
KabarJawa.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang kembali merilis peringatan dini cuaca untuk wilayah Provinsi Jawa Tengah.
Pada hari Rabu (22/4/2026), masyarakat di delapan kabupaten pun disarankan untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra menyusul ditetapkannya status Siaga terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat.
Berdasarkan pembaruan data peringatan dini cuaca 3 harian yang dirilis per pukul 05.30 WIB, delapan wilayah yang masuk dalam zona Siaga pada 22 April 2026 meliputi:
- Kabupaten Cilacap
- Kabupaten Brebes
- Kabupaten Blora
- Kabupaten Grobogan
- Kabupaten Boyolali
- Kabupaten Sukoharjo
- Kabupaten Sragen
- Kabupaten Kebumen
Melansir dari Instagram resmi @infobmkg, diketahui pula bahwa status Siaga berarti bahwa ada potensi dampak bencana hidrometeorologi, seperti genangan air, banjir, maupun tanah longsor.
Selain delapan wilayah tersebut, BMKG juga menetapkan status Waspada (hujan sedang hingga lebat) untuk sebagian besar wilayah Jawa Tengah lainnya pada hari yang sama.
Puluhan kawasan mulai dari Kota/Kabupaten Semarang, Magelang, Surakarta, wilayah Banyumas raya, hingga kawasan pesisir utara seperti Jepara dan Demak masuk dalam kategori ini.
Sementara itu, untuk potensi angin kencang maupun cuaca ekstrem berstatus “Awas”, BMKG melaporkan hasilnya nihil.
Intensitas Menurun di Hari Berikutnya
Kabar baiknya, ancaman cuaca ekstrem ini diprakirakan akan berangsur mereda dalam dua hari ke depan.
Berdasarkan proyeksi BMKG untuk tanggal 23 dan 24 April 2026, tidak ada lagi wilayah di Jawa Tengah yang berstatus Siaga.
Pada Kamis (23/4/2026), peringatan dini turun menjadi level Waspada yang hanya berlaku di delapan wilayah, yakni Cilacap, Kebumen, Pati, Grobogan, Blora, Wonosobo, Purworejo, dan Rembang.
Selanjutnya pada Jumat (24/4/2026), potensi hujan sedang hingga lebat (Waspada) menyusut dan bergeser terpusat di kawasan Pantura bagian barat, yang meliputi Brebes, Kabupaten Tegal, Kota/Kabupaten Pekalongan, serta Pemalang.
Sebagai catatan, BMKG menegaskan bahwa prakiraan ini menunjukkan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam satu kabupaten/kota.
Dengan demikian, warga masyarakat Jawa Tengah pun diimbau untuk terus memantau informasi perkembangan cuaca terkininya.
Misalnya melalui media sosial resmi BMKG @bmkgahmadyani atau melalui situs web stamet-ahmadyani.bmkg.go.id.***