
KabarJawa.com– Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Mongolia kembali hangat. Pemerintah Kota Yogyakarta menerima kunjungan kehormatan dari Duta Besar Mongolia untuk Republik Indonesia, Dashnyam Enkhtaivan.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menyambut kunjungan tersebut di Ruang Yudistira, Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Selasa (11/11).
Kunjungan ini adalah langkah konkret untuk mempererat kolaborasi lintas budaya dan spiritual dua bangsa yang memiliki akar sejarah serta nilai tradisi yang kuat.
Apresiasi Mongolia terhadap Kekayaan Budaya Yogyakarta
Dalam sambutannya, Duta Besar Mongolia Dashnyam Enkhtaivan menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan Pemerintah Kota Yogyakarta.
Ia menilai Yogyakarta bukan hanya kota wisata, tetapi juga pusat budaya dan spiritualitas yang memiliki pengaruh besar, termasuk dalam pengembangan Buddhisme di Indonesia.
“Kami sangat menghargai sambutan yang hangat di Yogyakarta, kota dengan warisan budaya dan spiritualitas yang kuat. Yogyakarta juga menjadi salah satu kota penting dalam pengembangan Buddhisme di Indonesia,” ujar Enkhtaivan.
Dubes Enkhtaivan menjelaskan bahwa Pemerintah Mongolia telah membuka kembali Kedutaan Besar Mongolia di Jakarta pada tahun 2024. Sebelumnya, kedutaan sempat ditutup pada 2017 karena dinamika politik.
Ia menegaskan, pembukaan kembali kedutaan ini menjadi bukti bahwa hubungan Mongolia dan Indonesia semakin erat, tidak hanya secara diplomatik, tetapi juga historis dan kultural.
70 Tahun Hubungan Diplomatik Mongolia dan Indonesia
Enkhtaivan menyebut, kunjungan ke Kota Yogyakarta menjadi bagian dari langkah strategis untuk menjajaki kerja sama budaya, pendidikan, dan pariwisata menjelang peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Mongolia–Indonesia pada 2026.
Dia berharap dapat mengadakan berbagai kegiatan untuk mempromosikan Mongolia di Indonesia, khususnya di Yogyakarta.
“Tahun depan, akan ada delegasi dari Mongolia, termasuk delegasi Buddhis, yang akan berkunjung ke Yogyakarta dalam rangka memperingati hubungan diplomatik tersebut,” ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut, pihak Kedutaan Mongolia juga mengusulkan pembentukan nota kesepahaman (MoU) antara salah satu kota di Mongolia dengan Kota Yogyakarta.
Kolaborasi ini akan menjadi jembatan pertukaran budaya, pendidikan, dan pariwisata antarkedua negara.
Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Ia menyebut, kunjungan Duta Besar Mongolia menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan persahabatan dan membangun kolaborasi yang berkelanjutan.
“Kami berharap kunjungan ini membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan, terutama dalam pengembangan kebudayaan, pendidikan, pariwisata, dan pembangunan berkelanjutan,” tutur Wawan.
Wawan juga menegaskan, Yogyakarta memiliki potensi besar sebagai kota pendidikan dan pariwisata.
Dengan lebih dari 100 perguruan tinggi dan berbagai festival budaya berskala nasional hingga internasional, Yogyakarta menjadi magnet bagi kerja sama lintas negara.
Salah satu ajang budaya yang menarik perhatian dunia adalah Mayang Jogja Night Carnival (MJNC). Ajang ini berlangsung setiap 7 Oktober dalam rangka Hari Jadi Kota Yogyakarta.
Dia sangat terbuka jika Mongolia berpartisipasi dalam Mayang Jogja Night Carnival tahun depan.
“Ini bisa menjadi wadah pertukaran budaya antara dua bangsa yang sama-sama menjunjung nilai seni dan tradisi,” kata Wawan. (ef linangkung)