
KabarJawa.com – Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat saat ini tengah membuka kesempatan emas melalui open recruitment atau seleksi penerimaan prajurit keraton baru.
Menjadi bagian dari barisan prajurit Keraton bukan sekadar mengenakan seragam gagah berwarna-warni saat upacara adat.
Lebih dari itu, ini adalah panggilan jiwa. Dalam pengumuman resminya, pihak Keraton menegaskan bahwa menjadi prajurit adalah wahana pengabdian sebagai Abdi Dalem. Selain itu, disebutkan pula bahwa ini bukan merupakan pekerjaan.
Lebih lanjut, Abdi Dalem Prajurit tidak diwajibkan untuk sowan atau hadir setiap hari di Keraton layaknya orang bekerja.
Kewajiban hadir hanya berlaku saat ada Upacara-upacara Keraton (Hajad Dalem) dan kegiatan pelestarian budaya (nguri-uri) sesuai jadwal yang disepakati.
Bagi Anda yang merasa terpanggil, disarankan untuk segera bersiap diri. Pasalnya, pendaftaran untuk seleksi “Prajurit Rambah V” ini hanya dibuka hingga tanggal 8 Januari 2026. Lantas, bagaimana cara mendaftarnya? Berikut adalah panduan lengkapnya.
Tata Cara Pendaftaran Online
Sesuai dengan perkembangan zaman, proses pendaftaran kini dilakukan secara digital. Berdasarkan pengumuman resmi Kraton Jogja, berikut langkah-langkahnya:
Isi Formulir Online
Pertama-tama calon pendaftar wajib mengisi data diri melalui tautan Google Form resminya. Adapun tautannya adalah sebagai berikut.
Link Daftar Prajurit Keraton Jogja 2026:
- https://bit.ly/RekrutmenRambahV
Lampirkan Dokumen
Kemudian, Anda diminta melampirkan Surat Pengajuan yang ditujukan kepada Penghageng Kawedanan Kaprajuritan serta dokumen pendukung lainnya.
Persyaratan Calon Prajurit
Sebelum mendaftar, pastikan Anda memenuhi kriteria fisik dan administratif berikut ini:
- Usia: Calon prajurit berusia antara 20 hingga 35 tahun.
- Fisik: Memiliki tinggi badan minimal 167 cm dengan berat badan yang proporsional atau ideal.
- Kesehatan: Sehat jasmani dan rohani, tidak memiliki hambatan fungsi tubuh, intelektual, maupun mental, serta bebas dari narkoba.
- Penampilan: Berpenampilan menarik, rapi, dan yang paling penting adalah tidak bertato.
- Pendidikan: Minimal lulusan SMA/SMK atau sederajat.
- Domisili: Terbuka untuk masyarakat umum, khususnya di wilayah DIY dan sekitarnya.
Berkas Pendukung yang Harus Disiapkan
Ada beberapa dokumen penting yang perlu Anda pindai (scan) atau siapkan untuk keperluan administrasi, antara lain:
- Surat Lamaran: Ditujukan kepada Penghageng Kawedanan Kaprajuritan Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat. Format resmi surat lamaran bisa diunduh di sini: https://bit.ly/PangajenganV
- Identitas & Ijazah: KTP dan Ijazah pendidikan terakhir.
- SKCK: Surat Keterangan Catatan Kepolisian yang masih berlaku.
- Surat Sehat: Surat keterangan sehat dari dokter atau Puskesmas.
- Foto: Pas foto terbaru.
Tahapan Seleksi dan Magang
Perjalanan menjadi prajurit tidak instan. Anda harus melewati serangkaian proses seleksi yang ketat:
- Seleksi Administrasi.
- Seleksi Fisik dan Psikotes.
- Seleksi Keterampilan Baris-Berbaris.
- Magang: Jika lolos, Anda akan menjalani masa magang sebagai Abdi Dalem Prajurit Arahan selama minimal 1 tahun.
- Pendadaran: Ujian akhir setelah magang.
- Pengangkatan: Hanya mereka yang lulus pendadaran yang akan resmi diangkat menjadi Prajurit Keraton Yogyakarta.
Apa Saja Tugas Prajurit Keraton?
Mungkin Anda penasaran, apa sebenarnya tugas para prajurit ini setelah diterima? Berikut adalah gambaran tugas mulia mereka:
- Menjadi bagian dari pasukan Bregada Prajurit saat upacara besar atau Hajad Dalem Garebeg (Gunungan).
- Bertugas dalam upacara penyambutan tamu-tamu kenegaraan yang berkunjung ke Keraton.
- Mengawal berbagai ritual dan Hajad Dalem Keraton lainnya.
- Menjadi tenaga tambahan untuk pengamanan lingkungan Keraton.
- Senantiasa melestarikan (nguri-uri) kebudayaan Jawa, khususnya dalam seni keprajuritan.
Daftar Lewat Link Resmi
Jadi kesimpulannya, cara daftar menjadi prajurit baru Keraton Jogja adalah dengan mengakses tautan https://bit.ly/RekrutmenRambahV sebelum tanggal 8 Januari 2026.
Selain itu, calon peserta rekrutmen juga harus memahami syarat serta tugas-tugasnya seperti yang sudah dijelaskan di atas.
Dan perlu digarisbawahi lagi bahwa sebagaimana dijelaskan pihak Kraton Jogja, rekrutmen ini merupakan wahana pengabdian, sehingga bukan merupakan pekerjaan.***