
KabarJawa.com – Departemen Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Atma Jaya Yogyakarta bekerja sama dengan IAESTE Indonesia menggelar Welcoming Ceremony IE’s Summer Program 2026 bertema “Waste Management” pada Selasa (19/05/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Seminar Kampus III Gedung Bonaventura UAJY itu menjadi ajang penyambutan mahasiswa internasional dari Filipina dan Thailand yang mengikuti program akademik lintas negara terkait pengelolaan limbah dan keberlanjutan.
Acara ini dihadiri jajaran pimpinan universitas, dosen, serta peserta internasional dari Bulacan State University dan Chulalongkorn University. Program tersebut dirancang untuk memperluas pengalaman akademik mahasiswa sekaligus memperkuat pemahaman lintas budaya melalui isu keberlanjutan global.
FTI UAJY Dorong Kolaborasi Akademik dan Pemahaman Lintas Budaya
Dekan FTI UAJY, Prof. Dr. Ir. Parama Kartika Dewa SP., menyampaikan sambutan kepada para mahasiswa internasional yang hadir dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, program ini menjadi bagian penting dalam memperluas jejaring akademik internasional sekaligus meningkatkan pengalaman mahasiswa di era global.
“Kami berharap program ini memberikan exposure internasional yang andal secara akademik dan digital, juga agar program ini dapat meningkatkan pemahaman lintas budaya dan hubungan profesional dengan para mitra, kolega, maupun organisasi,” ucap Parama dalam sambutannya.
Selain Dekan FTI, kegiatan ini turut dihadiri oleh Ir. Yosef Daryanto selaku Wakil Rektor III UAJY, apt. Ines Septi Arsiningtyas, serta Drs. Ign. Agus Putranto bersama jajaran dosen FTI UAJY.
Mahasiswa dari BulSU Filipina hadir bersama dua dosen pendamping, yakni Dr. Ivy Mar J. Ramos dan Engr. Raph John P. Miranda. Sementara itu, mahasiswa dari Chulalongkorn University Thailand juga mengikuti rangkaian kegiatan summer program tersebut.
Kenalkan Program Internasional dan Studi Pengelolaan Limbah
Rangkaian kegiatan dibuka dengan penampilan tarian tradisional sebagai bentuk penyambutan budaya bagi peserta internasional. Setelah itu, peserta mendapatkan pemaparan mengenai Program Internasional IUPIE UAJY dan Summer Program 2026 yang disampaikan oleh Mikha Meilinda C..
Dalam presentasinya, Mikha menjelaskan bahwa program ini berfokus pada pembelajaran pengelolaan limbah di berbagai wilayah, termasuk membandingkan praktik yang diterapkan di Indonesia dengan negara lain.
“Kita akan melihat manajemen limbah dan cara mereka mengelolanya, berharap mahasiswa dapat melihat perbedaan kondisi manajemen limbah di Indonesia dan wilayah lain,” ujar Mikha dalam pemaparannya.
Melalui tema “Waste Management”, peserta diajak memahami tantangan pengelolaan sampah dan limbah yang menjadi isu global, sekaligus mempelajari berbagai pendekatan inovatif yang diterapkan di Indonesia.
Peserta Diajak Mengenal Fasilitas dan Konsep Keberlanjutan
Setelah sesi pemaparan, peserta mengikuti tur ke sejumlah laboratorium FTI dan perpustakaan UAJY untuk mengenal fasilitas akademik yang tersedia di kampus tersebut. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi bertajuk “Sustainability and Circularity” oleh Ir. Lenny Halim.
Materi tersebut membahas pentingnya konsep keberlanjutan dalam memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengorbankan generasi mendatang. Dalam pemaparan itu dijelaskan pula tentang upaya menghadapi tiga krisis global utama, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi lingkungan.
Pembahasan mengenai sustainability dan circularity menjadi bagian penting dalam program ini karena berkaitan langsung dengan pengembangan sistem pengelolaan limbah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Mahasiswa Filipina Tertarik Pelajari Budidaya Maggot dan Eco-Enzyme
Salah satu peserta dari Bulacan State University Filipina, Jc Lian, mengaku antusias mengikuti program tersebut. Ia menilai Indonesia memiliki sejumlah metode pengelolaan limbah yang menarik untuk dipelajari dan belum diterapkan di Filipina.
“Saya mengharapkan kesempatan belajar yang lebih baik di Indonesia, kami penasaran dengan beberapa teknik yang ada di Indonesia. Teknik tersebut belum ada di Filipina, seperti budidaya maggot dan eco-enzyme. Kami ingin belajar lebih banyak dari sini agar bisa menerapkannya dalam penelitian kami di Filipina,” jelas Lian.
Melalui program ini, mahasiswa internasional tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga kesempatan untuk memahami praktik pengelolaan limbah berbasis inovasi lokal yang berkembang di Indonesia.