
KabarJawa.com — Kalurahan Bendung meresmikan Balai Budaya yang dibangun dengan anggaran Rp1,6 miliar pada Rabu (31/12/2024).
Peresmian yang berlangsung di depan Balai Kalurahan Bendung tersebut menjadi penanda komitmen pemerintah kalurahan dalam mengukuhkan diri sebagai Kalurahan Mandiri Budaya berbasis kearifan lokal.
Kegiatan peresmian dihadiri tokoh masyarakat, seniman, dan pejabat daerah. Sejak pagi, warga berdatangan untuk menyaksikan peresmian fasilitas budaya yang dirancang sebagai pusat aktivitas seni dan kebudayaan masyarakat setempat.
Pemanfaatan Dana Keistimewaan
Pembangunan Balai Budaya Bendung didanai melalui Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Pemerintah Kalurahan Bendung menerima alokasi Dana Keistimewaan tahun 2025 dengan total anggaran sekitar Rp2,66 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp1,6 miliar dialokasikan khusus untuk pembangunan fisik Balai Budaya.
Lurah Bendung, Didik Rubianto, menyampaikan bahwa penggunaan Dana Keistimewaan dirancang secara terukur dan berorientasi jangka panjang.
“Pemerintah kalurahan mengalokasikan dana tersebut tidak hanya untuk pembangunan Balai Budaya, tetapi juga untuk program pembangunan rumah layak huni, reformasi kalurahan, serta pembangunan embung pertanian senilai Rp750 juta,” ujar Didik Rubianto.
Menurutnya, Balai Budaya diposisikan sebagai fondasi untuk mengintegrasikan potensi sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat Kalurahan Bendung.
Apresiasi Pemerintah Daerah
Apresiasi disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Diani Laksmi. Ia menilai pembangunan Balai Budaya Bendung mencerminkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah kalurahan dan masyarakat.
“Pembangunan Balai Budaya ini menunjukkan kesungguhan Kalurahan Bendung dalam menjaga budaya sebagai kekuatan utama masyarakat. Saya berharap fasilitas ini memberikan manfaat luas bagi masyarakat Gunungkidul pada umumnya dan khususnya warga Kalurahan Bendung,” kata Diani Laksmi.
Dukungan Bupati Gunungkidul
Peresmian Balai Budaya Bendung juga dihadiri Endah Subekti Kuntariningsih. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pelestarian budaya lokal merupakan modal penting dalam menghadapi pengaruh globalisasi.
Ia menyampaikan bahwa Balai Budaya tidak hanya berfungsi sebagai ruang pertunjukan seni, tetapi juga sebagai pusat aktivitas kreatif dan intelektual masyarakat.
“Balai Budaya ini menjadi sarana olah kriya budaya, tempat masyarakat menyatukan gagasan dan kreativitas untuk memajukan potensi lokal,” tegas Endah.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berharap keberadaan Balai Budaya Bendung dapat memberikan dampak berkelanjutan, termasuk mendorong pariwisata berbasis budaya, memperkuat sektor pertanian lokal, serta menjadi ruang promosi produk UMKM warga.
Fungsi dan Harapan Ke Depan
Dengan diresmikannya Balai Budaya tersebut, Kalurahan Bendung kini memiliki fasilitas representatif untuk penyelenggaraan kegiatan seni, pelatihan budaya, dan aktivitas sosial ekonomi.
Pemerintah kalurahan menyatakan optimisme bahwa Balai Budaya akan menjadi pusat pergerakan masyarakat dalam membangun kemandirian budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi.
Peresmian Balai Budaya Bendung menandai langkah lanjutan Kalurahan Bendung dalam memanfaatkan Dana Keistimewaan untuk penguatan identitas budaya dan pembangunan berkelanjutan di wilayah timur Gunungkidul.