Gunungkidul Siaga Hidrometeorologi Basah hingga 31 Januari 2026, BPBD DIY Perpanjang Status Darurat hingga Maret

Bagikan :
Status Siaga Hidrometeorologi Basah di Gunungkidul hingga 31 Januari 2026, BPBD DIY berlaku sampai 19 Maret. (KabarJawa)

KabarJawa.com – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi basah hingga 31 Januari 2026.

Penetapan tersebut dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana akibat cuaca ekstrem yang masih berlangsung.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gunungkidul, Purwono, menyatakan bahwa kondisi cuaca di wilayah tersebut masih berada pada tingkat kerawanan yang tinggi sehingga kewaspadaan perlu dipertahankan.

“Dengan situasi cuaca seperti sekarang ini, kami tetap bersiaga penuh,” kata Purwono saat ditemui pada Minggu (11/1/2026).

Penetapan status siaga tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga diikuti dengan penguatan kesiapan operasional di lapangan. BPBD Gunungkidul setiap hari menyiagakan personel gabungan untuk memastikan respons cepat apabila terjadi bencana.

Purwono menjelaskan, sebanyak delapan personel Tim Reaksi Cepat (TRC), enam personel pemadam kebakaran, serta tiga personel Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) disiagakan dalam piket harian. Selain itu, seluruh personel di luar jadwal piket juga siap dikerahkan sewaktu-waktu.

“Ketika bencana terjadi, kami langsung mengerahkan personel gabungan, termasuk personel yang tidak sedang piket. Dengan pola ini, kami bisa melakukan penanganan secara cepat dan tepat,” ujarnya.

Prediksi BMKG dan Wilayah Rawan

Berdasarkan informasi peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Gunungkidul masih berada dalam fase rawan bencana. BMKG memprediksi puncak musim hujan terjadi pada Januari hingga Februari 2026.

Baca juga  Hujan Deras Sejak Jumat Pagi: Banjir dan Tanah Bergerak Meluas di DIY, BPBD Tetapkan Siaga Darurat Hidrometeorologi

Peringatan dini tiga harian menunjukkan potensi hujan lebat yang dapat disertai angin kencang masih cukup tinggi dalam beberapa hari ke depan.

“Berdasarkan peringatan dini BMKG, potensi hujan lebat dan angin kencang masih cukup tinggi, sehingga kewaspadaan harus terus kami tingkatkan,” kata Purwono.

BPBD Gunungkidul memetakan wilayah selatan dan tengah sebagai area dengan potensi bencana paling besar. Sebelumnya, banjir genangan dilaporkan terjadi di Kapanewon Tanjungsari, sementara angin kencang menerjang sejumlah wilayah di Wonosari.

Tren bencana yang diperkirakan muncul selama musim hujan tahun ini meliputi angin kencang, banjir genangan, serta tanah longsor pada talud dan lereng.

“Kecenderungannya mengarah pada banjir genangan dan angin kencang, khususnya di wilayah Gunungkidul bagian selatan dan tengah,” ujar Purwono.

Koordinasi Relawan dan Peran Masyarakat

Dalam skema penanganan apabila bencana terjadi di beberapa lokasi secara bersamaan, BPBD Gunungkidul menyiapkan koordinasi dengan relawan kebencanaan. Kolaborasi tersebut akan dilakukan untuk memperkuat kapasitas respons di lapangan.

“Kami akan berkoordinasi dengan relawan apabila bencana terjadi secara menyebar. Kesiapan bersama sangat menentukan keberhasilan penanganan,” kata Purwono.

Baca juga  Jalan-Jalan ke Tempat Bersejarah di Jogja yang Bikin Kamu Serasa Balik ke Zaman Dulu

BPBD juga mengimbau masyarakat untuk aktif memantau informasi cuaca dari BMKG serta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Warga diminta mengenali potensi bahaya di lingkungan sekitar, termasuk membersihkan saluran drainase dan memangkas ranting pohon yang berisiko tumbang.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, berhati-hati, dan mengenali lingkungan sekitar. Kesadaran ini sangat penting untuk keselamatan bersama,” ujar Purwono.

Status Siaga Darurat Tingkat Provinsi

Sejalan dengan kebijakan di tingkat kabupaten, BPBD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) juga memperpanjang status siaga darurat bencana hidrometeorologi basah. Perpanjangan kedua ini berlaku mulai 20 Desember 2025 hingga 19 Maret 2026.

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryanta, menyatakan bahwa perpanjangan status tersebut merupakan langkah antisipatif untuk menghadapi potensi bencana selama puncak musim hujan.

“Perpanjangan status siaga darurat ini kami lakukan sebagai langkah antisipatif agar seluruh unsur lebih siap menghadapi bencana hidrometeorologi,” kata Ruruh.

Hasil koordinasi BPBD DIY dengan BMKG menunjukkan bahwa wilayah DIY akan mengalami curah hujan kategori menengah hingga tinggi pada dasarian kedua Januari 2026. Pada dasarian ketiga, curah hujan diperkirakan berada pada kategori menengah.

Baca juga  Usai Viral Sewa Tikar Pantai Drini Rp100 Ribu, Bupati Gunungkidul Bakal Kumpulkan Seluruh Pokdarwis untuk Samakan Harga

Antisipasi Pohon Tumbang dan Rekahan Tanah

BPBD DIY juga mengingatkan potensi bahaya dari pohon-pohon rapuh di lingkungan permukiman. Menurut Ruruh, beberapa kejadian pohon tumbang pada musim hujan sebelumnya menimbulkan korban jiwa.

“Masyarakat perlu mengamati pohon di sekitar lingkungan. Jika pohon terlihat rapuh, segera dipotong. Beberapa kejadian pohon tumbang justru menimbulkan korban jiwa,” ujarnya.

Selain itu, warga diminta mewaspadai munculnya rekahan tanah yang berpotensi menjadi indikasi awal longsor. Masyarakat diminta melaporkan kondisi tersebut melalui relawan di kalurahan atau langsung kepada BPBD setempat.

Laporan tersebut akan ditindaklanjuti dengan asesmen oleh BPBD kabupaten atau kota untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.

“Jika terjadi sesuatu, segera laporkan agar bisa segera kami tindak lanjuti,” kata Ruruh.

Perpanjangan status siaga darurat di tingkat kabupaten dan provinsi ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk mempertahankan kesiapsiagaan, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta meminimalkan risiko dan dampak bencana hidrometeorologi basah selama puncak musim hujan di wilayah Gunungkidul dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya