Jejak Banon: Proses Adat Kraton Jogja yang Digelar 8 Tahun Sekali

Bagikan :
Ilustrasi Jejak Banon: Proses Adat Kraton Jogja yang Digelar 8 Tahun Sekali/kratonjogja

KABAR JAWA – Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat menggelar prosesi adat langka bernama Jejak Banon.

Ritual ini hanya berlangsung setiap 8 tahun sekali atau tepat pada Tahun Dal, menjadi bagian dari Hajad Dalem Sekaten untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Hari ini, Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat menyelenggarakan rangkaian upacara adat dalam Hajad Dalem Sekaten.

Perayaan ini digelar untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada tanggal 12 Rabiulawal 1447 Hijriah atau bertepatan dengan 12 Mulud Dal 1959 dalam kalender Jawa.

Karena bertepatan dengan Tahun Dal, prosesi kali ini menghadirkan tradisi istimewa yang hanya muncul setiap delapan tahun sekali, yakni Jejak Banon.

Makna Jejak Banon dalam Tradisi Kraton

Jejak Banon berasal dari istilah “menjejak di atas tumpukan bata”. Prosesi ini dilakukan setelah pembacaan riwayat Nabi Muhammad SAW di Masjid Gedhe Kauman.

Usai acara tersebut, Sri Sultan Hamengku Bawono X kembali (jengkar) menuju Kedhaton melalui jalur khusus di sisi selatan masjid, tepat di pintu butulan.

Menurut Koordinator Rangkaian Prosesi Garebeg Mulud Dal 1959, KRT Kusumonegoro, Jejak Banon menjadi simbol penghormatan sekaligus pengingat perjuangan Pangeran Mangkubumi (pendiri Kesultanan Yogyakarta) yang pernah menyelamatkan diri dari kepungan musuh selepas menunaikan salat Jumat di Masjid Gedhe.

Baca juga  Makna Grebeg Maulud Keraton Yogyakarta 2025 dan Rangkaian Acara Lengkap

Rangkaian Prosesi Hari Ini

Sebelum Jejak Banon berlangsung, terdapat sejumlah upacara adat lain yang menjadi bagian dari Hajad Dalem Sekaten.

Pada pagi hari, keraton menggelar prosesi Mbusanani Pusaka di kompleks Kedhaton. Ritual ini berlangsung tertutup karena sifatnya sakral.

Menjelang sore, tepat pukul 18.00 WIB, prosesi dilanjutkan dengan Upacara Bethak yang digelar di Bangsal Sekar Kedhaton. Upacara ini juga dilakukan secara internal dan tidak terbuka untuk umum.

Rangkaian berikutnya adalah Kondur Gangsa, yaitu pengembalian Gamelan Sekati ke dalam kompleks keraton.

Sebelum gamelan dikembalikan, dilakukan pembagian udhik-udhik oleh Ngarsa Dalem dan GKR Mangkubumi, diikuti dengan pembacaan riwayat Nabi Muhammad SAW.

Setelah itu, prosesi ditutup dengan ritual Jejak Banon yang berlangsung di halaman Masjid Gedhe Kauman.

Jejak Banon sebagai Prosesi Langka

Tidak seperti upacara adat lainnya yang digelar setiap tahun, Jejak Banon hanya dilakukan sewaktu-waktu, yakni setiap delapan tahun sekali saat memasuki Tahun Dal dalam penanggalan Jawa.

Hal inilah yang membuatnya sangat dinantikan, baik oleh masyarakat maupun wisatawan yang ingin menyaksikan tradisi langka ini.

Baca juga  Renungan Injil Katolik Hari Selasa, 8 April 2025: Imanku Menyelamatkanku

Prosesi Jejak Banon bukan sekadar ritual simbolis, melainkan juga sarana untuk menjaga ingatan sejarah perjuangan leluhur.

Tindakan menjejak bata menjadi pengingat bahwa Kasultanan Yogyakarta berdiri di atas pondasi kuat perlawanan terhadap penjajahan dan ancaman dari luar.

Himbauan untuk Masyarakat

Pihak kepolisian telah mengingatkan masyarakat yang ingin menyaksikan prosesi Jejak Banon agar berhati-hati selama berada di sekitar lokasi.

Keramaian yang diperkirakan meningkat dapat memicu kepadatan lalu lintas di wilayah sekitar Masjid Gedhe Kauman dan jalan menuju keraton.

Nilai Sejarah dan Budaya

Jejak Banon menjadi salah satu bukti nyata bagaimana tradisi kraton tidak hanya bernilai ritual keagamaan, tetapi juga menyimpan simbol perlawanan dan identitas budaya Jawa.

Dengan digelarnya prosesi ini, generasi muda dapat kembali belajar tentang pentingnya sejarah dan filosofi yang melekat pada adat istiadat Yogyakarta.

Ritual ini tidak hanya mempererat hubungan antara masyarakat dan keraton, tetapi juga memperkaya khazanah kebudayaan Indonesia yang penuh makna.

Bagi wisatawan, menyaksikan Jejak Banon merupakan kesempatan berharga untuk memahami lebih dekat warisan budaya yang terus dijaga hingga sekarang.

Baca juga  Grebeg Dalem Maulid Nabi Muhammad SAW Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Berikut Makna dan Penjelasannya

***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid