
KabarJawa.com – Seorang guru ngaji bernama Syah Diaz Amutsya Rachman (26) ditemukan meninggal dunia di kamar Pondok Pesantren (Ponpes) Roudhatul Jannah, Dusun Bodowaluh, Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Bantul, pada Rabu (1/10/2025) siang.
Kejadian ini dilaporkan ke Polsek Srandakan sekitar pukul 14.30 WIB. Menurut keterangan polisi, peristiwa tersebut diketahui pertama kali oleh sesama pengajar di ponpes, Najmussaqib (27).
Ia terakhir melihat korban tidur pada pukul 06.00 WIB. Saat diperiksa kembali pukul 08.00 WIB, posisi korban masih sama. Menjelang makan siang sekitar pukul 13.00 WIB, posisi tubuh korban tidak berubah sehingga menimbulkan kecurigaan.
Najmussaqib kemudian berusaha membangunkan korban, namun tidak ada respon. Ia memanggil Agus Setiawan (24) untuk memastikan keadaan korban. Saat diperiksa, keduanya mendapati korban sudah tidak bernapas, sehingga segera melaporkan ke Polsek Srandakan.
Polisi bersama tim medis Puskesmas Srandakan mendatangi lokasi. Pemeriksaan dilakukan oleh dr. Dias Lintang Primaditya dibantu perawat Liya Mistika Atun. Hasil pemeriksaan menyebutkan tubuh korban sudah menunjukkan tanda kaku dan lebam mayat.
“Dari hasil pemeriksaan, kami tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Diperkirakan korban meninggal 8 hingga 12 jam sebelum ditemukan,” kata PS Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto.
Riwayat Kesehatan Korban
Syah Diaz diketahui telah tiga tahun mengajar sebagai guru ngaji di Ponpes Roudhatul Jannah. Para saksi menyebutkan korban tidak pernah mengeluhkan sakit serius.
Pada malam sebelum kejadian, Selasa (30/9/2025), korban masih terlihat sehat saat makan bersama rekan-rekannya.
Meski demikian, catatan kesehatan sempat muncul pada Jumat (26/9/2025), ketika korban mengaku pusing dan merasa kedinginan.
Teman-temannya menganjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter, namun korban menolak. Keesokan harinya, kondisi korban kembali normal dan tetap beraktivitas seperti biasa.
Kabar duka ini meninggalkan kesedihan di lingkungan ponpes. Para santri dan pengajar mengenang korban sebagai pribadi ramah, tekun, dan berdedikasi dalam mengajarkan ilmu agama.
Saksi lain, Yusuf Atma Setyabudi (26), menuturkan bahwa korban masih sempat makan malam bersama sehari sebelumnya dan tidak menunjukkan tanda-tanda sakit.
“Beliau tidak menunjukkan tanda-tanda sakit. Saat kami temukan meninggal, semua orang sangat terpukul,” ujar Yusuf.
Polisi Pastikan Tidak Ada Unsur Kriminal
Polres Bantul menegaskan bahwa hasil pemeriksaan medis tidak menunjukkan adanya tanda kekerasan. Dugaan kuat menyebutkan korban meninggal karena sebab alami.
“Korban meninggal dalam kondisi wajar. Kami pastikan tidak ada unsur kriminal dalam kejadian ini,” tegas Iptu Rita Hidayanto.
Pihak kepolisian tetap mencatat kejadian ini sesuai prosedur, sekaligus memastikan keamanan lingkungan pesantren tetap terjaga.