
KABARJAWA – Warga Padukuhan Juwono, Kalurahan Triharjo, Kabupaten Bantul, menahan napas ketika tim evakuasi berhasil menangkap seekor buaya yang selama ini meresahkan mereka.
Kamis, 3 Juli 2025 pagi menjadi hari yang mendebarkan ketika reptil sepanjang 80 cm itu muncul di Sungai Progo setelah menghilang selama berminggu-minggu.
Tim dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bantul memimpin operasi penangkapan buaya. Tim Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) turut membantu proses evakuasi. Relawan bersama warga setempat memadati bantaran sungai sejak pagi.
Lurah Kalurahan Triharjo, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa Triharjo juga hadir untuk memastikan keamanan warga selama proses penangkapan berlangsung.
Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana menjelaskan, warga melaporkan penampakan buaya di kubangan Sungai Progo sekitar pukul 08.00 WIB. Tim gabungan segera menyiapkan peralatan untuk mengevakuasi buaya tersebut.
Evakuasi Dramatis Buaya Liar di Bantul
Tim memilih cara dramatis dengan menyedot air kubangan tempat buaya bersembunyi. Mesin pompa menyala meraung-raung menimbulkan bunyi menggema di antara tebing sungai. Perlahan air surut.
Warga menahan napas menunggu kemunculan sang predator. Setelah hampir satu jam, air di kubangan itu habis. Tubuh buaya berwarna cokelat gelap itu muncul ke permukaan. Relawan langsung menjerit takut saat buaya itu berusaha bergerak cepat untuk melarikan diri.
Tim dari DKP dan Fakultas Biologi UGM segera menyiapkan jaring penangkap. Empat orang menahan ekor dan kepala buaya tersebut dengan sigap. Warga bersorak lega ketika buaya berhasil diangkat ke daratan. Proses evakuasi yang dimulai pukul 08.00 WIB itu akhirnya berakhir sukses pada pukul 11.45 WIB.
Petugas Fakultas Biologi UGM segera membawa buaya tersebut menggunakan kendaraan khusus. Mereka memastikan buaya tidak mengalami luka berarti sebelum diserahkan ke Kebun Binatang Suraloka untuk perawatan dan konservasi lebih lanjut.
AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana mengatakan, buaya itu telah muncul di Sungai Progo sejak satu hingga dua bulan lalu. Warga melaporkan penampakan buaya beberapa kali, namun hewan liar itu selalu menghilang sebelum berhasil ditangkap.
“Tim DKP, relawan, dan warga memasang umpan sejak lama. Hari ini buaya kembali muncul. Tim segera menyedot air untuk mengevakuasi. Buaya berhasil kami tangkap tanpa menimbulkan korban,” tegas Jeffry.
Ia menambahkan, warga kini bisa bernapas lega dan kembali beraktivitas tanpa rasa takut. Namun ia mengimbau warga tetap waspada saat beraktivitas di sungai karena dikhawatirkan masih ada buaya lain yang belum terdeteksi.
Tim DKP Kabupaten Bantul mengapresiasi kerja sama semua pihak dalam proses penangkapan tersebut. Fakultas Biologi UGM memastikan buaya akan mendapatkan perawatan medis sebelum dilepasliarkan di habitat konservasi.
Warga mengaku trauma ketika melihat buaya itu berenang di sungai beberapa hari lalu. Dengan penangkapan ini, mereka berharap tidak ada lagi reptil buas lain yang mengancam keselamatan mereka.