Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas 1 Kilometer pada Sabtu Malam, Status Siaga Level III Tetap Berlaku

Bagikan :
Awan panas guguran Gunung Merapi mengarah ke sektor barat daya pada Sabtu malam, 17 Januari 2026. (BPPTKG)

KabarJawa.com – Gunung Merapi kembali mencatatkan aktivitas vulkanik pada Sabtu malam, 17 Januari 2026.

Pada pukul 21.13 WIB, gunung api yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah itu meluncurkan awan panas guguran sejauh sekitar satu kilometer ke arah barat daya.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan awan panas tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 75 milimeter dan durasi 102,25 detik.

Kepala BPPTKG Agus Budi Santisa menyatakan kejadian ini menunjukkan bahwa suplai magma ke permukaan masih berlangsung dan berpotensi memicu kejadian serupa.

“Gunung Merapi masih berada pada fase aktif. Awan panas guguran yang terjadi Sabtu malam meluncur sejauh kurang lebih 1.000 meter ke sektor barat daya. Kondisi visual tertutup kabut, namun data seismik terekam dengan jelas,” kata Agus Budi Santisa.

Aktivitas Vulkanik pada Malam Pengamatan

Awan panas terjadi saat kondisi cuaca berawan dan mendung. Kabut tebal menutupi puncak gunung sehingga pengamatan visual terbatas.

Berdasarkan data pos pengamatan, angin bertiup lemah ke arah barat laut, suhu udara berada pada kisaran 18,3–20 derajat Celsius, dan kelembapan mencapai 98–99 persen.

Baca juga  Mudik Lebaran 2025: Stasiun Tugu Yogyakarta Dipadati Pemudik, KAI Sediakan 411 Ribu Kursi

Dalam rentang waktu pengamatan pukul 18.00–24.00 WIB, BPPTKG juga mencatat 36 kali guguran lava dengan amplitudo 2–17 milimeter dan durasi maksimum 254 detik. Selain itu, terekam 23 kali gempa hybrid atau fase banyak yang mengindikasikan pergerakan magma di dalam tubuh gunung.

Guguran Lava hingga 1,7 Kilometer

Selain awan panas, aktivitas guguran lava pijar juga teramati mengarah ke sejumlah alur sungai di sektor barat daya. Sedikitnya 11 kali guguran tercatat mengalir melalui Kali Sat atau Kali Putih, Kali Krasak, dan Kali Bebeng, dengan jarak luncur terjauh mencapai 1.700 meter dari puncak.

Data tersebut menunjukkan bahwa potensi bahaya utama Merapi saat ini masih didominasi oleh guguran lava dan awan panas, terutama di sektor selatan hingga barat daya.

Status Siaga Masih Dipertahankan

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan status aktivitas Gunung Merapi tetap berada pada Level III atau Siaga.

Status ini telah diberlakukan sejak 5 November 2020 dan masih dipertahankan karena aktivitas vulkanik belum menunjukkan penurunan yang signifikan.

Baca juga  Sepanjang Hari Minggu, BPPTKG Catat 7 Kali Guguran Lava Pijar Gunung Merapi

PVMBG menjelaskan potensi bahaya awan panas dan guguran lava dapat mengancam daerah aliran sungai yang berhulu di puncak.

Di sektor selatan–barat daya, potensi bahaya meliputi Sungai Boyong hingga radius lima kilometer serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga tujuh kilometer. Di sektor tenggara, potensi meliputi Sungai Woro sejauh tiga kilometer dan Sungai Gendol hingga lima kilometer.

Imbauan dan Pemantauan

BPPTKG dan PVMBG mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di dalam kawasan potensi bahaya serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman awan panas guguran dan lahar, terutama saat hujan. Masyarakat juga diminta mengantisipasi kemungkinan hujan abu apabila terjadi erupsi eksplosif.

“Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung. Kondisi ini dapat memicu awan panas guguran sewaktu-waktu. Kami meminta masyarakat untuk disiplin mematuhi rekomendasi dan tidak mendekati zona berbahaya,” ujar Agus Budi Santisa.

Badan Geologi memastikan pemantauan Gunung Merapi dilakukan selama 24 jam melalui sistem visual, seismik, dan instrumen lainnya.

Apabila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, evaluasi tingkat aktivitas akan dilakukan dan informasi terbaru akan disampaikan kepada publik.

Baca juga  DJP DIY Amankan Dua Tersangka Pengemplang Pajak, Kerugian Negara Tembus Rp3 Miliar Lebih

Perkembangan aktivitas Gunung Merapi dapat diikuti melalui layanan Merapi Live Stream dan kanal resmi Badan Geologi. Informasi tersebut disediakan sebagai bagian dari upaya mitigasi untuk mengurangi risiko bencana.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya