BMKG Yogyakarta Peringatkan Gelombang Tinggi 4 Meter dan Cuaca Ekstrem, Wisatawan Pantai Selatan serta Nelayan Diminta Waspada

Bagikan :
BMKG Yogyakarta memperingatkan potensi gelombang hingga 4 meter di perairan selatan DIY yang berisiko bagi nelayan dan wisatawan. (KJ)

KabarJawa.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di perairan selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Dalam beberapa hari ke depan, tinggi gelombang diperkirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter, kondisi yang dinilai berisiko bagi nelayan, wisatawan, maupun aktivitas pelayaran.

Peringatan ini muncul menjelang akhir pekan ketika sejumlah destinasi pantai di wilayah Gunungkidul, Bantul, dan Kulon Progo biasanya mulai dipadati pengunjung.

Cuaca cerah yang terlihat dari daratan kerap membuat wisatawan merasa aman. Namun kondisi laut selatan dapat berubah dalam waktu singkat, terutama saat angin bertiup lebih kuat dari biasanya.

Angin Monsun Australia Perkuat Gelombang Laut Selatan

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta, Feriomex Hutagalung, menjelaskan peningkatan tinggi gelombang dipicu menguatnya angin monsun Australia yang saat ini mendominasi wilayah selatan Jawa.

Kondisi atmosfer tersebut mendorong terbentuknya gelombang laut yang lebih tinggi dibanding hari-hari normal.

“Bagi nelayan dan pelaku aktivitas kelautan, selalu perhatikan prakiraan cuaca maritim dan peringatan dini sebelum beraktivitas,” ujar Feri, Jumat (5/6/2026).

Gelombang dengan ketinggian hingga empat meter tergolong berbahaya bagi perahu nelayan berukuran kecil maupun aktivitas wisata di sekitar garis pantai.

Baca juga  Peredaran Minuman Beralkohol dan Oplosan di Gunungkidul Akan Ditertibkan, Raperda Baru jadi Payung Hukum

Petugas SAR dan pengelola wisata pantai biasanya meningkatkan pengawasan saat kondisi serupa terjadi. Tidak jarang wisatawan yang terlalu dekat dengan bibir pantai harus diingatkan untuk menjauh ketika ombak besar datang tiba-tiba.

Aktivitas yang Perlu Diwaspadai

BMKG mengingatkan sejumlah aktivitas yang berisiko selama periode gelombang tinggi berlangsung, antara lain:

  • Nelayan yang melaut menggunakan perahu kecil.
  • Wisatawan yang bermain air di tepi pantai.
  • Aktivitas memancing di karang atau tebing pantai.
  • Pelayaran kapal wisata dan perahu penyeberangan.
  • Kegiatan budidaya serta usaha kelautan di kawasan pesisir.

Pantai Selatan Jawa dikenal memiliki karakteristik ombak besar dan arus balik (rip current) yang kuat. Arus ini sering kali tidak terlihat dari permukaan, tetapi mampu menyeret seseorang ke tengah laut dalam hitungan detik.

Cuaca Panas Mulai Terasa di Yogyakarta

Selain peringatan gelombang tinggi, BMKG juga menyoroti kondisi cuaca yang terasa lebih panas dalam beberapa hari terakhir.

Fenomena ini dipengaruhi keberadaan pusat tekanan rendah di kawasan Samudera Pasifik timur Jepang yang memperkuat dominasi angin timuran di Pulau Jawa.

Baca juga  Apa Itu Fenomena MJO? Pemicu Hujan Lebat yang Melanda Jawa Timur Saat Ini

Akibatnya, pertumbuhan awan hujan berkurang dan langit cenderung lebih cerah sepanjang siang.

Sinar matahari yang langsung mencapai permukaan bumi membuat suhu udara terasa lebih terik dibandingkan beberapa pekan sebelumnya.

Meski demikian, peluang hujan belum sepenuhnya hilang.

“Ada potensi hujan ringan di wilayah Sleman bagian utara,” kata Feri.

Wilayah lereng Merapi memang memiliki karakter cuaca yang berbeda dibanding kawasan perkotaan maupun pesisir sehingga masih berpeluang mengalami hujan lokal.

Siang Terik, Malam Lebih Dingin

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta, Reni Kraningtyas, mengatakan masyarakat perlu bersiap menghadapi perbedaan suhu yang cukup tajam antara siang dan malam.

Data pemantauan BMKG menunjukkan suhu maksimum siang hari mampu mencapai sekitar 32 derajat Celsius.

Sebaliknya, suhu minimum pada malam hingga dini hari dapat turun ke kisaran 17 hingga 21 derajat Celsius.

Kondisi ini menjadi salah satu ciri musim kemarau di Yogyakarta. Pada siang hari udara terasa panas dan kering, sementara malam hingga pagi hari mulai menghadirkan sensasi dingin yang oleh masyarakat Jawa sering disebut sebagai fenomena bediding.

Baca juga  Waspada Cuaca Ekstrem di Jawa Tengah: BMKG Prediksi Tiga Hari ke Depan

Menurut Reni, kondisi tersebut berpotensi semakin terasa pada Juli hingga Agustus yang diperkirakan menjadi puncak musim kemarau tahun ini.

“Suhu panas pada siang hari dan suhu dingin pada malam hari berpotensi memasuki puncaknya pada bulan Juli hingga Agustus karena merupakan puncak musim kemarau,” jelasnya.

Masyarakat Diminta Jaga Kesehatan

BMKG mengimbau masyarakat menjaga kondisi tubuh selama masa peralihan menuju puncak kemarau.

Beberapa langkah yang disarankan antara lain:

  • Memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
  • Mengurangi aktivitas luar ruangan saat siang hari.
  • Menggunakan pelindung dari paparan sinar matahari langsung.
  • Menjaga daya tahan tubuh saat suhu malam mulai menurun.
  • Memantau informasi cuaca resmi dari BMKG sebelum bepergian.

Wisatawan yang berencana berkunjung ke Pantai Parangtritis, Pantai Baron, Pantai Drini, hingga Pantai Glagah diminta mengikuti arahan petugas di lapangan dan tidak mengabaikan rambu keselamatan.

Di balik langit cerah yang mendominasi Yogyakarta dalam beberapa hari terakhir, laut selatan sedang memasuki periode yang perlu diwaspadai.

Ombak tinggi, angin kencang, dan perubahan suhu yang semakin kontras menjadi kombinasi cuaca yang patut diperhatikan masyarakat selama musim kemarau berlangsung.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid