Banjir Meluas di Grobogan Akibat Tanggul Jebol, BPBD Tetapkan Status Tanggap Darurat 14 Hari

Bagikan :
Banjir Meluas di Grobogan Akibat Tanggul Jebol, BPBD Tetapkan Status Tanggap Darurat 14 Hari
Banjir Meluas di Grobogan Akibat Tanggul Jebol, BPBD Tetapkan Status Tanggap Darurat 14 Hari(Sumber gambar : ilustrasi: pinterest/Risa Setyani)

Kabarjawa – Tanggul jebol! Banjir yang melanda Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, semakin meluas setelah jebolnya tanggul di beberapa titik.

Kini, banjir telah merendam empat desa, termasuk Desa Pepe dan Cangkring di Kecamatan Tegowanu. Akibatnya, ratusan rumah, area persawahan, serta jalanan tergenang air dengan ketinggian mencapai 1 meter.

Penetapan Status Tanggap Darurat

Melihat kondisi yang semakin memburuk, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan bersama Pemerintah Kabupaten Grobogan segera mengambil tindakan.

Setelah melakukan rapat bersama Bupati, Wakil Bupati, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, diputuskan untuk menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari ke depan.

Keputusan ini bertujuan untuk memastikan penanganan lebih intensif, baik selama masa tanggap darurat maupun setelah bencana berlalu.

Upaya Penanganan Korban dan Dampak Banjir

BPBD Grobogan langsung mengambil langkah cepat dengan menyediakan bantuan logistik, makanan, serta kebutuhan dasar lainnya bagi warga terdampak.

Pihaknya juga mendirikan tenda pengungsian, menyediakan kasur darurat, serta mendistribusikan air bersih ke wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.

Baca juga  Banjir Bengawan Solo Rendam Sawah di Lamongan, Petani Terancam Gagal Panen

Selain itu, BPBD juga telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana untuk membangun tanggul sementara atau kisdam guna mencegah air sungai terus mengalir ke permukiman.

Langkah ini diambil setelah ditemukan adanya penipisan struktur di bagian kiri dan kanan tanggul yang sebelumnya telah diperbaiki.

Ketika air besar kembali datang, tanggul yang mengalami penipisan akhirnya jebol dan memperparah banjir.

Jumlah Pengungsi dan Wilayah Terdampak

Hingga saat ini, jumlah pengungsi akibat banjir mencapai 280 jiwa. Rinciannya, 30 jiwa berasal dari Desa Baturagung, sementara 250 jiwa lainnya berasal dari Desa Ringin Kidul.

Selain itu, beberapa warga Desa Pepe memilih mengungsi ke rumah kepala desa maupun tempat tinggal kerabat terdekat.

Desa Ringin Kidul menjadi wilayah dengan dampak terparah, di mana ketinggian air sebelumnya mencapai 1 meter. Meskipun kini ada sedikit penurunan, genangan masih bertahan akibat aliran air yang belum sepenuhnya surut.

Evaluasi dan Upaya Pemulihan Pasca Bencana

BPBD Grobogan saat ini tengah melakukan pendataan terhadap infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat banjir.

Baca juga  Waspada Hujan Petir di Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo: Perkiraan Cuaca 18 Januari 2025

Tim juga telah disiagakan untuk membersihkan lingkungan setelah air benar-benar surut. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas guna menghindari potensi bahaya lanjutan.

Ke depan, pemerintah daerah bersama pihak terkait akan terus berupaya memperbaiki dan memperkuat tanggul guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Diharapkan dengan adanya langkah-langkah ini, kondisi masyarakat dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa.

Banjir di Kabupaten Grobogan akibat jebolnya tanggul telah berdampak luas hingga ke empat desa. BPBD bersama pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat 14 hari guna mempercepat penanganan.

Upaya bantuan telah dilakukan, mulai dari distribusi logistik hingga pembangunan tanggul darurat. Masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti instruksi petugas demi keselamatan bersama.(Kabarjawa)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid