
KABARJAWA – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul akhirnya mengambil langkah besar dengan melebur Dinas Pemuda dan Olahraga bersama Dinas Pariwisata demi menggenjot sektor sport tourism.
DPRD Gunungkidul menyetujui keputusan ini dalam rapat paripurna yang berlangsung dramatis pada Rabu (2/7/2025), bersamaan dengan pembahasan sejumlah perubahan struktur organisasi perangkat daerah lainnya.
Tujuan Gunungkidul Melebur Dinas Pemuda dan Pariwisata
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menegaskan bahwa pemerintah sengaja menggabungkan kedua dinas tersebut agar pengelolaan event olahraga dan promosi wisata berjalan terpadu serta efisien. Endah menyampaikan pernyataan itu dengan nada yakin seusai rapat paripurna.
“Jadi, ini kita arahkan ke sport tourism. Kemarin, kan Dinas Pendidikan terlalu besar kalau digabung, makanya dipisah. Ke depan, Dinas Pemuda dan Olahraga akan kita gabungkan dengan Dinas Pariwisata,” tegas Endah dengan sorot mata serius.
Endah mengaku sudah berkonsultasi dengan kementerian terkait sebelum menetapkan keputusan penting ini. Ia memastikan kebijakan tersebut sejalan dengan tren pengembangan sektor pemuda dan olahraga di tingkat provinsi hingga nasional.
Endah percaya sport tourism dapat mendongkrak kunjungan wisata sekaligus memberi ruang kreatif bagi generasi muda Gunungkidul yang haus tantangan.
Dukungan terhadap Peleburan Dua Dinas
Ketua DPRD Gunungkidul Endang Sri Sumiyartini juga menyuarakan dukungan penuh terhadap kebijakan strategis ini.
Endang menilai Gunungkidul memiliki kekuatan besar untuk mengembangkan sport tourism secara serius. Ia menatap para anggota dewan sembari menekankan potensi wisata alam Gunungkidul yang luar biasa.
“Harapannya kalau sudah satu pintu, koordinasi kegiatan olahraga dengan pariwisata akan lebih mudah. Juga supaya optimal untuk mendongkrak ekonomi daerah,” ujar Endang lantang di hadapan forum paripurna.
Setelah DPRD menyetujui peleburan tersebut, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul langsung memproses rencana itu untuk dikirim ke Pemerintah Provinsi DIY.
Pemkab berharap pemerintah provinsi segera memberi lampu hijau agar kebijakan baru tersebut dapat berlaku tanpa kendala administrasi.
Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dispar Gunungkidul menegaskan bahwa pariwisata Gunungkidul memiliki segudang daya tarik yang siap dioptimalkan dengan peleburan dinas ini.
Ia menyebut geowisata kawasan Karst Gunung Sewu yang telah berstatus UNESCO Global Geopark sebagai salah satu magnet wisata utama.
Ia menatap data di layar laptop sambil menjelaskan potensi tebing pantai, goa-goa eksotis, dan wisata petualangan.
“Adventure tourism seperti cave tubing, caving, rock climbing, surfing, ini juga sangat diminati wisatawan muda dan komunitas internasional. Kami juga mengarah ke pariwisata berkelanjutan, seperti ekowisata berbasis konservasi yang cocok untuk wisatawan Eropa dan Jepang,” paparnya penuh semangat.
Ia memastikan wisata budaya dan desa wisata tetap dikembangkan. Pemerintah daerah terus menawarkan pengalaman tinggal bersama warga, pelatihan membatik, bermain gamelan, hingga wisata kuliner lokal yang memikat lidah para pelancong.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul meyakini peleburan dinas ini akan memperkuat kolaborasi promosi pariwisata dan penyelenggaraan event olahraga.
Strategi ini akan membuka peluang emas bagi Gunungkidul untuk mendunia sebagai destinasi sport tourism unggulan di Indonesia.
Dengan langkah ini, Gunungkidul menegaskan diri sebagai daerah yang tidak hanya kaya alam dan budaya, tetapi juga siap menaklukkan tantangan zaman melalui wisata olahraga berkelas internasional serta menumbuhkan ekonomi rakyat. (ef linangkung)