Dapur SPPG di Semin Gunungkidul Ditutup Sementara Usai Kasus Keracunan

Bagikan :
Penutupan dapur SPPG Semin setelah kasus keracunan massal. (Ist)

KabarJawa.com – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kalurahan Sumberejo, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul, ditutup sementara. Penutupan dilakukan setelah muncul kasus keracunan yang dialami belasan siswa penerima program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah ini diambil setelah Badan Gizi Nasional (BGN) menerbitkan surat resmi pada 27 September 2025.

Surat tersebut ditandatangani Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan, Albertus Dony Dewantoro, yang menginstruksikan penghentian operasional dapur SPPG Semin untuk sementara waktu. Penutupan ini akan berlaku hingga hasil investigasi dan uji laboratorium makanan selesai dilakukan.

“Dalam rangka investigasi dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, untuk sementara SPPG tersebut dihentikan operasionalnya sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” bunyi surat resmi dari BGN.

Instruksi penutupan dikeluarkan setelah adanya laporan pengaduan resmi dari Kepala SPPG Gunungkidul, hasil investigasi singkat di lapangan, serta pertimbangan pimpinan dan staf BGN terkait Kejadian Luar Biasa Keracunan Pangan (KLB-KP) yang terjadi di wilayah tersebut.

Penutupan untuk Mempermudah Investigasi

Lurah Bendung, Didik Rubiyanto, membenarkan penutupan dapur SPPG tersebut. Menurutnya, penutupan ini diperlukan agar proses investigasi dapat berjalan lancar dan memberi waktu untuk pembenahan fasilitas dapur.

Baca juga  Rombongan Pewayang Gunungkidul jadi Korban Keracunan Massal di Klaten, Sang Dalang Lolos dari Musibah

“Beberapa hal perlu diperbaiki, seperti sanitasi, bak sampah, dan label halalnya. Itu saja,” ujar Didik saat dikonfirmasi pada Minggu (28/9/2025) malam.

Ia menambahkan, penutupan mulai berlaku efektif pada Senin (29/9/2025). Meski surat BGN menyatakan penutupan tanpa batas waktu, Didik memperkirakan hanya berlangsung satu hingga dua hari.

“Mungkin ditutup 1 sampai 2 hari,” kata Didik dengan hati-hati.

Kronologi dan Penanganan Kasus Keracunan

Kasus keracunan massal yang memicu penutupan dapur SPPG terjadi pada Senin (15/9/2025). Sebanyak 19 siswa mengalami gejala mual, muntah, pusing, dan demam setelah mengonsumsi menu dari program MBG.

Rinciannya, 15 siswa berasal dari sekolah dasar, 3 dari SMP, dan 1 dari SMA. Dari jumlah tersebut, 6 siswa laki-laki dan 13 siswi perempuan menjadi korban. Seluruh siswa yang terdampak tercatat sebagai penerima manfaat program MBG.

“Total ada 19 siswa. Semuanya penerima manfaat program MBG,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono.

Ismono menjelaskan, seluruh siswa yang sempat sakit sudah mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas Semin I dan kini telah kembali bersekolah.

Baca juga  Surat Perjanjian Rahasiakan Keracunan Program MBG di Gunungkidul Terbongkar, Dinas Pendidikan Murka

“Gejalanya berupa muntah, nyeri perut, pusing, dan demam. Semua sudah tertangani dengan baik,” jelasnya.

Tim medis segera bergerak sejak menerima laporan pertama. Upaya yang dilakukan antara lain konfirmasi kasus, wawancara dengan siswa dan orang tua, perawatan pasien, serta penyelidikan epidemiologi. Tim kesehatan juga menyebarkan formulir daring untuk memantau kondisi ratusan penerima MBG lainnya sebagai langkah antisipasi.

Selain itu, sejumlah sampel makanan diamankan untuk diperiksa di Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi (BLKK) Yogyakarta. Menu yang diuji meliputi nasi putih, tumis wortel, melon segar, semur tahu, ayam karaage, dan air minum.

Penutupan mendadak dapur SPPG menimbulkan keresahan di masyarakat. Program MBG selama ini menjadi salah satu sumber pemenuhan gizi bagi siswa, terutama yang berasal dari keluarga kurang mampu. Beberapa orang tua juga mengaku merasa khawatir ketika anak mereka membawa pulang makanan dari program tersebut.

“Kami berharap pemerintah segera memperbaiki sistem. Jangan sampai anak-anak jadi korban lagi,” ujar salah satu orang tua murid yang enggan disebutkan namanya.

Baca juga  Tragedi Keracunan Massal di Ponorogo: 46 Warga Sakit, 1 Meninggal Dunia

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid