
KABARJAWA – Gunungkidul terus memikat hati jutaan wisatawan nusantara. Kabupaten di ujung tenggara DIY ini menjelma menjadi primadona pariwisata nasional dengan keindahan pantai-pantainya yang memesona.
Namun, di balik lonjakan kunjungan wisatawan, DPRD Kabupaten Gunungkidul menegaskan pentingnya mitigasi bencana sebagai kunci keselamatan.
Ketua DPRD Gunungkidul Endang Sri Sumiyartini mengimbau masyarakat untuk mengutamakan faktor keselamatan dan keamanan dalam setiap aktivitas wisata. Endang mengungkapkan imbauan tersebut pada Jumat, 4 Juli 2025.
Endang menyebut masa liburan sekolah menghadirkan risiko kerumunan dan potensi bencana yang lebih tinggi.
“Kemenparekraf telah mengeluarkan Surat Edaran kepada seluruh pemerintah daerah dan asosiasi industri wisata. Hal itu menjadi bentuk kesiapsiagaan nasional menghadapi tingginya mobilitas wisatawan,” tegas Endang.
Standar CHSE dan Koordinasi Lintas Sektor
Endang menjelaskan Surat Edaran tersebut dilengkapi 23 modul panduan mitigasi risiko. Modul-modul itu dapat dijadikan acuan untuk memastikan layanan wisata berjalan aman, nyaman, dan profesional. Menurutnya, panduan tersebut wajib diterapkan secara menyeluruh di Gunungkidul.
Dia meminta semua pihak meningkatkan koordinasi lintas sektor demi menjamin keamanan selama liburan sekolah. Endang menegaskan implementasi standar Cleanliness, Healthy, Safety, dan Environmental Sustainability (CHSE) menjadi prioritas utama.
“Saya menekankan peringatan ini tidak hanya ditujukan kepada wisatawan tetapi kepada seluruh pelaku industri pariwisata. Mereka wajib memperhatikan keamanan dan kenyamanan pengunjung,” ujarnya dengan tegas.
Endang menyebut libur sekolah menjadi momentum puncak pergerakan wisatawan nusantara selain mudik Lebaran dan libur akhir tahun. Dia berharap momen tersebut mendorong capaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata, sekaligus menggerakkan ekonomi Gunungkidul pada kuartal kedua 2025.
Kenaikan Wisatawan Gunungkidul Secara Tahunan
DPRD Gunungkidul mengingatkan seluruh pihak untuk tidak lengah. Mitigasi bencana menjadi kunci utama menyelamatkan wisatawan dan mendukung citra pariwisata Gunungkidul sebagai destinasi aman, nyaman, dan berkelanjutan.
Badan Pusat Statistik DIY turut mencatat Gunungkidul sebagai tujuan wisatawan nusantara paling favorit hingga Juli 2025. Kepala BPS DIY Herum Fajarwati menyebut jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) ke DIY pada Mei 2025 mencapai 3.547.415 perjalanan.
Angka itu menurun 7,11 persen dibandingkan April 2025 yang mencapai 3.818.919 perjalanan. Namun, Herum mencatat jumlah tersebut masih meningkat tipis 0,48 persen dibandingkan Mei 2024.
Herum menekankan Gunungkidul mengalami lonjakan signifikan secara tahunan. Jumlah perjalanan wisnus ke Gunungkidul naik 19,50 persen year-on-year. Gunungkidul mencatat kenaikan perjalanan wisnus tertinggi dengan angka fantastis 40,29 persen.
Meskipun kunjungan wisatawan mancanegara belum sepenuhnya pulih, dia memastikan wisatawan nusantara masih mendominasi pergerakan pariwisata DIY. Herum menyebut Gunungkidul terus menjadi destinasi andalan dengan pantai dan desa wisatanya yang memikat.