
KabarJawa.com– Arus libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 menunjukkan lonjakan signifikan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Pada hari keempat pelaksanaan Operasi Lilin Progo 2025, ratusan ribu kendaraan terus mengalir masuk ke Kota Gudeg dari berbagai arah perbatasan. Kepadatan lalu lintas pun tak terelakkan, terutama di jalur-jalur utama yang menjadi pintu gerbang DIY.
Arus Libur Nataru 2025/2026
Berdasarkan data resmi kepolisian, sebanyak 371.241 kendaraan tercatat memasuki wilayah DIY. Angka ini menegaskan tingginya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan momen libur panjang untuk berwisata, mudik, maupun berkunjung ke keluarga.
Kepala Bidang Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, S.I.K., menyampaikan bahwa kepolisian menghimpun data tersebut melalui pemantauan intensif kamera CCTV Smart Province.
Sistem pemantauan tersebut beroperasi di delapan titik strategis perbatasan DIY dengan Jawa Tengah, sehingga aparat mampu memantau pergerakan kendaraan secara real time.
“Pergerakan masyarakat menuju DIY masih sangat tinggi hingga hari keempat Operasi Lilin Progo 2025. Kami mencatat total 371.241 kendaraan masuk ke wilayah DIY,” ujar Kombes Pol Ihsan kepada awak media, Selasa (23/12).
Ia menjelaskan bahwa Tempel kembali menjadi titik masuk terpadat dengan 111.349 kendaraan. Arus kendaraan yang padat di kawasan ini mencerminkan tingginya volume kendaraan dari arah utara.
Sementara itu, Kikis Joholanang menyusul sebagai pintu masuk tersibuk kedua dengan 84.929 kendaraan yang melintas.
Tak hanya arus masuk, arus kendaraan yang keluar dari wilayah DIY juga menunjukkan angka yang hampir seimbang. Polda DIY mencatat sebanyak 354.671 kendaraan meninggalkan Yogyakarta selama periode yang sama.
Jalur Tempel kembali mencatat kepadatan tertinggi untuk arus keluar dengan 122.002 kendaraan, sedangkan Prambanan menjadi titik keluar berikutnya dengan 98.819 kendaraan.
Kombes Pol Ihsan mengungkapkan bahwa mayoritas kendaraan yang melintas didominasi oleh kendaraan roda dua dan mobil pribadi.
Kondisi tersebut memperlihatkan pola perjalanan masyarakat yang lebih memilih kendaraan pribadi untuk kenyamanan dan fleksibilitas selama libur Nataru.
Pola Kepadatan Lalu Lintas
Lebih lanjut, kepolisian juga mencermati pola waktu kepadatan lalu lintas yang terjadi secara konsisten setiap hari. Kepadatan mencapai puncaknya pada pagi hari pukul 06.00 hingga 10.00 WIB serta sore hari pukul 14.00 hingga 17.00 WIB.
“Kami mengimbau masyarakat agar mengantisipasi kepadatan pada jam-jam tersebut. Pengendara sebaiknya mengatur waktu perjalanan agar terhindar dari kemacetan dan tetap merasa nyaman selama berkendara,” tambah Ihsan.
Untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas sekaligus menjamin keamanan masyarakat, Polda DIY terus menyiagakan personel di seluruh pos pengamanan perbatasan.
Petugas aktif mengatur lalu lintas, memberikan imbauan langsung kepada pengendara, serta melakukan rekayasa lalu lintas apabila diperlukan.
“Kami meminta seluruh pengguna jalan untuk mematuhi rambu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Keselamatan harus menjadi prioritas utama, bukan kecepatan,” tegasnya.
Selain pengamanan jalur, Polda DIY juga mengoptimalkan keberadaan Pos Pengamanan (Pospam) dan Pos Pelayanan (Posyan) yang tersebar di berbagai titik strategis.
Fasilitas tersebut siap membantu pemudik maupun wisatawan yang membutuhkan layanan kesehatan, informasi rute, hingga tempat beristirahat.
“Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan Pos Pelayanan yang telah disediakan. Jika pengendara merasa lelah, mengantuk, atau membutuhkan informasi perjalanan, jangan ragu untuk singgah. Jangan memaksakan diri berkendara dalam kondisi fisik yang tidak prima,” pungkas Kombes Pol Ihsan.
Dengan volume kendaraan yang terus meningkat, kepolisian berharap kerja sama dari seluruh masyarakat.
Jadi, arus libur Nataru 2025/2026 di Yogyakarta dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar, serta meninggalkan kesan liburan yang nyaman bagi seluruh pengguna jalan. (ef linangkung)