Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas 1 Kilometer Selasa Sore, Aktivitas Vulkanik Kian Menguat

Bagikan :
Awan Panas Merapi/Foto: Istimewa

KabarJawa.com– Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan pada Selasa sore, 27 Januari 2026.

Lalu, awan panas guguran Merapi meluncur sejauh satu kilometer, memicu kewaspadaan tinggi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Awan Panas Merapi Selasa Sore

Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat peristiwa awan panas guguran tersebut terjadi pada pukul 16.13 WIB.

Awan panas meluncur sejauh 1.000 meter ke arah barat daya, tepatnya menuju hulu Kali Boyong, sementara arah angin bertiup ke timur.

PVMBG merekam awan panas tersebut dengan amplitudo maksimum 39,07 mm dan durasi 109,32 detik, menandakan energi guguran yang cukup kuat. Aktivitas ini kembali menegaskan bahwa suplai magma di Gunung Merapi masih berlangsung aktif.

Dalam laporan aktivitas gunung api periode pengamatan 26 Januari 2026 pukul 06.00–12.00 WIB, PVMBG menyebutkan kondisi Gunung Merapi masih sangat dinamis. Gunung setinggi 2.968 meter di atas permukaan laut itu berada di wilayah Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten.

Baca juga  Merapi Luncurkan Awan Panas 2 Km ke Barat Daya pada Rabu Malam, BPPTKG Tegaskan Ancaman Masih Tinggi

Secara meteorologis, kawasan Gunung Merapi mengalami cuaca yang bervariasi, mulai dari cerah, berawan, mendung, hingga hujan.

Angin bertiup tenang ke arah timur dengan suhu udara berkisar 24,3–24,7 derajat Celsius. Kelembapan udara tercatat 69–72,2 persen, sedangkan tekanan udara berada pada rentang 873,8–917,8 mmHg.

Petugas pengamat gunung api melaporkan visual Gunung Merapi terlihat jelas hingga tertutup kabut tipis. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi sekitar 10 meter di atas puncak kawah.

Dari sisi kegempaan, PVMBG mencatat 23 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–23 mm dan durasi 54,14–161,33 detik.

Selain itu, petugas juga merekam 22 kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 2–29 mm, selisih waktu S–P 0,2–0,6 detik, serta durasi 10,37–39,84 detik.

Data tersebut menunjukkan pergerakan material magma masih aktif di dalam tubuh Gunung Merapi.

Guguran Lava

Selain awan panas, PVMBG juga mengamati empat kali guguran lava pijar yang meluncur ke arah barat daya, tepatnya menuju Kali Sat/Putih dan Kali Bebeng.

Baca juga  Event Hari Kebudayaan Jogja 2025 Resmi Digelar Hari Ini: Ada Konser Isyana Sarasvati, Mulai Jam Berapa?

Guguran lava tersebut mencapai jarak luncur maksimum 2.000 meter, memperkuat potensi bahaya di sektor selatan hingga barat daya gunung. Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Merapi tetap berada pada Level III (Siaga).

Potensi bahaya utama Gunung Merapi saat ini berupa guguran lava dan awan panas guguran. Ancaman tersebut mencakup sektor selatan–barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.

Pada sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh 5 kilometer. PVMBG juga mengingatkan bahwa lontaran material vulkanik akibat letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

Sebaiknya, masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di zona potensi bahaya. Badan Geologi juga mengimbau warga agar mewaspadai ancaman awan panas guguran dan lahar, terutama saat hujan turun di kawasan Gunung Merapi.

Selain itu, masyarakat perlu mengantisipasi gangguan abu vulkanik yang dapat muncul sewaktu-waktu akibat erupsi. PVMBG menegaskan akan segera meninjau kembali status aktivitas Gunung Merapi apabila terjadi perubahan signifikan.

Baca juga  Rocky Gerung Tegaskan Yogyakarta Harus jadi Benteng Terakhir Akal Sehat, Tolak Menjadi Kandang Gajah Politik Pragmatis

Kewaspadaan dan kepatuhan terhadap rekomendasi resmi menjadi kunci utama keselamatan masyarakat di sekitarnya. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya