
KABARJAWA – Sebuah insiden tragis nyaris merenggut tiga nyawa pada Senin malam, 7 Juli 2025. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.15 WIB di Jalan Raya Gedangsari–Wedi, tepatnya di utara pertigaan Clongop, Kalurahan Watugajah, Kapanewon Gedangsari, Gunungkidul. Sebuah sepeda motor jenis Honda Vario bernopol AD 5361 ADN terjun ke jurang sedalam 10 meter.
Motor tersebut dikendarai oleh seorang perempuan asal Boyolali bernama Krisna Yuliani. Saat kejadian, ia tidak sendirian. Ia tengah membonceng dua anak laki-laki balita, masing-masing berusia 5 dan 6 tahun.
Balita yang berusia 5 tahun, berinisial IB, sempat tersangkut di bibir jurang dan menangis histeris minta tolong, membuat suasana di sekitar lokasi menjadi mencekam.
Kapolsek Gedangsari, AKP Suryanto, menjelaskan bahwa korban bernama Krisna Yuliani berasal dari Dusun Jrangkah, Kalurahan Sudimoro, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Ia berkendara dari arah selatan, dari sekitar Polsek Gedangsari, menuju ke utara dengan kecepatan sedang. Ketika tiba di tikungan tajam setelah pertigaan Mangli, tepat di sebelah utara tandon air, ia kehilangan kendali.
“Krisna Yuliani melaju dari arah selatan atau Polsek Gedangsari menuju utara dengan kecepatan sedang,” ujar AKP Suryanto.
Namun, lanjutnya, pengendara itu mengaku pandangannya melihat jalan lurus, padahal tikungan di lokasi tersebut cukup tajam ke arah kiri. Dalam hitungan detik, motor yang ia kendarai langsung terjun ke dalam jurang.
IB, balita 5 tahun, nyaris ikut terjatuh ke dasar jurang, namun tubuhnya tersangkut di bibir tebing. Dalam kondisi panik dan gelapnya malam yang mulai turun, tangisan dan teriakannya menggema hingga terdengar oleh warga sekitar.
Salah satunya adalah Dwi Surono, warga setempat, yang segera bergegas ke lokasi setelah mendengar suara anak kecil yang meminta tolong.
Dwi tak sendiri. Ia mengajak warga lainnya untuk membantu melakukan evakuasi. Dengan sigap, mereka berhasil menyelamatkan Krisna dan kedua anaknya dari dalam jurang. Setelah berhasil dievakuasi, warga segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian setempat.
AKP Suryanto menyebutkan bahwa Krisna mengalami luka lecet di tangan kanan dan tetap dalam keadaan sadar. IB mengalami lecet di dada sebelah kanan, namun juga masih sadar.
Sementara AA, balita lainnya yang berusia 6 tahun, tidak mengalami luka serius. Ketiganya kemudian dibawa ke Klinik Gantiwarno untuk mendapat penanganan medis lebih lanjut.
Meski kendaraan mereka rusak ringan akibat jatuh dari ketinggian, nyawa ketiganya berhasil selamat.
Usai mendapat perawatan dan dipastikan dalam kondisi stabil, Krisna bersama dua anaknya kembali melanjutkan perjalanan pulang menuju Boyolali. Ia masih dalam keadaan trauma setelah kejadian mencekam yang nyaris merenggut nyawa mereka.
Sebagai penutup, Kapolsek Gedangsari mengingatkan para pengguna jalan untuk ekstra waspada saat melintas di jalur rawan seperti tikungan tajam di kawasan Gedangsari–Wedi.
“Satu detik hilang fokus bisa berujung maut,” tegasnya.