Enam Sapi di Nglipar Gunungkidul Mati Terpapar PMK, Vaksinasi Dipercepat dan Peternak Terima Tali Asih

Bagikan :
Petugas Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul melakukan vaksinasi PMK pada sapi milik warga di wilayah rawan penularan. (Ist)

 

KabarJawa.com – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) kembali menjadi perhatian di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, setelah sejumlah ternak dilaporkan tidak dapat diselamatkan.

Sepanjang Januari 2026, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul mencatat kematian enam ekor sapi akibat penyakit menular tersebut.

Seluruh kasus terkonfirmasi terjadi di wilayah Kapanewon Nglipar, yang kini menjadi fokus pengawasan intensif pemerintah daerah.

Data Kasus dan Wilayah Terdampak

Kepala Bidang Kesehatan Hewan DPP Gunungkidul, Retno Widyastuti, menjelaskan bahwa setiap laporan PMK yang masuk pada periode tersebut berakhir dengan kematian ternak, meskipun upaya penanganan awal telah dilakukan.

“Pada Januari ini terdapat enam kasus PMK dan dari enam kasus tersebut seluruh ternak mati akibat terpapar PMK,” ujar Retno kepada awak media, Rabu (28/1/2026).

Menurutnya, konsentrasi kasus di satu wilayah memudahkan pemetaan risiko, sekaligus menuntut langkah cepat agar penularan tidak meluas ke kapanewon lain. Pengawasan lalu lintas ternak dan pemantauan kondisi kesehatan sapi di sekitar lokasi terdampak menjadi bagian dari strategi pengendalian.

Baca juga  6 Faskes dan 12 Kalurahan Bersinar Perkuat BNNK Bantul Tangani dan Cegah Ancaman Narkoba di Tahun 2025

Percepatan Vaksinasi dan Upaya Pencegahan

Sebagai langkah utama memutus rantai penyebaran, DPP Gunungkidul mempercepat pelaksanaan vaksinasi PMK. Hingga akhir Januari 2026, lebih dari 1.000 dosis vaksin telah disuntikkan kepada sapi dan ternak rentan di berbagai wilayah.

“Kami telah menggencarkan vaksinasi ternak dan hingga saat ini kegiatan tersebut masih terus berjalan. Vaksinasi menjadi langkah utama untuk memutus rantai penularan PMK,” jelas Retno.

Selain vaksinasi, petugas juga mengintensifkan gerakan kebersihan kandang. Disinfeksi rutin dan manajemen lingkungan ternak ditekankan untuk menekan keberadaan virus. Retno menambahkan, kesiapan fisik ternak turut menentukan efektivitas vaksin.

“Peternak perlu memastikan ternaknya sehat terlebih dahulu. Setelah itu, petugas bisa melakukan vaksinasi agar hasilnya maksimal,” tegasnya.

Perlindungan Ekonomi Peternak

Dampak PMK tidak hanya menyangkut aspek kesehatan hewan, tetapi juga keberlangsungan usaha peternak. Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyatakan bahwa pemerintah daerah telah menyalurkan tali asih kepada pemilik ternak yang sapinya mati akibat PMK. Bantuan tersebut dimaksudkan sebagai tambahan modal untuk pengadaan ternak pengganti.

Baca juga  Kampung Tangguh Kalisuci Gunungkidul Jadi Role Model Pertanian Ramah Lingkungan

“Peternak yang sapinya mati akibat PMK sudah kami berikan tali asih hari ini. Besarannya bervariasi dan disesuaikan dengan umur ternak,” kata Endah.

Penyaluran bantuan mengacu pada Peraturan Bupati Gunungkidul Nomor 10 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pemberian Kompensasi dan/atau Bantuan Pemberantasan Penyakit Hewan Menular serta Tata Cara Pemberian Kompensasi Hewan Sehat Akibat Depopulasi. Regulasi ini menjadi dasar pemberian kompensasi agar kerugian peternak dapat ditekan.

Penguatan Layanan Konsultasi dan Pelaporan

Selain bantuan finansial, Pemkab Gunungkidul juga memperkuat sistem layanan kesehatan hewan berbasis pelaporan cepat. Pemerintah akan membagikan stiker barcode kepada peternak untuk memudahkan akses konsultasi dengan DPP apabila muncul gejala PMK atau penyakit menular lain.

“Peternak bisa langsung melapor dan berkonsultasi dengan DPP melalui barcode atau melalui layanan Lapor Dokter Hewan. Dengan sistem ini, ternak yang terpapar penyakit menular bisa segera tertangani,” ujar Endah.

Melalui kombinasi vaksinasi massal, penguatan biosekuriti kandang, pemberian tali asih, serta akses konsultasi yang lebih cepat, pemerintah daerah berharap penyebaran PMK dapat dikendalikan dan sektor peternakan di Gunungkidul tetap terlindungi dari kerugian yang lebih luas.

Baca juga  Ekspansi Lahan Rest Area Tol Solo-Jogja: Akan Diperluas Menjadi 6 Hektare

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya