Awan Panas Guguran Gunung Merapi Meluncur Jumat Sore, BPPTKG Minta Warga Waspadai Zona Bahaya

Bagikan :
BPPTKG melaporkan awan panas guguran Gunung Merapi Jumat, 05/06/2026 Pukul 15:24 WIB, amplitudo maks 49,54 mm, durasi 132,71 detik. Visual berkabut. (BPPTKG)

KabarJawa.com – Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang tinggi pada Jumat (5/6/2026). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan terjadinya awan panas guguran pada siang hari di tengah kondisi puncak yang tertutup kabut.

Peristiwa tersebut menjadi salah satu aktivitas signifikan yang tercatat selama periode pengamatan hari itu. Hingga Jumat sore, status Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga.

Kepala BPPTKG, Agus Budi Santosa, mengatakan aktivitas vulkanik Merapi masih dipengaruhi suplai magma yang terus berlangsung di bawah permukaan.

Awan Panas Guguran Tercatat Pukul 15.24 WIB

Berdasarkan laporan BPPTKG, awan panas guguran terjadi pada pukul 15.24 WIB. Instrumen pemantauan mencatat amplitudo maksimum mencapai 49,54 milimeter dengan durasi 132,71 detik.

Saat kejadian, kondisi visual puncak Merapi tertutup kabut sehingga pergerakan material panas tidak dapat diamati secara langsung dari pos pengamatan.

Meski demikian, aktivitas tersebut terekam jelas melalui peralatan seismik yang terus memantau dinamika gunung api aktif tersebut selama 24 jam.

Baca juga  Sri Purnomo jadi Tersangka Korupsi Hibah Pariwisata Rp10,9 Miliar, Sultan HB X Ingatkan Pejabat Pegang Aturan Main

Peristiwa ini menambah daftar aktivitas vulkanik yang terjadi sepanjang hari setelah sebelumnya Merapi menunjukkan intensitas kegempaan yang cukup tinggi sejak pagi.

Puluhan Gempa Vulkanik Tercatat

Dalam periode pengamatan pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, petugas mencatat berbagai aktivitas kegempaan yang masih berlangsung.

Data BPPTKG menunjukkan:

Jenis Aktivitas Jumlah
Gempa guguran 29 kali
Gempa hybrid/fase banyak 10 kali
Gempa vulkanik dangkal 3 kali
Gempa tektonik jauh 1 kali

Selain aktivitas gempa, petugas juga mengamati tiga kali guguran lava ke arah barat daya melalui hulu Kali Sat dan Kali Putih.

Jarak luncur maksimum guguran lava tercatat mencapai sekitar 2.000 meter. Data tersebut menunjukkan bahwa aktivitas internal Merapi masih berlangsung aktif dan dinamis.

Cuaca Berkabut Tutupi Puncak Merapi

Selama pengamatan berlangsung, kondisi cuaca di kawasan puncak didominasi mendung dan berawan. Angin tercatat bertiup lemah ke arah utara dengan suhu udara berkisar antara 23,3 hingga 27,5 derajat Celsius.

Tingkat kelembapan udara mencapai sekitar 81,5 persen. Kabut yang menyelimuti puncak dengan intensitas 0 hingga III membuat visualisasi aktivitas vulkanik menjadi terbatas.

Baca juga  Aktivitas Gunung Merapi 6–12 Maret 2026: 3 Awan Panas Guguran dan Ratusan Lava Pijar Ubah Bentuk Kubah Lava

Namun kondisi tersebut tidak memengaruhi sistem pemantauan seismik yang tetap bekerja secara real time.

BPPTKG: Potensi Awan Panas Masih Tinggi

Agus Budi Santosa menegaskan status Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga.

Pada level ini, potensi awan panas guguran dan guguran lava masih cukup tinggi, terutama di sektor yang berhulu langsung ke puncak Merapi.

BPPTKG menetapkan potensi bahaya sebagai berikut:

Sektor Selatan–Barat Daya

  • Kali Boyong maksimal 5 kilometer.
  • Kali Bedog maksimal 7 kilometer.
  • Kali Krasak maksimal 7 kilometer.
  • Kali Bebeng maksimal 7 kilometer.

Sektor Tenggara

  • Kali Woro maksimal 3 kilometer.
  • Kali Gendol maksimal 5 kilometer.

Bahaya Erupsi Eksplosif

  • Lontaran material vulkanik hingga radius 3 kilometer dari puncak.

Menurut BPPTKG, suplai magma yang masih berlangsung membuat aktivitas guguran lava maupun awan panas berpotensi terjadi kembali sewaktu-waktu.

Warga Diminta Menjauhi Zona Rawan

BPPTKG bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di daerah yang telah ditetapkan sebagai zona bahaya.

Masyarakat juga diminta:

  • Menjauhi alur sungai yang berhulu di Merapi.
  • Menghindari aktivitas di kawasan rawan bencana.
  • Mewaspadai potensi lahar saat hujan turun.
  • Mengantisipasi kemungkinan hujan abu vulkanik.
  • Mengikuti informasi resmi dari BPPTKG dan pemerintah daerah.
Baca juga  Aksi Pencurian Burung di Sleman, Satu Pelaku Tertangkap Warga

Peringatan tersebut penting karena ancaman tidak hanya berasal dari awan panas guguran, tetapi juga lahar yang dapat terbentuk ketika hujan mengguyur kawasan puncak.

Pemantauan Intensif Terus Dilakukan

Hingga laporan terbaru disusun, aktivitas Gunung Merapi masih terus dipantau secara intensif oleh petugas BPPTKG melalui jaringan instrumen pemantauan dan sistem MAGMA Indonesia.

Data aktivitas vulkanik terus diperbarui untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang cepat dan akurat.

Peristiwa awan panas guguran pada 5 Juni 2026 menjadi pengingat bahwa Gunung Merapi masih berada dalam fase aktif.

Dengan status Siaga Level III yang tetap berlaku, masyarakat di lereng Merapi diminta tidak lengah dan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya yang dapat muncul sewaktu-waktu.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid