Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran 1,3 Km ke Arah Kali Krasak pada Senin Siang

Bagikan :
Gunung Merapi meluncurkan awan panas guguran ke arah Kali Krasak yang terpantau dari pos pemantauan BPPTKG.

KabarJawa.com – Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik pada Senin (9/3/2026) siang. Awan panas guguran terpantau meluncur dari puncak gunung api tersebut sejauh sekitar 1,3 kilometer ke arah barat daya menuju hulu Kali Krasak.

Peristiwa itu terjadi saat status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada tingkat Siaga (Level III) yang telah ditetapkan sejak 5 November 2020.

Aktivitas tersebut tercatat melalui instrumen pemantauan seismik serta pengamatan visual dari pos pemantauan gunung api.

Awan Panas Tercatat Selama 122 Detik

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan awan panas guguran terjadi pada pukul 10.37 WIB. Guguran material panas berasal dari kubah lava di puncak Merapi dan bergerak cepat menuruni lereng gunung.

Instrumen pemantauan mencatat amplitudo maksimum mencapai 28 milimeter dengan durasi kejadian selama 122,26 detik.

Awan panas tersebut bergerak mengikuti morfologi lereng menuju sektor barat daya, tepatnya ke arah alur Kali Krasak.

Pada saat kejadian, arah angin terpantau bertiup ke timur. Kondisi ini membuat potensi sebaran abu vulkanik cenderung bergerak menjauhi jalur luncuran awan panas.

Baca juga  Gunungkidul Bagikan Sepasang Ayam Kampung untuk Cegah Stunting

Kepala BPPTKG, Agus Budi Santosa, menjelaskan bahwa fenomena tersebut merupakan bagian dari dinamika aktivitas Gunung Merapi yang masih dipengaruhi suplai magma dari dalam tubuh gunung.

Ia menyebut awan panas guguran umumnya terjadi akibat runtuhan material dari kubah lava yang terus mengalami pertumbuhan di puncak Merapi.

Aktivitas Vulkanik Masih Terpantau Intens

Laporan aktivitas gunung api pada periode pengamatan 9 Maret 2026 pukul 00.00–06.00 WIB menunjukkan aktivitas vulkanik Merapi masih cukup tinggi.

Dalam periode tersebut, petugas mencatat dua kali kejadian awan panas guguran dengan amplitudo 10–43 milimeter dan durasi antara 68,81 hingga 123,24 detik.

Selain itu, tercatat pula 46 kejadian guguran lava dengan amplitudo 2–52 milimeter serta durasi 34,26 hingga 155,22 detik.

Petugas juga merekam 15 kejadian gempa hybrid atau fase banyak yang menunjukkan adanya dinamika tekanan magma di dalam tubuh gunung.

Selama periode pengamatan yang sama, terpantau 22 guguran lava yang mengarah ke sektor barat daya melalui alur Kali Krasak, Kali Bebeng, serta Kali Sat/Putih.

Baca juga  Puluhan Kali Guguran Lava Pijar Menghantam Lereng Merapi, BPPTKG Tegaskan Status Siaga Masih Berlaku

Jarak luncur maksimum guguran lava yang teramati mencapai sekitar 2 kilometer dari puncak.

“Pada waktu yang sama, kondisi visual menunjukkan asap kawah berwarna putih dengan intensitas tebal setinggi sekitar 15 meter di atas puncak,” kata Agus Budi Santosa.

Saat pengamatan berlangsung, kondisi cuaca di sekitar puncak gunung terpantau berawan. Suhu udara berkisar antara 18 hingga 20,3 derajat Celsius dengan tingkat kelembaban sekitar 87–88 persen.

Potensi Bahaya Masih Berada di Beberapa Alur Sungai

BPPTKG menyebut potensi bahaya utama aktivitas Merapi saat ini masih berupa guguran lava dan awan panas yang berpotensi meluncur melalui sejumlah alur sungai di lereng gunung.

Untuk sektor selatan hingga barat daya, potensi bahaya berada di Sungai Boyong hingga maksimal 5 kilometer dari puncak, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga jarak sekitar 7 kilometer.

Sementara pada sektor tenggara, potensi bahaya berada di Sungai Woro hingga jarak 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga sekitar 5 kilometer dari puncak.

Selain itu, jika terjadi letusan bersifat eksplosif, lontaran material vulkanik berpotensi menjangkau wilayah hingga radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Baca juga  Yogyakarta Percepat Transformasi Digital: Pajak dan Retribusi Daerah Kini Bisa Dibayar lewat QRIS

Para peneliti menyebut suplai magma yang masih berlangsung di dalam tubuh Merapi dapat memicu runtuhan kubah lava sewaktu-waktu. Proses tersebut berpotensi menghasilkan awan panas guguran yang bergerak cepat mengikuti lembah sungai di lereng gunung.

Warga Diminta Menghindari Zona Bahaya

BPPTKG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di wilayah yang termasuk dalam zona potensi bahaya yang telah ditetapkan.

Masyarakat yang tinggal di sekitar lereng Merapi juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan awan panas guguran maupun aliran lahar, terutama saat terjadi hujan di kawasan puncak gunung.

Selain itu, masyarakat diminta mengantisipasi kemungkinan sebaran abu vulkanik yang dapat berdampak pada kesehatan serta aktivitas sehari-hari.

Pemantauan aktivitas Gunung Merapi saat ini terus dilakukan secara intensif melalui jaringan seismik, pengamatan visual, serta berbagai teknologi pemantauan deformasi gunung api.

Selama status Siaga (Level III) masih diberlakukan, otoritas pemantauan gunung api menyatakan dinamika aktivitas Merapi dapat berubah sewaktu-waktu sehingga masyarakat diminta mengikuti rekomendasi resmi dari lembaga terkait.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid