DPRD Gunungkidul Perintahkan Strategi Tangguh Hadapi Kemarau, Pastikan Langkah Konkret Masuk APBD Perubahan 2025

Bagikan :
Ketua DPRD Gunungkidul, Endang Sri Sumiartini memimpin strategi penanganan kemarau./Foto: Pemkab Gunungkidul

KABARJAWA – Memasuki puncak musim kemarau 2025, DPRD Kabupaten Gunungkidul menegaskan tekadnya untuk berdiri di garda terdepan menjaga ketahanan daerah dari ancaman kekeringan.

Ketua DPRD Gunungkidul, Endang Sri Sumiartini, memimpin langkah cepat dengan menginstruksikan strategi konkret kepada seluruh pemangku kepentingan daerah.

Endang menegaskan bahwa meskipun durasi kemarau tahun ini lebih pendek daripada tahun-tahun sebelumnya, masyarakat tetap harus waspada tinggi. BMKG memprediksi 14 persen wilayah Indonesia mengalami kondisi lebih kering dari normal.

Langkah DPRD Gunungkidul

“Gunungkidul memiliki karakter geografis karst yang membuat cadangan air cepat hilang. Kami bersama BPBD dan seluruh pemangku kepentingan menyiapkan langkah konkret menghadapi ancaman kekeringan ini,” ujar Endang.

DPRD Gunungkidul langsung memerintahkan pengaktifan posko siaga kekeringan di seluruh kecamatan. Mereka menginstruksikan BPBD meningkatkan droping air bersih secara berkala.

DPRD juga menuntut pemerintah menyiapkan armada pendukung distribusi air serta melaksanakan edukasi konservasi air kepada masyarakat secara masif.

Endang memerintahkan jajarannya menyiapkan skenario darurat jika kondisi memburuk. Ia menekankan perlunya penetapan status siaga darurat kekeringan untuk memastikan respons cepat.

Baca juga  Transfer Keuangan Daerah dari Pusat Turun Drastis Paksa DPRD Gunungkidul Pangkas Anggaran Kunker Rp14 Miliar

Ketua Bapemperda, Ery Agustin, memperkuat perintah tersebut dengan menegaskan bahwa DPRD tidak hanya fokus pada penanganan jangka pendek.

DPRD menuntut pemerintah daerah menyiapkan strategi permanen untuk menghadapi kekeringan tahunan yang terus berulang.

“Kami mendesak percepatan pembangunan sumur bor dan embung, perluasan jaringan PDAM, serta pengembangan teknik pertanian adaptif terhadap kekeringan. Kita harus keluar dari pola penanganan reaktif,” tegas Ery.

DPRD juga mendorong implementasi sistem pemanenan air hujan skala rumah tangga. Mereka memerintahkan penyusunan rencana kontinjensi lintas sektor agar Gunungkidul memiliki ketahanan iklim yang kokoh.

“Respon kita tidak boleh reaktif. Setiap tahun kita menghadapi siklus serupa. Sudah waktunya kita menjadikan kekeringan sebagai isu pembangunan jangka panjang,” tambah Ery.

Fokus Masukkan Strategi Kemarau ke APBD Perubahan 2025

Di tengah penanganan kekeringan, DPRD Gunungkidul juga memasuki tahap penting pembahasan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2025. Endang memastikan reses anggota DPRD yang berlangsung 16–21 Juli 2025 menjadi bahan utama pembahasan.

“Hasil reses banyak berisi aspirasi terkait kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari infrastruktur air hingga lapangan kerja. Semua kami bawa dalam forum anggaran,” jelas Endang.

Baca juga  Rawan Bencana, Gunungkidul Siapkan 3 Shelter Evakuasi Demi Lindungi Nyawa Warga

Namun, Endang mengungkapkan tantangan besar karena Pemerintah Pusat melalui Inpres Nomor 1 Tahun 2025 memerintahkan efisiensi anggaran nasional.

Transfer ke daerah Gunungkidul berkurang Rp61,2 miliar. Dana tersebut terdiri dari DAK Fisik Rp42,6 miliar dan DAU untuk infrastruktur Rp18 miliar. Pemerintah Provinsi DIY juga memotong dana keistimewaan sebesar Rp11,2 miliar.

Ery Agustin menegaskan DPRD tidak akan menyerah dengan pengurangan anggaran tersebut. Ia memerintahkan penyesuaian APBD-P 2025 secara cermat, memastikan tujuh bidang prioritas tetap berjalan.

“Kita prioritaskan pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan sanitasi, pengendalian inflasi, stabilitas harga pangan, cadangan pangan, serta penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi. Keterbatasan anggaran tidak boleh mematikan pelayanan publik,” tegas Ery.

Endang menambahkan bahwa keterbatasan fiskal justru harus memicu kreativitas dan fokus pada program yang langsung menyentuh masyarakat.

“Kita tidak akan menyerah. DPRD akan memastikan Gunungkidul tetap tangguh di tengah badai kekeringan dan keterbatasan anggaran,” ucap Endang. (ef Linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya