Geruduk Kantor Kalurahan Natah, Puluhan Warga Pertanyakan Penyertaan Modal BUMDes Selama 7 Tahun 

Bagikan :
Warga Geruduk Kantor Kalurahan Natah/Foto; Istimewa

KabarJawa.com– Suasana tegang menyelimuti Kantor Kalurahan Natah, Kapanewon Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, Kamis (5/2/2026).

Puluhan warga yang tergabung dalam Forum Peduli Masyarakat Natah Bersatu bersama Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Gunungkidul dan DIY mendatangi kantor kalurahan.

Mereka menuntut kejelasan penggunaan Dana Desa sebagai penyertaan modal Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sejak tahun 2017 hingga 2024.

Warga secara langsung menggeruduk ruang audiensi Pemerintah Kalurahan Natah dan menyampaikan kegelisahan yang selama bertahun-tahun mereka pendam.

Mereka mempertanyakan keberadaan aset, unit usaha, serta hasil konkret dari penyertaan modal BUMDes yang selama tujuh tahun terakhir tidak memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat desa.

Audiensi Warga Kalurahan Natah

Audiensi yang semula berlangsung formal berubah menjadi forum kritik tajam. Warga secara terbuka menilai paparan jajaran Pemerintah Kalurahan Natah hanya menampilkan laporan administratif tanpa menyentuh substansi persoalan di lapangan.

Mereka menilai laporan tersebut tidak sebanding dengan kondisi riil yang mereka saksikan sehari-hari. Koordinator Forum Peduli Masyarakat Natah Bersatu, Suharsono, secara lantang menyampaikan kekecewaan di hadapan aparat kalurahan.

Baca juga  SD Kanisius Bandung I Tolak Satu-satunya Pendaftar, demi Masa Depan Sosial Anak

Ia menegaskan bahwa pemerintah desa gagal menunjukkan bukti fisik atas penggunaan dana desa yang dikucurkan untuk BUMDes selama bertahun-tahun.

Suharsono menyatakan bahwa pihak kalurahan hanya mampu menunjukkan tumpukan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) tanpa mampu membuktikan keberadaan aset secara faktual.

Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak datang untuk melihat angka-angka di atas kertas, melainkan ingin mengetahui wujud nyata dari uang rakyat yang telah digelontorkan sejak 2017.

“Kami datang ke sini bukan untuk melihat laporan yang rapi di atas meja. Kami ingin tahu uang rakyat itu berubah menjadi apa. Mana barangnya, mana unit usahanya, dan mana hasilnya untuk masyarakat. Jika hanya laporan tertulis, siapa pun bisa membuatnya. Transparansi itu soal fakta, bukan sekadar administrasi,” tegas Suharsono usai audiensi.

Ia menambahkan bahwa akumulasi Dana Desa yang terus mengalir ke BUMDes seharusnya sudah menghasilkan aset yang jelas dan berkontribusi langsung terhadap perekonomian warga. Namun, hingga kini, masyarakat justru menghadapi kebingungan dan tanda tanya besar.

Kritik warga mencerminkan kegelisahan mendalam terhadap tata kelola keuangan desa. Suharsono menilai terdapat jurang yang lebar antara laporan pertanggungjawaban yang disampaikan pemerintah kalurahan dengan realitas di lapangan.

Baca juga  Aktivasi Coretax Serentak di Yogyakarta, Pemda DIY–Polda–Korem 072/Pamungkas Perkuat Kepatuhan Pajak

“Kami menanyakan aset secara faktual, tetapi pihak kalurahan hanya menunjukkan laporan tertulis. Bagi kami, ini menunjukkan kegagalan dalam menjalankan akuntabilitas publik. Jangan sampai Dana Desa hanya berputar sebagai angka di laporan, sementara wujud fisiknya nihil,” ujarnya.

Pemerintah Kalurahan Bertahan pada Dalih Administratif

Suharsono juga mengungkapkan bahwa sebelumnya telah berulang kali mempertanyakan laporan pertanggungjawaban tersebut kepada Pemerintah Kalurahan Natah.

“Kami juga sudah menanyakan hal ini kepada Bamuskal, tetapi kami melihat kesan saling menutupi. Situasi ini semakin memperkuat kecurigaan masyarakat,” tambahnya.

Di sisi lain, Pemerintah Kalurahan Natah berupaya memberikan klarifikasi. Pihak kalurahan menyatakan bahwa seluruh penggunaan Dana Desa untuk BUMDes telah mereka laporkan sesuai dengan regulasi dan prosedur administrasi yang berlaku.

Namun, argumen tersebut tidak mampu meredam kekecewaan warga. Mereka menegaskan bahwa kepatuhan administratif tidak dapat menggantikan kewajiban pemerintah desa untuk menunjukkan bukti fisik aset dan manfaat nyata bagi masyarakat.

Warga menilai bahwa laporan administrasi tanpa transparansi aset justru berpotensi mencederai kepercayaan publik terhadap pemerintah kalurahan.

Baca juga  Sultan HB X Terbitkan SE Larangan Perusahaan Tahan Ijazah Pekerja di DIY

Karena audiensi belum menghasilkan titik temu, Forum Peduli Masyarakat Natah Bersatu secara resmi mendesak audiensi lanjutan yang lebih terbuka dan detail.

Mereka menuntut pemerintah kalurahan menunjukkan seluruh aset BUMDes secara nyata dan dapat diakses publik.

“Kami tidak akan berhenti sampai di sini. Kami menuntut audiensi lanjutan dengan data yang jelas dan bukti fisik yang bisa kami lihat langsung. Jika pemerintah desa bersih, tidak ada alasan untuk ragu membuka semuanya secara transparan,” tegas Suharsono. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid