
KABARJAWA – Pemerintah Kota Yogyakarta terus menunjukkan keseriusannya menjaga ketersediaan stok darah demi keselamatan masyarakat. Tidak hanya mengandalkan rumah sakit dan PMI, Pemkot kini menggandeng sektor swasta untuk ikut berperan aktif.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menegaskan bahwa dunia usaha tidak hanya berperan sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga sebagai bagian penting dalam memperkuat solidaritas sosial.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran swasta yang selama ini telah berinisiatif menyelenggarakan donor darah dan layanan kesehatan gratis. Hal ini bukan hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi juga wujud nyata kontribusi dunia usaha dalam memperkuat solidaritas di tengah masyarakat,” tegas Wawan.
Wawan menekankan bahwa kebutuhan darah selalu meningkat di setiap rumah sakit, baik pemerintah maupun swasta. Ia mengingatkan bahwa darah menjadi salah satu komponen medis yang tidak bisa diproduksi secara buatan, sehingga hanya bisa diperoleh dari kepedulian sesama.
“Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, stok darah dapat lebih terjamin untuk membantu pasien yang membutuhkan. Kegiatan ini menyelamatkan nyawa banyak orang, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan di masyarakat,” ujarnya.
Wawan juga ikut mencoba layanan cek mata gratis yang disediakan panitia. Ia merasakan langsung manfaatnya dan menilai kegiatan kesehatan semacam donor darah ini sangat penting bagi masyarakat.
“Saya merasakan sendiri manfaat dari layanan gratis ini. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan dirasakan lebih banyak masyarakat,” kata Wawan.
Hotel Sediakan Layanan Kesehatan Gratis
General Manager Top Malioboro Hotel Jogja, Maria Veronika, mengungkapkan bahwa pihaknya tidak hanya ingin menyelenggarakan donor darah semata. Manajemen hotel menghadirkan berbagai layanan kesehatan tambahan agar masyarakat benar-benar merasakan manfaat yang nyata.
“Kami ingin kegiatan ini memiliki manfaat yang lebih luas. Karena itu selain donor darah, kami juga bekerja sama dengan mitra kesehatan untuk memberikan layanan tambahan seperti pemeriksaan mata, servis kacamata gratis, serta konsultasi penglihatan. Semua layanan ini kami sediakan secara gratis untuk peserta yang hadir,” jelas Maria.
Maria berharap kegiatan sosial semacam ini tidak berhenti sebagai acara seremonial, melainkan bisa menjadi agenda berkelanjutan. Menurutnya, kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah mampu membangun tradisi positif yang mengakar di masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi tradisi positif, tidak hanya di hotel kami, tetapi juga di banyak institusi lain di Kota Yogyakarta. Dengan kebersamaan, kita bisa menjaga kesehatan masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat solidaritas,” pungkasnya.