
KabarJawa.com-Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menegaskan kesiapan penuh untuk mengirim relawan dan tenaga kesehatan guna memperkuat penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Meski demikian, seluruh proses pemberangkatan masih menunggu instruksi resmi dari pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Kementerian Kesehatan.
Relawan DIY Siap
Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata, menyatakan bahwa seluruh relawan di bawah koordinasi DIY telah berada dalam kondisi siap siaga.
Ia menegaskan bahwa jaringan relawan DIY, termasuk Tim Reaksi Cepat (TRC), sudah siaga dan terkoneksi dengan berbagai komunitas kebencanaan di seluruh wilayah.
“Kami sebenarnya sudah siap. TRC dan seluruh relawan di DIY sudah bersiaga. Namun, kami tetap menunggu keputusan dari pemerintah pusat dan kebijakan daerah terkait apakah kita perlu mengirimkan relawan atau tidak. Bila BNPB meminta atau Pemda DIY menetapkan kebijakan untuk mengirim, kami langsung bergerak,” ujar Ruruh saat ditemui di Kompleks Kepatihan Pemda DIY, Senin (8/12/2025).
Ruruh menambahkan bahwa DIY saat ini berada dalam status siaga darurat bencana hidrometeorologi. Kondisi ini memaksa pemerintah daerah memastikan kekuatan internal tetap terjaga sebelum memobilisasi personel keluar daerah.
“Saat ini status siaga darurat hidrometeorologi, sehingga kami tetap berjaga di wilayah kami. Kami berdoa agar DIY terhindar dari bencana, tetapi kami tetap harus memastikan semua siap,” tegasnya.
Dinas Kesehatan DIY Koordinasikan Pengiriman Tenaga Kesehatan
Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan DIY, Gregorius Anung Trihadi, memaparkan bahwa koordinasi terkait bantuan tenaga kesehatan masih berjalan bersama Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes.
Menurutnya, sebagian besar kebutuhan tenaga medis di wilayah terdampak bencana sudah dipenuhi pemerintah pusat.
“Sepertinya kebutuhan tenaga kesehatan untuk saat ini sudah terpenuhi oleh Kemenkes melalui Pusat Krisis Kesehatan. Belum banyak permintaan tambahan. Namun, kami tetap menunggu arahan resmi dari Pemda DIY terkait pengiriman tenaga kesehatan,” jelas Anung.
Meski belum menerima permintaan resmi, Anung menegaskan bahwa DIY telah menyiapkan tim medis cadangan, termasuk Emergency Medical Team (EMT), untuk segera diberangkatkan jika perlu.
“Kami memiliki Emergency Medical Team dan tim kesehatan cadangan lainnya. Data personel siap berangkat sudah kami pegang dan mereka menyatakan kesiapannya. Hanya saja, semuanya tetap menunggu arahan lanjutan,” ujarnya.
Anung menekankan bahwa keputusan pengiriman tenaga kesehatan harus berbasis asesmen situasi di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Ia memastikan bahwa DIY tidak akan mengirim personel tanpa dasar kebutuhan yang jelas agar efektivitas bantuan tetap optimal.
“Kami akan mengirim tenaga kesehatan berdasarkan kebutuhan di lapangan. Jika asesmen menunjukkan perlunya tambahan tenaga medis, DIY pasti siap membantu,” tegasnya. (ef linangkung)