Apa Itu Fenomena MJO? Pemicu Hujan Lebat yang Melanda Jawa Timur Saat Ini

Bagikan :
Ilustrasi mengenal apa itu MJO yang disebut menjadi salah satu pemicu cuaca ekstrem di Jawa Timur (Pexels// Pixabay)

KabarJawa.com – Belakangan ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda merilis pengumuman terbaru terkait kondisi cuaca di wilayahnya.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, menyampaikan pesan penting bahwa periode tanggal 1 hingga 10 Januari 2026 adalah masa krusial.

Dalam keterangan tertulisnya, ia menyebutkan bahwa Jawa Timur kini berada di puncak musim hujan dengan risiko bencana hidrometeorologi yang tinggi.

“Saat ini seluruh wilayah Jawa Timur sudah berada pada musim hujan dan ada beberapa wilayah yang diprakirakan sudah memasuki puncak musim hujan,” ucapnya dalam keterangan tertulis, dilansir KabarJawa.com pada Jumat, 2 Januari 2026.

BMKG mengungkap bahwa salah satu pemicu di balik peningkatan curah hujan yang signifikan ini adalah sebuah fenomena bernama MJO yang sedang melintasi wilayah Jawa Timur.

Istilah ini mungkin terdengar asing di telinga masyarakat awam. Lantas, apa sebenarnya MJO itu? Berdasarkan informasi yang dihimpun KabarJawa.com, berikut penjelasannya.

Mengenal Apa Itu MJO

MJO adalah singkatan dari Madden Julian Oscillation. Jika dijelaskan secara sederhana, MJO bukanlah badai biasa, melainkan sebuah gelombang atau osilasi non musiman yang terjadi di lapisan atmosfer atas atau troposfer.

Baca juga  Dua Rumah Ambruk Diterjang Longsor di Bojonegoro

Jadi ini merupakan gangguan awan, curah hujan, angin, dan tekanan yang bergerak ke arah timur. Pergerakan atau periode osilasi ini memakan waktu kurang lebih 30 hingga 60 hari untuk satu putaran penuh.

Supaya lebih mudah dipahami, hal ini sebenarnya juga sering kali disebut sebagai arak-arakan awan hujan. Bayangkan jika sebuah arak-arakan hujan bergerombol dan bergerak.

Nah, ketika arak-arakan tersebut melintas di atas suatu wilayah, ia akan membawa dampak nyata, yaitu perubahan pada kondisi curah hujan.

Dampak Nyata bagi Kehidupan

Ketika fenomena MJO ini aktif dan “mampir” di langit Indonesia, dampaknya bisa langsung terasa. Musim hujan yang tadinya biasa saja bisa berubah menjadi jauh lebih intens.

MJO memicu cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, hingga meningkatkan potensi badai tropis.

Fase basah yang dibawa MJO bahkan dapat memicu pembentukan siklon tropis di Samudra Hindia atau Pasifik. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh kita yang kehujanan di jalan, tetapi juga merambat ke sektor vital lainnya.

Baca juga  BBWS Brantas Tangani Longsor di Proyek Bendungan Bagong Trenggalek, Pembangunan Tetap Berjalan

Para petani dan nelayan sangat bergantung pada pola cuaca ini karena MJO memengaruhi pola tanam akibat curah hujan berlebih dan kondisi suhu laut yang berubah.

Perjalanan dalam 8 Fase

Para ahli meteorologi membagi perjalanan MJO ini ke dalam 8 fase berdasarkan lokasi pusat konveksi atau kumpulan awan hujannya. Klasifikasi ini digunakan oleh lembaga dunia seperti NOAA dan BMKG untuk melacak posisinya.

Fase ini dimulai dari Afrika bagian timur (Fase 1), lalu bergerak ke Samudra Hindia (Fase 2 dan 3). Kemudian, ia akan masuk ke wilayah kita, yaitu Indonesia bagian barat (Fase 4) serta Indonesia tengah dan utara Australia (Fase 5).

Setelah puas mengguyur Nusantara, ia akan lanjut bergerak ke Samudra Pasifik barat hingga timur (Fase 6, 7, dan 8). Jadi, saat MJO berada di fase 4 dan 5 inilah wilayah Indonesia akan mengalami curah hujan yang sangat tinggi.

Peran BMKG dan Apa yang Harus Kita Lakukan

Menghadapi fenomena alam ini, BMKG memegang peran kunci. Mereka secara aktif memantau pergerakan fase dan kekuatan MJO selama 24 jam.

Baca juga  Banjir Besar Sumatra: Ribuan Warga Terpaksa Mengungsi, Pemerintah Siaga Maksimal

Tujuannya adalah memberikan peringatan dini kepada masyarakat dan pemerintah daerah agar waspada terhadap potensi bencana seperti banjir, pohon tumbang, dan tanah longsor.

Sebagai masyarakat, kita tidak bisa menghentikan hujan, namun kita bisa meminimalkan risikonya. BMKG sangat menganjurkan langkah mitigasi mandiri.

Mulailah dengan membersihkan saluran air agar tidak mampet saat diguyur hujan deras, memangkas pohon yang terlalu rimbun agar tidak tumbang tertiup angin, serta memastikan sistem drainase di lingkungan rumah berfungsi baik.

Siklus Alami

Jadi kesimpulannya, singkatnya, MJO adalah siklus alami pergerakan massa udara basah yang memengaruhi cuaca tropis.

Kehadirannya saat ini di langit Jawa Timur menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih waspada dan siap siaga menghadapi puncak musim hujan di awal tahun 2026 ini.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya