
KABAR JAWA – Tradisi Grebeg Maulud kembali menjadi agenda utama Keraton Yogyakarta pada tahun 2025.
Perayaan ini selalu ditunggu masyarakat karena menghadirkan rangkaian prosesi sakral yang berpuncak pada pembagian gunungan, simbol kemakmuran dan rasa syukur.
Tidak hanya warga Yogyakarta, pengunjung dari berbagai daerah juga akan hadir untuk menyaksikan momen budaya yang penuh nilai sejarah tersebut.
Tahun ini, Grebeg Maulud akan berlangsung sejak akhir Agustus hingga awal September dengan berbagai agenda yang sudah diumumkan secara resmi oleh pihak Keraton Yogyakarta.
Setiap rangkaian prosesi memiliki makna tersendiri dan menjadi bagian penting dalam keseluruhan tradisi.
Rangkaian Acara Grebeg Maulud Keraton Jogja 2025
Kajian Maulid Nabi Muhammad SAW
Sebagai pembuka rangkaian, kegiatan kajian keagamaan akan digelar mulai Sabtu, 30 Agustus sampai Rabu, 3 September 2025.
Kajian ini dilaksanakan di Kagungan Dalem Masjid Gedhe setelah salat Ashar dan salat Isya.
Acara bersifat terbuka untuk masyarakat umum, sehingga siapa pun dapat mengikuti dan mengambil hikmah dari kajian ini.
Miyos Gangsa
Agenda berikutnya adalah prosesi Miyos Gangsa yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 29 Agustus 2025 mulai pukul 19.30 hingga pukul 00.00 WIB.
Lokasi acara berada di Bangsal Pancaniti (Kamandungan Lor) hingga Pagongan Masjid Gedhe.
Tradisi ini ditandai dengan penyebaran udhik-udhik oleh utusan dalem sebagai simbol berbagi rezeki.
Gladhi Resik Prajurit
Pada Minggu, 31 Agustus 2025, akan dilaksanakan Gladhi Resik Prajurit. Prosesi ini dimulai pukul 06.30 WIB hingga selesai, dengan rute Kamandungan Kidul – Keben – Pagelaran – Masjid Gedhe.
Latihan ini menampilkan kesiapan pasukan keraton yang nantinya turut serta dalam kirab puncak Grebeg.
Numplak Wajik
Salah satu prosesi yang tidak kalah menarik adalah Numplak Wajik. Acara ini akan berlangsung pada Selasa, 2 September 2025 pukul 15.30 WIB di Panti Pareden, Komplek Magangan, Keraton Yogyakarta.
Dalam tradisi ini, masyarakat dapat menyaksikan penyusunan gunungan dari hasil bumi, makanan, serta jajanan tradisional yang kelak akan diperebutkan pada puncak acara.
Kondur Gangsa
Keesokan harinya, Kamis, 4 September 2025, prosesi Kondur Gangsa digelar di Pagongan dan Halaman Masjid Gedhe. Acara berlangsung mulai pukul 19.00 WIB hingga tengah malam.
Prosesi ini diawali dengan penyebaran udhik-udhik oleh Ngarsa Dalem, lalu dilanjutkan dengan jengkar Ngarsa Dalem melalui prosesi Jejak Banon yang penuh makna simbolis.
Mbethak (Tertutup)
Masih di hari yang sama, Kamis 4 September 2025 pukul 19.00 WIB, dilaksanakan prosesi Mbethak di Bangsal Sekar Kedhaton.
Acara ini bersifat tertutup dan berlanjut hingga Jumat, 5 September 2025 pukul 05.00 WIB.
Garebeg Mulud: Puncak Acara
Hari Jumat, 5 September 2025 menjadi puncak perayaan Grebeg Maulud. Prosesi dimulai pukul 09.00 WIB dari Pagelaran Keraton Yogyakarta menuju Masjid Gedhe.
Di sinilah gunungan yang disusun sebelumnya akan dikirab dan akhirnya diperebutkan oleh masyarakat.
Gunungan tersebut melambangkan berkah dan kesejahteraan, sehingga masyarakat percaya bahwa mendapat bagian dari gunungan membawa keberuntungan.
Pisowanan Garebeg Mulud Dal (Tertutup)
Masih di hari yang sama pada Jumat, 5 September 2025 pukul 11.00 WIB, digelar Pisowanan Garebeg Mulud Dal yang berlangsung di Kagungan Dalem Bangsal Kencana. Prosesi ini bersifat tertutup dan hanya dihadiri kalangan tertentu.
Ringgitan Bedhol Songsong (Tertutup)
Sebagai penutup rangkaian, pada Jumat, 5 September 2025 pukul 19.30 WIB akan diadakan Ringgitan Bedhol Songsong di Tratag Gedhong Prabayeksa. Sama seperti beberapa agenda lainnya, prosesi ini bersifat tertutup. Namun, masyarakat tetap bisa menyaksikannya melalui siaran langsung di kanal YouTube resmi Kraton Jogja.
Grebeg Maulud Keraton Jogja 2025 Mulai Jam Berapa?
Jika melihat jadwal resmi, acara puncak Grebeg Maulud Keraton Yogyakarta 2025 akan dilaksanakan pada Jumat, 5 September 2025. Prosesi kirab gunungan dimulai tepat pukul 09.00 WIB.
Namun, masyarakat yang ingin mengikuti rangkaian acara secara lengkap dapat hadir sejak kegiatan pembuka karena setiap prosesi memiliki nilai budaya yang sangat berharga.
Yang jelas, kini diketahui bahwa Grebeg Maulud bukan hanya sekadar acara tahunan, melainkan bagian penting dari warisan budaya Keraton Yogyakarta yang terus dilestarikan.***