
KabarJawa.com— Lonjakan arus wisatawan ke Kabupaten Gunungkidul mencapai titik krusial selama libur Natal 2025.
Ratusan ribu kendaraan memadati jalur utama Yogyakarta-Wonosari, khususnya melalui jalur Patuk, yang menjadi pintu gerbang utama menuju kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul.
Dinas Perhubungan Kabupaten Gunungkidul mencatat peningkatan volume kendaraan secara signifikan dan konsisten sejak 24 Desember 2025.
Data resmi menunjukkan arus kendaraan terus melonjak dari hari ke hari, mencerminkan tingginya animo masyarakat untuk berlibur ke Gunungkidul.
Arus Wisatawan ke Gunungkidul Melonjak
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Gunungkidul, R Agus Hendro Utomo, menyampaikan bahwa jumlah kendaraan yang masuk ke wilayah Gunungkidul terus bertambah drastis selama periode libur Natal.
Pada 24 Desember 2025, sebanyak 32.190 kendaraan masuk melalui jalur Patuk, sementara 23.485 kendaraan keluar dari wilayah Gunungkidul.
Memasuki 25 Desember 2025, jumlah kendaraan melonjak tajam. Dishub mencatat 62.655 kendaraan masuk dan 47.127 kendaraan keluar.
Lonjakan semakin terasa pada 26 Desember 2025. Jumlah kendaraan yang masuk mencapai 90.967 unit, sedangkan kendaraan keluar tercatat sebanyak 67.201 unit.
Puncak kepadatan terjadi pada 27 Desember 2025. Dishub mencatat total 122.842 kendaraan masuk ke Gunungkidul melalui jalur Patuk, sementara 90.761 kendaraan meninggalkan wilayah tersebut.
“Angka ini menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dan menggambarkan besarnya arus wisatawan yang masuk ke Gunungkidul selama libur Natal,” tegas Agus Hendro Utomo.
Lonjakan kendaraan tersebut mendorong Polres Gunungkidul mengambil langkah cepat dan terukur.
Kepolisian menerapkan manajemen dan rekayasa lalu lintas di sejumlah jalur strategis menuju destinasi wisata yang berpotensi mengalami kepadatan tinggi.
Kasat Lantas Polres Gunungkidul, AKP Afrita Dewi, menegaskan bahwa kepolisian mulai menerapkan pengaturan lalu lintas sejak awal masa libur Natal.
Polres Gunungkidul Terapkan Rekayasa Lalu Lintas
“Petugas sudah memberlakukan rekayasa lalu lintas untuk jalur menuju pantai, terutama arah kawasan wisata Obelix dan Pantai Drini,” ujar Afrita saat dikonfirmasi.
Kepolisian menyiapkan skema khusus untuk mengatur arus kendaraan dari arah barat, terutama jalur Jogja-Wonosari via Patuk. Jalur ini menjadi titik krusial karena berfungsi sebagai akses utama wisatawan dari Kota Yogyakarta.
“Sampai saat ini petugas masih bisa mengendalikan arus dengan pengaturan manual,” jelasnya.
Namun, kepolisian siap melakukan pengalihan arus secara situasional apabila kepadatan meningkat tajam.
Jika antrean kendaraan mengular di kawasan Patuk, terutama menuju HeHa Sky View, petugas akan mengarahkan kendaraan dari Yogyakarta untuk memutar melalui Kali Pentung.
Selain pengaturan arus, Afrita menekankan pentingnya keselamatan selama perjalanan.
“Pastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum bepergian. Wilayah Gunungkidul memiliki banyak tanjakan dan tikungan tajam, sehingga pengendara harus ekstra waspada,” tegasnya.
Sementara itu, Kabag Ops Polres Gunungkidul, Kompol Mustakim, mengungkapkan bahwa kepolisian menyiapkan rekayasa tambahan di kawasan wisata pantai selatan yang akan menjadi pusat keramaian wisatawan.
Petugas akan menerapkan sistem satu jalur untuk memisahkan arus kendaraan masuk dan keluar di titik-titik rawan kepadatan, khususnya di kawasan Pantai Drini dan destinasi wisata Obelix.
“Nanti petugas akan menerapkan sistem satu jalur antara arus keberangkatan dan kepulangan untuk mengurangi kepadatan,” kata Mustakim.
Di kawasan Pantai Drini, kepolisian memastikan pelayanan tetap optimal bagi kendaraan bus wisata.
Petugas akan mengarahkan bus masuk melalui dua pintu utama Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) agar tidak menghambat arus kendaraan lain.
Polres Gunungkidul terus berkoordinasi dengan pengelola objek wisata untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung yang berpotensi melebihi kapasitas.
“Kami berkoordinasi dengan pengelola wisata untuk mengantisipasi kemungkinan overload, dengan tetap mengutamakan keamanan dan keselamatan pengunjung,” ujarnya.
Selain itu, kepolisian memberlakukan pengalihan arus bagi kendaraan dari arah timur yang melintasi Karangmojo, terutama kendaraan berukuran besar.
Petugas sementara mengalihkan kendaraan melalui simpang Pasar Karangmojo menuju Semanu karena proses perbaikan jalan di sekitar Polsek Karangmojo masih berlangsung.
“Insyaallah sekitar tanggal 28 Desember jalur sudah kembali normal dan tidak ada lagi pengalihan arus,” pungkasnya.
Dengan berbagai upaya, Polres Gunungkidul berharap seluruh rangkaian libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dapat berjalan aman, tertib, dan lancar. (ef linangkung)