
KabarJawa.com – Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Gunungkidul menyelenggarakan Sarasehan Majelis Luhur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Indonesia (MLKI). Penganut Kepercayaan di wilayah Gunungkidul memang cukup banyak.
Melalui sarasehan ini, pemerintah daerah membuka ruang yang lebih luas bagi para penghayat kepercayaan untuk terlibat aktif dalam penguatan kelembagaan dan pelestarian budaya. Hal tersebut menjadi bagian dari kewajiban pemerintah dalam memfasilitasi kerukunan umat.
Kegiatan ini diikuti oleh pengurus MLKI Kabupaten Gunungkidul, para tokoh penghayat kepercayaan, serta jajaran Dinas Kebudayaan.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Gunungkidul, Agus Mantara, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berkomitmen memberikan ruang, dukungan, dan pengakuan atas eksistensi penghayat kepercayaan yang menjadi bagian integral dari kekayaan budaya bangsa.
Ia menyampaikan bahwa sarasehan ini bukan sekadar pertemuan rutin, tetapi menjadi momentum penting untuk merawat nilai-nilai luhur yang hidup di tengah masyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk penghargaan terhadap keberagaman.
“Kegiatan ini merupakan bentuk penghargaan terhadap keberagaman keyakinan yang tumbuh di Gunungkidul. Kami berharap sarasehan ini memunculkan sinergi yang kuat antara pemerintah, MLKI, dan masyarakat dalam menjaga nilai-nilai budaya,” ujarnya.
Dinas Kebudayaan membuka ruang dialog yang inklusif bagi seluruh peserta. Para penghayat kepercayaan memanfaatkan kesempatan ini untuk berbagi pandangan mengenai peran mereka dalam kehidupan sosial dan kebudayaan di daerah.
Mereka menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari penguatan organisasi di tingkat kecamatan hingga kebutuhan ruang ekspresi budaya yang lebih luas.
Kundha Kabudayan merespons aspirasi tersebut dengan menyatakan kesiapan memperkuat koordinasi dan memberikan pendampingan berkelanjutan.
Pemerintah daerah menilai bahwa penghayat kepercayaan memiliki kontribusi besar dalam menjaga harmoni sosial serta memperkaya keragaman budaya di Gunungkidul.
Penguatan Kelembagaan MLKI Menjadi Fokus Utama
Sarasehan ini digelar untuk memperkuat kelembagaan MLKI di tingkat kabupaten. Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa organisasi penghayat kepercayaan dapat berperan lebih efektif dalam pelestarian budaya, advokasi komunitas, dan pengembangan kegiatan berbasis kearifan lokal.
Dialog yang berlangsung dalam suasana akrab itu menghasilkan sejumlah masukan konstruktif yang akan menjadi bahan tindak lanjut Dinas Kebudayaan.
Pemerintah daerah menargetkan agar MLKI mampu menjadi wadah yang solid, adaptif, dan berorientasi pada penguatan karakter masyarakat Gunungkidul.
Melalui Sarasehan MLKI Tahun 2025, Dinas Kebudayaan berharap nilai-nilai spiritualitas dan kearifan lokal tetap terjaga sebagai fondasi kehidupan masyarakat.
Pemerintah daerah meyakini bahwa keberagaman keyakinan merupakan kekuatan dalam membangun masyarakat yang berbudaya, rukun, dan berkarakter.
“Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa Gunungkidul terus berupaya menciptakan ruang aman, inklusif, dan berkeadilan bagi para penghayat kepercayaan,” tegasnya.
Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa seluruh elemen masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya, berpendapat, dan menjaga warisan budaya yang menjadi jati diri bangsa.