
KabarJawa.com– Dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) di Kota Yogyakarta, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menyerukan agar para pengusaha bersatu memperkuat ekonomi nasional melalui gerakan Satu Kampung Satu Pengusaha.
Rakernas kali ini tidak hanya menjadi forum strategis para pengusaha, tetapi juga ajang silaturahmi yang hangat dan penuh makna.
Kisah Sukses Gudeg Yu Djum
Salah satu agenda yang paling menarik perhatian adalah HIPPI Inspiration, yang mengangkat kisah sukses kuliner legendaris Gudeg Yu Djum.
Gudeg Yu Djum merupakan ikon rasa sekaligus simbol ketekunan usaha lokal Yogyakarta yang sudah mendunia.
Pemilihan Gudeg Yu Djum di Jalan Margo Utomo, Gowongan, Kemantren Jetis sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan.
Tempat ini menjadi saksi nyata bagaimana sebuah usaha rumahan bisa tumbuh menjadi bran kuliner yang menjadi kebanggaan masyarakat Yogyakarta.
Nilai ketekunan dan keberanian pendirinya sejalan dengan semangat HIPPI, yakni memperkuat kemandirian ekonomi bangsa melalui pengusaha pribumi.
Rakernas tahun ini dihadiri lebih dari 200 peserta dari seluruh Indonesia, termasuk jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat HIPPI serta perwakilan dari 23 provinsi.
Suasana pertemuan terasa hangat, penuh semangat kolaborasi dan optimisme untuk membangun jaringan bisnis yang lebih kuat di tingkat nasional.
Dalam sambutannya, Wawan Harmawan menyampaikan apresiasi mendalam atas kekompakan dan semangat para anggota HIPPI.
Ia menegaskan bahwa pengusaha pribumi memiliki peran besar dalam menggerakkan roda ekonomi nasional, terutama melalui pemberdayaan usaha kecil dan menengah (UKM).
Apresiasi untuk HIPPI
“Kita ingin pengusaha pribumi semakin kuat, semakin berperan dalam menggerakkan ekonomi nasional. Untuk Kota Yogyakarta sendiri, kami mendorong program Satu Kampung Satu Komunitas sebagai langkah membangun klaster ekonomi berbasis potensi lokal,” ujar Wawan.
Ia menambahkan, Yogyakarta memiliki kekayaan sosial dan budaya yang dapat menjadi pondasi kuat bagi pengembangan ekonomi berbasis kearifan lokal.
Melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha, Wawan yakin konsep Satu Kampung Satu Pengusaha akan melahirkan kemandirian ekonomi di setiap wilayah.
“Silakan teman-teman menikmati suasana Yogyakarta. Semoga dari kegiatan ini lahir kolaborasi nyata antar daerah dan semakin banyak ide untuk membangun ekonomi kerakyatan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP HIPPI, Erik Hidayat, menilai Rakernas kali ini sebagai momentum bersejarah.
“Saya rasa ini luar biasa. Dalam satu hari, kita bisa berkumpul bersama 23 provinsi di satu tempat untuk menikmati Gudeg Yu Djum, kuliner legendaris Yogyakarta. Terima kasih kepada Pak Wawan Harmawan yang telah hadir dan ikut memeriahkan suasana,” ungkap Erik.
Tak hanya menjadi ajang pertemuan, Rakernas HIPPI juga menjadi wadah lahirnya kesepakatan penting. Para peserta menyetujui bahwa Rakernas HIPPI tahun 2026 di Jakarta, bertepatan dengan peringatan 50 tahun berdirinya HIPPI.
Erik menegaskan, peringatan setengah abad HIPPI akan lebih besar dan spektakuler. Ini akan melibatkan lebih banyak mitra strategis serta rencana mengundang Presiden Prabowo Subianto.
“Semoga kita terus berkolaborasi, memperkuat jaringan usaha nasional, dan mengangkat potensi lokal seperti yang tercermin dari kunjungan inspiratif ke Gudeg Yu Djum, ikon kuliner yang menjadi bagian dari kebanggaan masyarakat Yogyakarta,” lanjutnya.
Kehangatan Rakernas semakin terasa saat Moersa Sudarsono, penerus dan pengelola Gudeg Yu Djum sekaligus Wakil Bendahara DPD HIPPI DIY, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kunjungan ratusan pengusaha dari berbagai daerah.
“Terima kasih bapak-ibu sudah berkunjung. Semoga cita rasa Gudeg khas Jogja ini selalu dikenang dan menjadi kuliner yang dikangenin oleh semua,” ujarnya haru.***