
KabarJawa.com– Hujan deras yang mengguyur wilayah Gedangsari sejak malam hingga dini hari kembali memicu longsor susulan di Jalur Clongop.
Peristiwa ini terjadi pada Kamis, 27 Maret 2026, sekitar pukul 03.30 WIB di ruas Jalan Baru Clongop atau Plasan, Kalurahan Watugajah, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul.
Longsor tersebut menutup sebagian besar badan jalan dengan material berupa batu dan tanah. Akibatnya, arus lalu lintas di jalur penghubung penting tersebut mengalami gangguan signifikan.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, menegaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama menjadi pemicu utama longsor susulan di lokasi tersebut.
Ia menjelaskan bahwa kondisi tanah yang sudah jenuh air membuat lereng di sekitar jalan menjadi tidak stabil dan mudah runtuh.
“Longsor ini merupakan kejadian susulan akibat hujan deras yang berlangsung cukup lama. Material berupa batu dan tanah menutup sekitar 80 persen badan jalan,” ujar Purwono.
Tim gabungan yang menerima laporan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Petugas mendapati tumpukan material longsor cukup tebal sehingga menghambat kendaraan yang melintas.
Saat ini, kendaraan besar hanya dapat melintas secara bergantian dengan sistem buka-tutup. Sementara itu, kendaraan roda dua masih dapat melewati jalur tersebut dengan hati-hati.
Petugas di lapangan segera mengambil langkah cepat dengan melakukan pembersihan material secara manual. Upaya ini bertujuan agar setidaknya separuh badan jalan dapat segera dibuka untuk memperlancar arus lalu lintas.
“Kami merekomendasikan penanganan darurat dengan memindahkan material longsor secara manual agar sebagian badan jalan bisa digunakan,” lanjut Purwono.
Meski demikian, penanganan lanjutan membutuhkan keterlibatan dinas terkait untuk memastikan stabilitas lereng dan mencegah longsor susulan. Pemerintah daerah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi geologis di sekitar lokasi kejadian.
Pada pagi hari ini, pihak BPBD Gunungkidul masih melakukan komunikasi dan koordinasi intensif dengan Pemerintah Kapanewon Gedangsari, termasuk Panewu, Kapolsek, dan Danramil setempat.
Koordinasi tersebut bertujuan untuk menentukan langkah penanganan lanjutan yang lebih komprehensif dan cepat.
Longsor susulan di Jalur Clongop ini kembali menjadi peringatan bagi masyarakat, khususnya pengguna jalan di wilayah perbukitan Gedangsari, untuk meningkatkan kewaspadaan. Potensi longsor susulan masih dapat terjadi, mengingat kondisi tanah yang belum sepenuhnya stabil. (ef linangkung)