Dwikorita: Penanganan Bencana di Sumatera Terhambat Kesenjangan Antara Risiko dan Kapasitas

Bagikan :
Prof. Dwikorita Karnawati/Foto: Wikipedia

KabarJawa.com— Prof. Dwikorita Karnawati, Guru Besar Teknik Geologi dan Lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus pakar kebencanaan nasional, menegaskan bahwa penanganan bencana di Sumatera menghadapi kesenjangan serius antara kompleksitas risiko dan kapasitas sistem penanggulangan bencana yang tersedia.

Menurut Dwikorita, bencana yang melanda wilayah Sumatera kali ini bukan peristiwa tunggal. Bencana ini muncul akibat interaksi berbagai faktor kompleks, mulai dari kondisi geologi yang aktif dan dinamis, perubahan iklim global, hingga kerusakan lingkungan yang masif.

Tantangan Penanganan Bencana di Sumatera

Secara geologis, Sumatera memiliki pegunungan tinggi dan curam yang rapuh, bersebelahan dengan dataran rendah berupa kipas aluvial terbuka luas.

Bentuk bentang alam ini menciptakan kerentanan tinggi sekaligus medan sulit terjangkau, sehingga menambah tantangan upaya penanganan darurat di lapangan.

Interaksi antara kerentanan geologi dan anomali cuaca akibat perubahan iklim memicu terjadinya multi-bencana geo-hidrometeorologi secara beruntun. Rangkaian bencana ini biasanya berawal dari longsor dan erosi, lalu berkembang menjadi banjir bandang dan banjir besar.

Baca juga  Banjir Meluas di Grobogan Akibat Tanggul Jebol, BPBD Tetapkan Status Tanggap Darurat 14 Hari

“Dampak bencana melintasi tiga provinsi dan puluhan Daerah Aliran Sungai (DAS), dengan ribuan korban jiwa serta ratusan infrastruktur dan ribuan rumah rusak atau hilang,”kata Dwikorawati.

Pemerintah Pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan, dan berbagai pihak telah bekerja keras menangani bencana ini. Namun, Dwikorita menilai penanganan multi-bencana yang kompleks dan dinamis masih perlu peningkatan.

Mekanisme penanggulangan bencana konvensional belum memadai untuk menghadapi peristiwa berulang dengan skala besar ini.

Ia menegaskan, ketidakseimbangan antara magnitude bencana dan kapasitas penanganan memerlukan penguatan armada, teknologi, dan sumber daya manusia yang lebih masif, handal, dan tangguh.

“Kita perlu langkah cepat, tepat, taktis, dan berskala luar biasa untuk menutup kesenjangan ini,” tegasnya.

Strategi Build Back Better dan Pencegahan Bencana Susulan

Dwikorita menekankan pentingnya strategi Build Back Better yang berkelanjutan dengan target zero victims dan zero loss and damage. Ia menambahkan, rehabilitasi dan rekonstruksi harus berjalan paralel dengan upaya pencegahan, mitigasi, dan tanggap darurat.

Salah satu langkah mitigasi mendesak adalah mengurangi risiko banjir bandang susulan. Langkah ini dapat dilakukan dengan inspeksi menyeluruh di wilayah hulu DAS, mengecek endapan longsor, material rombakan, dan kayu-kayu yang masih tertahan di lereng atau alur sungai. Sumbatan alami tersebut berpotensi memicu banjir bandang saat hujan lebat.

Baca juga  Relawan dan Nakes DIY Siap Terjun ke Sumatera, Menunggu Instruksi Pusat untuk Perkuat Penanganan Bencana

Selain inspeksi, perlu dilakukan pengaliran sedimen ke hilir secara terkontrol dan pembangunan check dam bertingkat dari hulu hingga kaki gunung.

Pembersihan sedimen, lumpur, kayu gelondongan, dan bangkai hewan dari jalan, saluran irigasi, dan rumah juga harus berlangsung agar infrastruktur dapat segera berfungsi sementara menunggu hunian tetap.

Tahap rehabilitasi dan rekonstruksi harus mndapat dukungan evaluasi dan pemetaan ulang zona bahaya serta tingkat kerusakan lingkungan.

Dwikorita menekankan, semua mekanisme dan penyebab bencana harus dianalisis melalui fact-finding di lapangan dan divalidasi dengan pemodelan fisika-matematis berbasis data empiris.

Hasil pemodelan ini menjadi dasar penetapan tata ruang pascabencana, lokasi hunian tetap, dan pembangunan infrastruktur pendukung.

Pemilihan lokasi harus mempertimbangkan keamanan dari multi-bencana seperti longsor, banjir bandang, banjir, gempa bumi, tsunami, dan erupsi gunung api.

Pemulihan lingkungan, terutama di hulu DAS, harus berjalan secara paralel dan berkelanjutan agar tidak memperparah ekstremitas cuaca dan periode ulang bencana.

Dwikorita menekankan keterlibatan pemerintah daerah, relawan, NGO, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat lokal sangat penting dalam rehabilitasi dan rekonstruksi.

Baca juga  Tidak Ada PHK Guru Non-ASN di DIY, Masa Tugas Diperpanjang hingga 2026

Pendekatan partisipatif ini menjamin hunian dan sarana prasarana sesuai kebutuhan, kondisi sosial, dan budaya setempat.

Mengingat luasnya wilayah terdampak, Dwikorita menyarankan pembentukan badan khusus pemulihan pascabencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

Model ini meniru Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh pascatsunami 2004, dengan kepemimpinan kuat dan dukungan sumber daya manusia berpengalaman. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid