Dinas Kebudayaan DIY Tegaskan Penamaan Jembatan Kabanaran Berdasarkan Filosofi, Bukan Lokasi

Bagikan :
Polemik Penamaan Jembatan Kabanaran/Foto: Tim Media Presiden

KabarJawa.com– Polemik mengenai penamaan Jembatan Kabanaran, jembatan baru yang menghubungkan Bantul dan Kulon Progo dan baru saja Presiden Prabowo resmikan, akhirnya Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta jawab.

Setelah menjadi perbincangan hangat karena tidak sesuai lokasi, Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY menegaskan bahwa penamaan Kabanaran tidak pernah berdasarkan pada titik geografis, melainkan pada nilai filosofis, historis, kebahasaan, dan identitas budaya.

Dasar Penamaan Jembatan Kabanaran

Dalam keterangan tertulis pada Kamis (27/11), Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, menjelaskan alasan penamaan Kabanaran.

Hal ini justru memuliakan perjalanan perjuangan Pangeran Mangkubumi sebagai Sunan Kabanaran. Ini bukan klaim atas sebuah lokasi yang hingga kini tidak dapat diverifikasi secara pasti.

Dian menegaskan bahwa pemerintah memilih nama Kabanaran melalui kajian budaya dan sejarah, bukan berdasarkan lokasi desa tertentu seperti dalam beberapa pustaka.

Pada dasarnya, tidak ada satu sumber pun yang memiliki kepastian mengenai lokasi Desa Kabanaran tempat penobatan Sunan Kabanaran berada.

“Lima pustaka yang dirujuk pun memberi persepsi lokasi yang semuanya berbeda,” ujar Dian.

Baca juga  Pemkot Yogyakarta Prioritaskan Penguatan Talud Sungai 2026 di Bantaran Code dan Winongo

Perdebatan lokasi ini memang mencuat karena beberapa pakar sejarah memiliki temuan berbeda. Sartono Kartodirdjo menyebut Kabanaran berada di barat Kotagede.

Raffles menulis bahwa desa tersebut berjarak sekitar 10 mil dari pantai selatan Yogyakarta. Ricklefs menempatkannya di barat Kota Yogyakarta saat ini.

“Masalahnya bukan pada kebenaran lokasi peristiwa sejarah, karena semua memiliki persepsi sendiri-sendiri. Yang justru tidak bisa diperdebatkan adalah nilai, makna, dan spirit sejarah dari tokoh Pangeran Mangkubumi sebagai Sunan Kabanaran,” lanjut Dian.

Makna Bahasa Kabanaran

Secara kebahasaan, kata banar dalam Bausastra Jawa bermakna longgar dan terang, ruang yang lapang dan terbuka.

Dengan imbuhan ka- dan -an, terbentuk makna kabanaran, yakni tempat yang luas, tanpa sekat, dan membuka ruang pergerakan.

Makna ini sangat relevan dengan fungsi jembatan sebagai infrastruktur yang menghubungkan wilayah, memperluas akses, dan menghapus batas fisik antara Bantul dan Kulon Progo.

Dian menambahkan bahwa penamaan ini juga mempertimbangkan memori kolektif masyarakat terkait perjuangan Pangeran Mangkubumi.

Keberadaan wilayah bernama Banaran di sisi barat jembatan menjadi inspirasi yang kontekstual, meskipun pemerintah tidak pernah menyatakan bahwa Banaran saat ini adalah lokasi penobatan Sunan Kabanaran.

Baca juga  Musisi Rock se Jateng–DIY Gebrak Temanggung di CRJD Roadshow Volume 4

“Pemilihan nama lebih kepada penghargaan terhadap spirit perjuangan Sunan Kabanaran. Kesamaan nama wilayah menjadi pertimbangan, tetapi tidak berarti pemerintah menetapkan lokasi sejarah secara definitif,” tegasnya.

Menurut Dian, secara filosofis penamaan jembatan ini juga membawa pesan persatuan, kesetiaan, dan kebersamaan, nilai yang selama ini melekat kuat pada figur Pangeran Mangkubumi.

Menguatkan Identitas Wilayah dan Branding Kawasan Selatan DIY

Secara strategis, jembatan baru Bantul–Kulon Progo berada dalam koridor pengembangan kawasan selatan.

Oleh karena itu, penamaan yang memuat identitas lokal penting untuk memperkuat branding wilayah serta menumbuhkan kebanggaan masyarakat di dua kabupaten tersebut.

Ia berharap penamaan ini mampu menjadi sarana edukasi publik. Nama ini menjadi pengingat nilai-nilai perjuangan, persatuan, dan kebersamaan sebagaimana teladan Sunan Kabanaran. Selain itu, nama juga menjiwai para pengelola maupun pengguna jembatan ke depan.

Sebelumnya, Koordinator Humas Pemda DIY, Ditya Nanaryo Aji, juga memastikan bahwa penetapan nama Jembatan Kabanaran telah mempertimbangkan aspek historis dan kesesuaian konteks wilayah.

Informasi teknis dan historis yang mereka terima menunjukkan relevansi nama tersebut dengan konteks wilayah.

Baca juga  Belum Setahun: Jembatan Kabanaran Mulai Rusak, Tiang Lampu Patah dan Ornamen Gunungan Nyaris Copot

“Itu yang kemudian menjadi dasar komunikasi publik,” jelas Ditya.

Dengan penjelasan ini, Pemda DIY berharap polemik publik mereda. Lalu, masyarakat dapat memahami bahwa penamaan Kabanaran merupakan penghargaan atas nilai luhur, perjuangan sejarah, dan filosofi budaya yang mengakar kuat dalam perjalanan Yogyakarta. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
tiktok-5064078_1280
Ramai di TikTok, Warung Madura Baju Kuning Viral, Apa Isi Kontennya?
Messi memimpin Argentina juara Piala Dunia 2022 setelah menang adu penalti atas Prancis dalam final dramatis di Qatar.
Pada Tahun Berapa Messi Memimpin Argentina Meraih Gelar Piala Dunia?