
KabarJawa.com— Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunungkidul mendorong Dinas Pariwisata (Dispar) dan seluruh organisasi perangkat daerah terkait agar memanfaatkan momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) sebagai peluang emas untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
DPRD menilai lonjakan wisatawan yang datang ke Gunungkidul setiap Nataru harus memberikan dampak nyata dan terukur bagi keuangan daerah serta kesejahteraan masyarakat.
Dorongan tersebut mengemuka dalam konferensi pers bersama awak media yang berlangsung di lingkungan DPRD Gunungkidul.
Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Gunungkidul Endang Sri Sumiyartini hadir bersama Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Ery Agustin Sudiyanti dan Ketua Komisi B Hanif Afadil Darojat.
Momen Libur Natal dan Tahun Baru
Ketiganya menyampaikan pandangan yang sejalan terkait pentingnya pengelolaan pariwisata secara optimal, tertib, dan berorientasi pada peningkatan PAD.
Ketua DPRD Gunungkidul, Endang Sri Sumiyartini, menegaskan bahwa arus wisatawan yang memadati destinasi unggulan Gunungkidul selama libur panjang tidak boleh berlalu tanpa memberikan kontribusi maksimal bagi daerah. Ia meminta seluruh potensi pendapatan dikelola secara serius dan profesional.
“Momen Nataru harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Retribusi wisata, pajak hotel dan restoran, parkir, hingga berbagai jasa pendukung lainnya perlu dikelola secara tertib, transparan, dan tetap memberikan kenyamanan bagi wisatawan,” tegas Endang.
Endang menilai sektor pariwisata Gunungkidul memiliki daya tarik kuat, mulai dari pantai, wisata alam, hingga desa wisata.
Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah daerah memperketat pengelolaan destinasi wisata agar tidak terjadi kebocoran retribusi yang berpotensi merugikan daerah.
Ia juga meminta pengelola memastikan tata kelola kawasan berjalan dengan baik, mulai dari pengaturan kapasitas kunjungan, penataan parkir yang rapi, kebersihan lingkungan, hingga sistem keamanan yang memadai.
Menurut Endang, kenyamanan dan keselamatan wisatawan menjadi kunci keberlanjutan pariwisata. Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan tim SAR, petugas pantai, tenaga kesehatan, serta pemasangan rambu-rambu peringatan di titik rawan kecelakaan.
Langkah tersebut penting untuk menjaga citra positif Gunungkidul sebagai destinasi wisata yang aman dan ramah pengunjung.
Sementara itu, Ketua Bapemperda DPRD Gunungkidul, Ery Agustin Sudiyanti, menyoroti aspek kelancaran arus lalu lintas. Lalu lintas adalah faktor penting dalam mendukung perputaran ekonomi selama libur Nataru.
Ia menilai kemacetan yang tidak terkelola dengan baik dapat mengurangi minat wisatawan untuk kembali berkunjung.
Pemerintah daerah dan aparat terkait perlu melakukan rekayasa lalu lintas di titik-titik rawan kepadatan, terutama di jalur menuju kawasan pantai dan destinasi favorit.
Ia juga menekankan kesiapan infrastruktur jalan, kelengkapan rambu lalu lintas, penerangan jalan, serta keberadaan pos pelayanan terpadu bagi wisatawan.
“Kelancaran akses menuju destinasi wisata akan menjaga kenyamanan pengunjung dan memastikan aktivitas ekonomi masyarakat tetap bergerak selama libur panjang,” ujar Ery.
Dalam kesempatan tersebut, Ery juga menyampaikan apresiasi kepada insan media yang memiliki peran strategis dalam menyukseskan pelaksanaan libur Nataru.
Ia menilai media mampu menyampaikan informasi yang akurat, menyejukkan, dan edukatif kepada masyarakat, khususnya terkait keselamatan wisata, kondisi lalu lintas, serta potensi pariwisata Gunungkidul.
Ery mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung langkah pemerintah daerah dalam menciptakan suasana libur Nataru yang aman, tertib, dan produktif secara ekonomi.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan Nataru tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat dan pelaku usaha.
“Dengan sinergi semua pihak, Nataru dapat menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gunungkidul sekaligus memperkuat PAD daerah,” pungkasnya.
Melalui dorongan DPRD ini, pemerintah daerah akan menjadikan libur Natal dan Tahun Baru sebagai panggung pembuktian.
Sektor pariwisata Gunungkidul mampu memberikan manfaat ekonomi yang nyata dan berkelanjutan bagi daerah dan warganya. (ef linangkung)