
KabarJawa.com — Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Gunungkidul mengikuti apel perdana tahun 2026 di Alun-alun Wonosari, Rabu pagi. Apel tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih dan menjadi penanda dimulainya arah baru pemerintahan serta pembangunan daerah.
Dalam amanatnya, Bupati Endah menegaskan bahwa apel perdana bukan sekadar agenda rutin tahunan. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk menyampaikan orientasi kerja ASN di awal tahun, sekaligus memperkuat komitmen aparatur dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
Bupati mengajak seluruh ASN untuk meluruskan niat dalam bekerja. Ia menyampaikan bahwa tugas sebagai aparatur negara tidak hanya dimaknai sebagai kewajiban administratif, tetapi sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Ia menekankan bahwa niat yang benar akan melahirkan pelayanan publik yang jujur, tulus, dan bertanggung jawab.
Menurutnya, perubahan besar dalam tata kelola pemerintahan berawal dari cara pandang dan komitmen individu ASN dalam menjalankan tugasnya.
Rebranding Pemerintahan Dimulai dari Sekretariat Daerah
Pada kesempatan yang sama, Bupati Endah menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk melakukan rebranding wajah pemerintahan daerah. Rebranding tersebut tidak hanya diwujudkan melalui kebijakan, tetapi juga melalui penataan lingkungan kerja dan ruang publik.
Ia menyebutkan bahwa proses rebranding dimulai dari lingkungan Sekretariat Daerah sebagai pusat administrasi pemerintahan. Penataan kemudian dilanjutkan secara bertahap ke kawasan Alun-alun Wonosari sebagai ruang publik utama kabupaten.
Menurut Bupati, penataan alun-alun bukan sekadar proyek estetika. Pemerintah ingin menghilangkan citra lama yang selama ini muncul setiap musim hujan, ketika kawasan tersebut kerap tergenang air.
“Setiap musim hujan tiba, saya selalu memantau kondisi alun-alun melalui CCTV. Saya ingin memastikan bahwa persoalan genangan yang selama ini dinarasikan masyarakat benar-benar berkurang dan hilang,” ujar Bupati.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus melakukan pembenahan sistem drainase dan tata ruang agar Alun-alun Wonosari dapat berfungsi optimal sebagai wajah kota. Penataan tersebut diharapkan mencerminkan keseriusan pemerintah dalam membangun dari pusat pemerintahan hingga ruang publik.
Wajah Baru Pariwisata Diluncurkan pada Pergantian Tahun
Komitmen perubahan juga diwujudkan di sektor pariwisata. Pada malam pergantian tahun, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul meluncurkan wajah baru pariwisata daerah dengan tagline “The Vibes of Paradise.”
Peluncuran tagline tersebut menjadi momentum simbolis yang menandai arah baru pengelolaan destinasi wisata Gunungkidul. Pemerintah memilih momen pergantian tahun sebagai titik awal transformasi sektor pariwisata.
Peluncuran dilakukan bersamaan dengan rampungnya pembangunan tahap awal sarana fisik di kawasan Pantai Sepanjang, salah satu destinasi wisata unggulan di Gunungkidul. Langkah ini menunjukkan upaya pemerintah dalam memperkuat citra pariwisata yang lebih tertata dan berdaya saing.
Strategi Jangka Panjang Pariwisata Gunungkidul
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Eko Nur Cahyo, menjelaskan bahwa peluncuran tagline The Vibes of Paradise merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah. Strategi tersebut bertujuan memperkuat identitas pariwisata Gunungkidul di tingkat nasional dan internasional.
Menurut Eko, pemerintah tidak hanya mengganti slogan, tetapi juga membangun fondasi melalui penataan kawasan, peningkatan infrastruktur, serta penguatan ekosistem ekonomi lokal.
“Pembangunan ini bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi upaya strategis untuk meningkatkan keterhubungan akses ekonomi sekaligus kenyamanan wisatawan,” kata Eko.
Penataan kawasan Pantai Sepanjang dilakukan secara bertahap dan terukur. Mulai 7 Januari, pemerintah menargetkan area bibir pantai bersih dari kios-kios lama. Para pedagang akan menempati lapak baru yang dinilai lebih layak, tertata, dan ramah lingkungan.
Menjaga Ekonomi Lokal dalam Penataan Kawasan Pantai
Penataan Pantai Sepanjang diarahkan untuk menciptakan ruang publik yang rapi dan profesional tanpa menghilangkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat. Pemerintah meresmikan kios-kios baru sebagai ruang usaha bagi pelaku UMKM dan usaha wisata lokal.
Pemerintah mendorong pelaku usaha agar dapat berkembang secara berkelanjutan seiring dengan meningkatnya kualitas destinasi dan jumlah kunjungan wisatawan.
Eko menyebutkan bahwa tagline The Vibes of Paradise merepresentasikan harmoni antara keindahan alam, kekayaan budaya, dan kenyamanan yang dirasakan wisatawan.
“Gunungkidul tidak hanya menawarkan panorama alam, tetapi juga suasana yang hangat, aman, dan berkesan,” ujarnya.
Komitmen Kebersihan dan Tata Kelola Pariwisata
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menilai bahwa citra destinasi wisata sangat bergantung pada kenyamanan pengunjung, terutama di era digital. Ulasan wisatawan di media sosial dinilai memiliki dampak langsung terhadap reputasi daerah.
Karena itu, pemerintah menyatakan komitmen untuk membersihkan praktik-praktik yang berpotensi merusak citra pariwisata, termasuk pungutan liar dan biaya sewa yang tidak transparan.
“Pemerintah berkomitmen menghapus praktik pungutan liar maupun biaya yang tidak transparan karena hal tersebut dapat merusak reputasi daerah,” tegas Eko.
Sinergi Pemuda dan Pariwisata
Penggabungan Dinas Pariwisata dengan Pemuda dan Olahraga disebut sebagai langkah strategis pemerintah daerah. Melalui kebijakan ini, pemerintah ingin melibatkan generasi muda dalam promosi, inovasi, dan pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan.
Dari apel perdana ASN di Alun-alun Wonosari hingga penataan Pantai Sepanjang, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menunjukkan arah kebijakan yang berfokus pada pembenahan tata kelola dan penguatan identitas daerah. Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari agenda pembangunan yang terus berlanjut sepanjang 2026.