Erupsi Merapi Hari Ini: 3 Kali Guguran Lava Terpantau Meluncur ke Arah Kali Sat/Putih, Warga Diminta Waspada Lahar Dingin

Bagikan :
Erupsi Merapi hari ini Sabtu, 27 Desember 2025 (Dok. Badan Geologi)

KabarJawa.com – Aktivitas Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan yang signifikan. Berdasarkan laporan resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), pada pengamatan Sabtu pagi 27 Desember 2025, teramati tiga kali guguran lava yang meluncur ke arah Kali Sat/Putih.

Guguran tersebut tercatat terjadi pada periode pukul 00.00 hingga 06.00 WIB dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter.

Dengan demikian, kondisi ini menandakan aktivitas erupsi efusif Merapi masih berlangsung dan perlu menjadi perhatian warga masyarakat sekitar gunung tersebut.

Kondisi Merapi Periode 00.00-06.00 WIB

Pada pengamatan dini hari, kondisi visual Gunung Merapi dilaporkan sebagai berikut:

  • Gunung api tertutup kabut level 0 hingga III
  • Asap kawah nihil
  • Cuaca mendung
  • Arah angin tenang ke barat

Kondisi tersebut membuat pengamatan visual terbatas, meskipun aktivitas guguran lava tetap terdeteksi oleh pihak terkait.

Aktivitas Kegempaan Dini Hari

Selain guguran lava, BPPTKG juga mencatat peningkatan aktivitas seismik. Menurut laporan tertulis penyusun laporan BPPTKG, Rachmad Widyo Laksono, rincian kegempaan meliputi:

Baca juga  Gus Ipul Tegaskan Pentingnya Kerjasama Daerah untuk Kesejahteraan Sosial

36 kali gempa guguran

  • Amplitudo 2 hingga 29 mm
  • Durasi 64,45 hingga 178,69 detik

16 kali gempa hybrid atau fase banyak

  • Amplitudo 2 hingga 29 mm
  • S P tidak teramati
  • Durasi 10,67 hingga 31,11 detik

Rekomendasi BPPTKG Periode Dini Hari

BPPTKG menegaskan bahwa potensi bahaya utama Gunung Merapi saat ini masih berupa guguran lava dan awan panas guguran.

Rekomendasi resmi BPPTKG:

  • Potensi bahaya sektor selatan hingga barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer
  • Potensi bahaya sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh maksimal 5 kilometer
  • Lontaran material vulkanik jika terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak
  • Masyarakat dilarang beraktivitas di daerah potensi bahaya
  • Warga diminta mewaspadai lahar dan awan panas guguran, terutama saat terjadi hujan
  • Antisipasi gangguan akibat abu vulkanik
  • Status aktivitas akan ditinjau ulang jika terjadi perubahan signifikan

Pemantauan Lanjutan Periode 06.00-12.00 WIB

Pada periode siang hari, kondisi visual Merapi mengalami perubahan.

Baca juga  Wayang Gedhog Langka dan Topo Bisu Mubeng Beteng Hidupkan Malam 1 Suro di Yogyakarta

Hasil pengamatan:

  • Gunung api terlihat jelas
  • Asap kawah utama berwarna putih, intensitas tipis
  • Tinggi asap sekitar 10 meter dari puncak
  • Cuaca berawan
  • Angin lemah ke arah barat

Aktivitas Kegempaan Siang Hari

Berdasarkan laporan lanjutan yang disusun Tri Mujiyanta, kegempaan yang tercatat pada periode 06.00 hingga 12.00 WIB meliputi:

2 kali gempa awan panas guguran

  • Amplitudo 19 hingga 28 mm
  • Durasi 115,66 hingga 130,3 detik

27 kali gempa guguran

  • Amplitudo 2 hingga 24 mm
  • Durasi 55,09 hingga 146,76 detik

8 kali gempa hybrid atau fase banyak

  • Amplitudo 4 hingga 26 mm
  • S P tidak teramati
  • Durasi 14,03 hingga 41,26 detik

1 kali gempa tektonik jauh

  • Amplitudo 22 mm
  • Durasi 121,15 detik

Adapun salah satu rekomendasi bagi warga masyarakat sekitar saat ini yaitu mewaspadai lahar serta wan panas di sekitar gunung aktif tersebut.

“Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi,” ucap Tri Mujiyanta, dilansir KabarJawa.com pada Sabtu, 27 Desember 2025.

Baca juga  Awan Panas Guguran Gunung Merapi Meluncur Jumat Sore, BPPTKG Minta Warga Waspadai Zona Bahaya

Penampakan Visual dan Status Terkini

Sementara itu, berdasarkan laporan yang diterima, aktivitas Merapi terlihat secara visual pada rentang pukul 09.41 hingga 10.10 WIB.

Bahkan, sekitar pukul 10.27 WIB, kembali teramati aktivitas tinggi dari area puncak. Adapun aktivitas serupa dilaporkan terjadi sekitar pukul 09.41 WIB dan 10.09 WIB.

Sementara itu, Gunung Merapi masih berada pada Status Level III atau Siaga. Sehingga, warga masyarakat, khususnya yang bermukim di sekitar alur sungai berhulu Merapi, diimbau agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lahar dingin, terutama saat terjadi hujan di seputar gunung.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya