Awan Panas Guguran Gunung Merapi Terjadi Sore Ini, BPPTKG Minta Warga Jauhi Alur Sungai dan Kawasan Bahaya

Bagikan :
Ilustrasi Awan Panas Guguran Sore/Foto: ChatGPT

KabarJawa.com– Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada Selasa sore, 19 Mei 2026.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat terjadinya awan panas guguran yang meluncur dari puncak Merapi pada sore pukul 16.57 WIB.

Peristiwa ini kembali mengingatkan masyarakat bahwa aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga dan berpotensi memicu bahaya lanjutan sewaktu-waktu.

Awan Panas Guguran Sore Ini

Di tengah cuaca mendung yang menyelimuti kawasan lereng Merapi sejak siang hari, dentuman aktivitas vulkanik kembali terekam jelas oleh alat pemantau BPPTKG.

Data resmi Badan Geologi menunjukkan awan panas guguran tersebut memiliki amplitudo maksimum 37,98 mm dengan durasi mencapai 157,16 detik.

Durasi yang cukup panjang ini menandakan adanya suplai material vulkanik yang masih aktif bergerak dari tubuh gunung menuju lereng.

Kepala BPPTKG, Agus Budi Santosa, menegaskan bahwa masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi seluruh rekomendasi resmi yang telah ditetapkan pemerintah.

Menurut Agus, aktivitas Merapi saat ini masih didominasi guguran lava dan potensi awan panas guguran yang dapat meluncur sewaktu-waktu, terutama ke sektor selatan dan barat daya.

Baca juga  Mobil Volkswagen Klasik Terbakar di Jalur Cangkringan–Pakem Sleman, Kerugian Ditaksir Rp150 Juta

“Potensi awan panas guguran masih tinggi karena suplai magma masih berlangsung. Masyarakat harus menjauhi daerah bahaya dan tidak beraktivitas di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi,” tegas Agus Budi Santosa.

Aktivitas Kegempaan

BPPTKG mencatat selama periode pengamatan pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, Gunung Merapi mengalami aktivitas kegempaan yang cukup intens.

Petugas merekam 40 kali gempa guguran dengan amplitudo 2 hingga 17 mm dan durasi 35,3 sampai 130,3 detik. Selain itu, petugas juga mencatat 20 kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo mencapai 42 mm.

Aktivitas tersebut memperlihatkan bahwa tekanan magma di dalam tubuh Merapi masih terus bergerak. Kondisi ini memperbesar kemungkinan terjadinya guguran lava maupun awan panas guguran dalam beberapa waktu ke depan.

Selain awan panas yang terjadi sore hari, petugas pengamatan juga melihat satu kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.500 meter. Guguran ini menjadi indikator penting bahwa kubah lava Merapi masih aktif mengalami perubahan material.

Baca juga  Sarapan Pagi di Warung Soto Kadipiro yang Legendaris Sejak Zaman Dulu

Sepanjang hari, kondisi cuaca di puncak Merapi terpantau berawan hingga mendung. Asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis terlihat membumbung sekitar 10 meter dari atas puncak.

Sementara itu, suhu udara di sekitar gunung berkisar antara 22,5 hingga 27 derajat Celsius dengan kelembaban mencapai 85 persen.

Berdasarkan rekomendasi resmi BPPTKG, potensi bahaya saat ini masih mengancam sejumlah wilayah aliran sungai yang berhulu di Gunung Merapi.

Pada sektor selatan hingga barat daya, bahaya guguran lava dan awan panas guguran berpotensi menjangkau Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer.

Sementara pada sektor tenggara, potensi bahaya mengarah ke Sungai Woro sejauh 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh 5 kilometer.

BPPTKG juga mengingatkan bahwa jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat mencapai radius 3 kilometer dari puncak.

Pemerintah meminta masyarakat yang tinggal di sekitar lereng Merapi untuk terus memantau perkembangan informasi resmi dari BPPTKG dan PVMBG. Warga juga perlu mewaspadai ancaman lahar hujan, terutama ketika hujan turun di kawasan puncak Merapi.

Baca juga  Kubah Barat Daya Alami Perubahan Akibat Penambahan Volume Lava, BPPTKG Tetapkan Status Gunung Merapi Siaga

Ancaman abu vulkanik juga menjadi perhatian serius karena dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat.

Oleh karena itu, warga perlu menyiapkan masker dan perlengkapan darurat sebagai langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan aktivitas erupsi.*** (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid