
Kabarjawa – Tanggul jebol! Banjir yang melanda Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, semakin meluas setelah jebolnya tanggul di beberapa titik.
Kini, banjir telah merendam empat desa, termasuk Desa Pepe dan Cangkring di Kecamatan Tegowanu. Akibatnya, ratusan rumah, area persawahan, serta jalanan tergenang air dengan ketinggian mencapai 1 meter.
Penetapan Status Tanggap Darurat
Melihat kondisi yang semakin memburuk, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan bersama Pemerintah Kabupaten Grobogan segera mengambil tindakan.
Setelah melakukan rapat bersama Bupati, Wakil Bupati, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, diputuskan untuk menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari ke depan.
Keputusan ini bertujuan untuk memastikan penanganan lebih intensif, baik selama masa tanggap darurat maupun setelah bencana berlalu.
Upaya Penanganan Korban dan Dampak Banjir
BPBD Grobogan langsung mengambil langkah cepat dengan menyediakan bantuan logistik, makanan, serta kebutuhan dasar lainnya bagi warga terdampak.
Pihaknya juga mendirikan tenda pengungsian, menyediakan kasur darurat, serta mendistribusikan air bersih ke wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.
Selain itu, BPBD juga telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana untuk membangun tanggul sementara atau kisdam guna mencegah air sungai terus mengalir ke permukiman.
Langkah ini diambil setelah ditemukan adanya penipisan struktur di bagian kiri dan kanan tanggul yang sebelumnya telah diperbaiki.
Ketika air besar kembali datang, tanggul yang mengalami penipisan akhirnya jebol dan memperparah banjir.
Jumlah Pengungsi dan Wilayah Terdampak
Hingga saat ini, jumlah pengungsi akibat banjir mencapai 280 jiwa. Rinciannya, 30 jiwa berasal dari Desa Baturagung, sementara 250 jiwa lainnya berasal dari Desa Ringin Kidul.
Selain itu, beberapa warga Desa Pepe memilih mengungsi ke rumah kepala desa maupun tempat tinggal kerabat terdekat.
Desa Ringin Kidul menjadi wilayah dengan dampak terparah, di mana ketinggian air sebelumnya mencapai 1 meter. Meskipun kini ada sedikit penurunan, genangan masih bertahan akibat aliran air yang belum sepenuhnya surut.
Evaluasi dan Upaya Pemulihan Pasca Bencana
BPBD Grobogan saat ini tengah melakukan pendataan terhadap infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat banjir.
Tim juga telah disiagakan untuk membersihkan lingkungan setelah air benar-benar surut. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas guna menghindari potensi bahaya lanjutan.
Ke depan, pemerintah daerah bersama pihak terkait akan terus berupaya memperbaiki dan memperkuat tanggul guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Diharapkan dengan adanya langkah-langkah ini, kondisi masyarakat dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa.
Banjir di Kabupaten Grobogan akibat jebolnya tanggul telah berdampak luas hingga ke empat desa. BPBD bersama pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat 14 hari guna mempercepat penanganan.
Upaya bantuan telah dilakukan, mulai dari distribusi logistik hingga pembangunan tanggul darurat. Masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti instruksi petugas demi keselamatan bersama.(Kabarjawa)