
KabarJawa.com – Banjir bandang menerjang permukiman warga di Padukuhan Jono, Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Selasa (17/02/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Air datang secara tiba-tiba dari kawasan perbukitan dan langsung memasuki area rumah warga.
Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari menyebabkan debit air meningkat drastis.
Aliran air dari kawasan atas meluap dan membawa material lumpur, batu, serta ranting pohon hingga ke halaman dan bagian dalam rumah.
Dalam waktu singkat, genangan setinggi lutut orang dewasa merendam sejumlah bangunan dan kendaraan bermotor yang terparkir di depan rumah.
Warga berupaya menyelamatkan diri dan mengamankan barang-barang yang masih bisa dipindahkan.
Air Datang Tiba-Tiba, Warga Evakuasi Mandiri
Warga menyebut aliran air mengalir deras dari arah utara permukiman.
Beberapa di antaranya langsung menggendong anak-anak dan menuju rumah tetangga yang berada di lokasi lebih tinggi.
Warga lainnya membantu lansia dan anak-anak keluar dari rumah sebelum genangan semakin meningkat.
Sejumlah perabot rumah tangga tidak sempat diselamatkan akibat derasnya arus.
Beberapa sepeda motor dilaporkan terseret dan mengalami kerusakan pada bagian mesin dan kelistrikan.
Pagar dan dinding rumah warga juga terdampak akibat hantaman arus dan material yang terbawa banjir.
BPBD Lakukan Evakuasi dan Pendataan
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul bersama relawan mendatangi lokasi setelah menerima laporan warga.
Tim melakukan evakuasi terhadap warga yang membutuhkan bantuan serta memantau kondisi bangunan terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan pendataan jumlah rumah dan aset warga yang mengalami kerusakan.
“Petugas masih melakukan pendataan kerugian dan membersihkan material banjir. Kami meminta warga tetap siaga, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi,” ujarnya.
Personel BPBD dikerahkan untuk membersihkan lumpur dan material yang menutup akses jalan lingkungan.
Tim gabungan juga menghitung jumlah bangunan terdampak serta memperkirakan nilai kerusakan, termasuk kendaraan dan perabot rumah tangga.
Hingga berita ini diterbitkan, total kerugian akibat banjir bandang tersebut belum dapat dipastikan.
Kondisi Geografis dan Kewaspadaan Warga
Wilayah Ngawen yang berada di kawasan perbukitan memiliki kontur tanah miring yang mempercepat aliran air menuju permukiman saat curah hujan tinggi.
Banjir bandang di kawasan ini kerap terjadi ketika hujan turun dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat.
Warga berharap adanya langkah mitigasi untuk mengurangi risiko kejadian serupa, seperti perbaikan saluran air dan penguatan talud di titik rawan.
Selasa malam, warga bersama relawan masih melakukan pembersihan lumpur dan sisa material banjir.
Mereka membersihkan rumah dan lingkungan sekitar secara bergotong royong.
Meski air telah surut, warga Kalurahan Tancep tetap memantau perkembangan cuaca.
Pemerintah daerah dan relawan menyatakan tetap bersiaga menghadapi potensi cuaca ekstrem susulan di wilayah Kabupaten Gunungkidul.