Banjir Bandang dan Longsor Gunungkidul: Ngawen dan Semin Lumpuh, Puluhan Warga Mengungsi

Bagikan :
Banjir Bandang dan Longsor Gunungkidul/Foto: Istimewa

KabarJawa.com- Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah utara Gunungkidul pada Selasa (17/2) sore. Tiba-tiba, air bah turun deras dari lereng-lereng curam, menyeret kayu, batu, dan lumpur ke permukiman warga.

Banjir bandang dan longsor pun melanda sejumlah titik, terutama di Kapanewon Ngawen dan Kapanewon Semin. Warga menyaksikan air cokelat pekat meluap dari aliran sungai kecil yang biasanya tenang.

Dalam hitungan menit, arus deras menghantam halaman rumah, merobohkan pagar, dan menggerus badan jalan lingkungan. Suara gemuruh tanah longsor terdengar bersahutan dari balik perbukitan.

Banjir Bandang dan Longsor Gunungkidul

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mencatat sedikitnya belasan lokasi terdampak longsor dan banjir. Material longsoran menimpa rumah warga yang berdiri tak jauh dari tebing.

Sebagian dinding retak, atap bergeser, dan perabotan tertimbun lumpur. Beberapa kendaraan roda dua dan roda empat ikut terseret material kayu dan batu.

Kepala Seksi Pencegahan, Kesiapsiagaan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi BPBD Gunungkidul, Agus Wibowo, menyampaikan bahwa mayoritas longsor terjadi di tebing yang berdekatan dengan permukiman. Ia menjelaskan bahwa struktur tanah yang jenuh air mempercepat pergerakan tanah dari lereng ke bawah.

Baca juga  Cahaya Pradipta Antarkan Marcelo Diaz Octavianus, Alumni Arsitektur UAJY Juara 1 Sayembara Pradesain Penanda Perbatasan DIY 2026

“Kami menerima laporan sejak sore. Hujan deras membuat debit air meningkat drastis dan memicu longsor di sejumlah titik rawan,” tegasnya.

Warga di Ngawen dan Semin berusaha menyelamatkan barang-barang berharga saat air mulai masuk ke rumah. Sebagian menggendong anak-anak mereka, sebagian lain menuntun orang tua keluar menuju tempat yang lebih aman. Kepanikan bercampur ketakutan menyelimuti suasana dusun.

Sekitar 25 jiwa memilih mengungsi di Balai Dusun Wonosari. Sementara itu, 10 kepala keluarga lainnya bertahan di Balai Desa Tancep. Mereka datang dengan pakaian seadanya, membawa tas berisi dokumen penting dan beberapa helai pakaian.

Di pengungsian, para ibu menenangkan anak-anak yang masih trauma mendengar suara gemuruh longsor. Relawan menyiapkan tikar, selimut, dan makanan hangat. Aparat desa membantu mencatat kebutuhan mendesak para pengungsi.

Seorang warga Semin mengaku tidak pernah menyangka air akan datang secepat itu. Ia menyebut hujan turun tanpa jeda sejak siang hari. Ketika tanah di belakang rumahnya mulai retak, ia langsung mengajak keluarganya keluar sebelum longsoran benar-benar runtuh.

Baca juga  Banjir dan Tanah Longsor Hantam Gedangsari Gunungkidul, Wilayah yang Selalu Kesulitan Air Bersih saat Kemarau Kini Diterjang Bencana

“Kami hanya bisa menyelamatkan diri. Barang-barang biarlah nanti,” ujarnya lirih.

BPBD Lakukan Penanganan Darurat dan Pemantauan

BPBD Gunungkidul bersama relawan dan aparat setempat bergerak cepat melakukan penanganan darurat. Petugas membersihkan material longsor yang menutup akses jalan dan halaman rumah warga. Mereka juga memantau titik-titik rawan untuk mengantisipasi longsor susulan.

Agus Wibowo mengimbau warga yang tinggal di dekat lereng dan tebing agar tetap waspada. Ia menekankan bahwa curah hujan masih tinggi dan berpotensi memicu pergerakan tanah lanjutan.

“Kami meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Jika melihat tanda-tanda retakan tanah atau aliran air yang tidak biasa, segera laporkan dan mengungsi sementara,” pintanya.

Tim gabungan terus menyisir lokasi terdampak untuk memastikan tidak ada warga yang terjebak. Mereka juga mendata kerusakan rumah dan infrastruktur sebagai dasar penanganan lanjutan.

Menjelang malam, hujan akhirnya berhenti. Air berangsur surut dan kondisi di lapangan mulai terkendali. Namun, lumpur tebal masih menutup lantai rumah dan jalan lingkungan. Bekas genangan terlihat jelas di dinding-dinding rumah warga.

Baca juga  Ribuan Warga Saksikan Sakralnya Miyos-Kondur Gangsa, Rangkaian Garebeg Mulud di Keraton Yogyakarta

Di balik surutnya air, warga menyisakan harapan agar cuaca membaik dan mereka dapat kembali ke rumah dengan aman. Mereka bergotong royong membersihkan sisa material longsor, mengangkat kayu dan batu yang berserakan.

Bencana banjir bandang dan longsor di Ngawen dan Semin mengingatkan semua pihak akan kerentanan wilayah perbukitan saat hujan ekstrem melanda.

Peristiwa ini tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga mengguncang rasa aman masyarakat. Kini, warga Gunungkidul berusaha bangkit. Mereka menata ulang rumah, memperkuat tebing, dan saling menguatkan.

Di tengah lumpur dan puing, semangat gotong royong tetap menyala, menjadi fondasi utama untuk memulihkan kehidupan yang sempat porak-poranda. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid