
KabarJawa.com — Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Megawati Soekarnoputri, meminta agar jumlah pulau di Indonesia dihitung ulang.
Ia menyampaikan hal tersebut saat menjadi pembicara dalam acara Pengelolaan Biodiversitas dan Penguatan HKI untuk Masa Depan Berkelanjutan: Sinergi UGM-BRIN yang berlangsung di Universitas Gadjah Mada (UGM), Rabu (1/10/2025).
Dalam kesempatan itu, Megawati menyoroti isu krisis iklim dan dampaknya terhadap wilayah Indonesia. Ia menyebut, data resmi yang menyatakan jumlah pulau Indonesia mencapai 17.000 masih perlu dipertanyakan.
“Katanya selalu pulau-pulau kita itu jumlahnya 17.000, tapi kok saya nggak percaya. Saya kepingin itu diulang dihitung ulang,” ujar Megawati di hadapan civitas akademika UGM.
Kekhawatiran Hilangnya Pulau-Pulau Kecil
Megawati menegaskan, pemanasan global berpotensi mengubah peta wilayah Indonesia melalui naiknya permukaan laut. Ia menyampaikan kekhawatirannya bahwa pulau-pulau kecil bisa tertutup air laut.
Kondisi ini, menurutnya, tidak hanya berdampak pada ekologi, tetapi juga menyangkut persoalan politik dan kedaulatan negara.
Ia menambahkan, jika pulau-pulau kecil hilang dari peta, Indonesia berisiko menghadapi perubahan garis batas wilayah. Dalam hukum internasional, tenggelamnya pulau dapat memengaruhi posisi geografis dan politik negara di kawasan regional maupun global.
Megawati juga menyinggung kembali pentingnya Deklarasi Djuanda tahun 1957. Menurutnya, deklarasi itu telah menegaskan posisi Indonesia sebagai negara kepulauan.
Keputusan para pendiri bangsa tersebut memberikan landasan kuat bahwa pulau-pulau yang tertutup air tidak serta merta dihapuskan dari peta politik.
“Nantinya tidak ada pulau yang dinyatakan sebagai tenggelam meskipun tertutup air. Karena apa? Secara politically, kalau sudah hilang maka garis batas itu bisa maju atau bisa mundur,” kata Megawati.
Pentingnya Pemetaan dan Data Akurat
Megawati mendorong BRIN bersama lembaga riset lain untuk segera melakukan pemetaan dan perhitungan ulang jumlah pulau Indonesia.
Ia menilai, data valid sangat penting bukan hanya untuk kepentingan politik dan kedaulatan negara, tetapi juga bagi pengelolaan biodiversitas, konservasi sumber daya alam, dan perlindungan masyarakat pesisir.
Ia mengingatkan, pemanasan global yang ditandai dengan mencairnya es di kutub dapat meningkatkan permukaan laut. Kondisi ini akan mengancam keberadaan pulau-pulau kecil yang tersebar di wilayah Indonesia.
Menurut Megawati, Indonesia harus menyiapkan strategi mitigasi jangka panjang berbasis ilmu pengetahuan. Riset, pemetaan akurat, serta kebijakan berbasis sains perlu diperkuat agar negara ini mampu menghadapi dinamika perubahan global.
Sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN, Megawati menyampaikan komitmennya untuk terus mendorong riset strategis.
Ia menutup pidatonya dengan ajakan agar seluruh pemangku kepentingan bersatu menjaga wilayah Indonesia dari ancaman perubahan iklim.