,19 persen, dengan rincian 9 OPD berkategori sangat tinggi, 18 OPD tinggi, 10 OPD sedang, 3 OPD rendah, dan 1 OPD sangat rendah.

Saat memimpin rapat dinas di Balai Kota Yogyakarta pada Kamis, 12 Juni 2025, Hasto menekankan bahwa setiap kepala OPD wajib memaparkan capaian kinerja terkini berikut strategi percepatan. Ia menegaskan bahwa OPD dengan kinerja rendah harus dikumpulkan dan dikawal secara ketat.

Baca juga  Pemkot Yogyakarta Ajukan 306 KPM PKH Graduasi Mandiri pada 2025

“Masalahnya apa, dan solusinya bagaimana. Asisten yang membawahi dinas terkait harus bertanggung jawab penuh. Kita tidak bisa menunggu waktu habis begitu saja,” tegas Hasto.

Ia juga meminta agar seluruh paket pekerjaan fisik yang belum masuk ke Bagian Pengadaan Barang dan Jasa segera menjalani proses. Hasto mengingatkan bahwa proyek besar harus segera mereka petakan dan tindak agar tidak kehabisan waktu pengerjaan.

Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Aman Yuriadijaya, menjelaskan bahwa rendahnya serapan anggaran juga karena dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk program makan bergizi gratis yang belum terpakai. Pemerintah akan mengalihkan dana ini ke perubahan anggaran 2025 agar tidak mengganggu stabilitas fiskal.

Aman juga mengungkapkan adanya kendala dalam proses pengadaan barang dan jasa akibat penerapan sistem versi enam yang masih dalam masa transisi. Selain itu, kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat turut memperlambat beberapa proses.

“Kita berharap pada akhir triwulan kedua dan awal triwulan ketiga, target bisa tercapai. Hambatan ini tidak boleh menjadi alasan untuk tidak tuntas,” jelas Aman.

Baca juga  Kendalikan Inflasi, Pemkot Yogyakarta Kembangkan Kios Segoro Amarto hingga Tingkat Kelurahan Tahun 2026

Paket Lelang Selesai

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, Joko Budi Prasetyo, melaporkan bahwa dari total 54 paket lelang tahun 2025, baru 23 paket selesai dan telah dilimpahkan kembali ke OPD. Saat ini 28 paket masih dalam proses di bagian pengadaan, sementara 3 paket lainnya bahkan belum diserahkan ke Bagian Pengadaan Barang dan Jasa.

Situasi ini menunjukkan masih lemahnya koordinasi antar OPD, terutama dalam pengelolaan proyek-proyek strategis. Pemerintah mengingatkan seluruh OPD agar tidak menunda lagi proses administrasi dan pelelangan.

Pemerintah Kota Yogyakarta kini fokus mengawal percepatan program dan pengadaan barang dan jasa. Hasto menegaskan bahwa semester kedua menjadi momen penentu keberhasilan program kerja tahun anggaran 2025.

Dengan kinerja fisik di angka 41,93 persen dan kinerja keuangan 29,19 persen, Pemkot harus bergerak cepat untuk menuntaskan proyek-proyek prioritas dan memastikan bahwa seluruh penggunaan dana publik efektif.

“Ini bukan hanya soal angka, ini soal kepercayaan masyarakat pada pemerintah,” ujar Hasto menutup rapat dinas. (ef linangkung)

Baca juga  Pelantikan Ketua TP PKK se-Gunungkidul, Wabup Tekankan Peran Strategis Perempuan sebagai Penggerak Pembangunan Keluarga

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid