Kurangi Kemiskinan, Kulon Progo Giatkan Serasi Penangkisku demi Masa Depan Lebih Sejahtera

Bagikan :
Kulon Progo Giatkan Serasi Penangkisku/Foto: Pemkab Kulon Progo

KABARJAWA – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terus menyiapkan langkah konkret untuk menekan angka kemiskinan di wilayahnya. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, angka kemiskinan di Kulon Progo pada Maret 2024 masih berada di angka 16,87 persen, setara dengan sekitar 67.720 jiwa dari total penduduk kabupaten ini.

Angka ini menurun tipis dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 17,08 persen, tapi tetap menjadi salah satu yang tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Bupati Kulon Progo, Dr. Agung Setyawan, menyadari penurunan kemiskinan tersebut belum signifikan.

Program Serasi Penangkisku

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menyiapkan berbagai strategi melalui program Serasi Penangkisku (Sinergi Kolaborasi Penanggulangan Kemiskinan Kulon Progo). Program ini menjadi payung bagi seluruh inisiatif lintas sektor yang bertujuan menuntaskan akar persoalan kemiskinan secara menyeluruh.

Bupati Agung Setyawan menegaskan pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menanggulangi kemiskinan. Ia meminta semua pihak berkolaborasi.

“Kami melibatkan pemerintah, dunia usaha, lembaga sosial, dan masyarakat sendiri. Dengan kolaborasi yang serasi, kami ingin membangun kemandirian warga dan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Baca juga  Bantuan Pengembangan Ayam Petelur Merah Putih Gelombang Kedua: Pemkab Kulon Progo Perkuat Ketahanan Pangan

Bupati Kulon Progo memastikan Serasi Penangkisku menjadi pedoman bagi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi penanggulangan kemiskinan. Ia memerintahkan seluruh organisasi perangkat daerah untuk mengacu pada inovasi ini.

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo saat ini juga sedang mereview Peraturan Daerah Nomor 19 Tahun 2019 tentang Penanggulangan Kemiskinan agar lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat miskin dan rentan miskin.

Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, menegaskan kemiskinan di Kulon Progo tidak hanya berasal dari faktor ekonomi. Ia meminta semua pihak memahami bahwa kemiskinan juga terkait budaya, sosial, dan struktur masyarakat.

“Kami harus mengkaji lebih komprehensif. Mungkin penyebab kemiskinan ada di faktor budaya atau struktur. Maka inovasi Serasi Penangkisku menjadi sangat penting,” jelasnya.

Ambar Purwoko kini menjabat Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kulon Progo berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nomor 202/A/2025. Ia mengaku akan mengawal langsung inovasi Serasi Penangkisku.

“Walaupun program ini diawali inovasi aksi perubahan, namun harus tetap dilanjutkan dan berkelanjutan,” tegasnya saat memimpin Rapat Koordinasi TKPK beberapa waktu lalu.

Baca juga  Kulon Progo Job Fair 2025: Buka 2.028 Lowongan, Pemkab Kejar Pengurangan Kemiskinan 15,62 Persen

Kepala BPS Kulon Progo, Sumarwiyanto, menyatakan BPS mendukung penuh Serasi Penangkisku. Ia menilai inovasi penanggulangan kemiskinan harus berbasis data yang akurat dan komprehensif.

“BPS sebagai mitra pemerintah daerah dalam penyediaan data mendukung inovasi ini. Kami berharap program ini memberikan dampak besar dalam pengurangan kemiskinan di Kulon Progo karena dimulai dari perubahan peraturan,” ujarnya.

Sumarwiyanto menambahkan bahwa BPS siap menyediakan data terbaru dan melakukan pemutakhiran untuk membantu pemerintah. Ia menekankan data akurat akan memudahkan identifikasi rumah tangga miskin dan perumusan intervensi yang lebih tepat sasaran.

Aksi Lintas Sektor

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo kini bergerak cepat melaksanakan Serasi Penangkisku. Mereka menyusun rencana aksi lintas sektor yang melibatkan Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan berbagai lembaga terkait lainnya.

Pemerintah desa juga terlibat untuk memastikan program ini menjangkau langsung kelompok rentan miskin dan ekstrem miskin.

Masyarakat menyambut baik langkah pemerintah. Beberapa warga penerima bantuan menyampaikan harapannya agar program ini tidak hanya memberikan bantuan sementara, melainkan juga pelatihan usaha, akses modal, dan pendampingan yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga miskin.

Baca juga  Realisasi Investasi Gunungkidul Capai Rp217 Miliar pada Triwulan I 2026

Serasi Penangkisku menjadi wujud nyata komitmen Kulon Progo menghapus kemiskinan ekstrem pada 2025 dan menurunkan angka kemiskinan di bawah 10 persen pada 2030 sesuai target Sustainable Development Goals (SDGs).

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terus menegaskan bahwa penanggulangan kemiskinan bukan sekadar kewajiban, tetapi tanggung jawab moral untuk mewujudkan masa depan yang lebih adil dan sejahtera bagi seluruh masyarakatnya. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Messi memimpin Argentina juara Piala Dunia 2022 setelah menang adu penalti atas Prancis dalam final dramatis di Qatar.
Pada Tahun Berapa Messi Memimpin Argentina Meraih Gelar Piala Dunia?
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya