
KabarJawa.com– Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus mendorong percepatan pembangunan Jalan Prambanan–Gading yang menjadi salah satu ruas strategis penghubung wilayah Sleman dan Gunungkidul.
Dari total rencana panjang 9,08 kilometer, hingga saat ini realisasi pembangunan baru mencapai 4,5 kilometer. Pemerintah memastikan pembangunan tetap berlanjut dengan mengerjakan tambahan 1,5 kilometer pada tahun ini melalui skema Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).
Sementara itu, sisa 3 kilometer masih diperjuangkan melalui pendanaan Instruksi Jalan Infrastruktur Daerah (IJID).
Fokus Pembangunan Jalan Prambanan–Gading Tahun Ini
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Sumber Daya Mineral (PUPESDM) DIY, Anna Rina Herbranti, menegaskan bahwa fokus pembangunan tahun ini berada pada ruas yang telah masuk kontrak.
Pemerintah daerah memprioritaskan penyelesaian segmen tersebut agar konektivitas jalan strategis ini terus bergerak maju.
“Tahun ini kami berkontrak 1,5 kilometer melalui skema IJD. Masih tersisa sekitar 3 kilometer yang terus kami perjuangkan melalui IJID pada tahap berikutnya,” ujar Anna Rina Herbranti.
Anna menjelaskan bahwa meskipun kontrak pekerjaan telah berjalan, progres fisik pembangunan di lapangan masih berada pada tahap awal. Aktivitas yang berlangsung saat ini baru sebatas persiapan awal berupa mobilisasi alat dan material konstruksi.
“Kalau progres saat ini masih tahap mobilisasi,” katanya.
Ia juga memaparkan bahwa sebagian ruas Jalan Prambanan–Gading telah lebih dulu terbangun pada tahun-tahun sebelumnya. Ruas tersebut berada pada segmen Prambanan–Gayamharjo dengan panjang mencapai 4,5 kilometer dari total rencana 9,08 kilometer.
“Segmen Prambanan–Gayamharjo yang sudah terbangun panjangnya sekitar 4,5 kilometer,” jelas Anna.
Dengan masih adanya ruas jalan yang belum terselesaikan, penyelesaian Jalan Prambanan–Gading secara utuh masih sangat bergantung pada keberlanjutan pendanaan pusat.
Pemerintah DIY berharap usulan pendanaan melalui skema IJD dan IJID dapat memperoleh persetujuan pada tahap berikutnya agar seluruh ruas jalan dapat segera rampung.
“Semoga usulan IJD kami bisa disetujui,” ujar Anna penuh harap.
Di sisi lain, pembangunan Jalan Prambanan–Gayamharjo sepanjang 9,08 kilometer terus menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Proyek ini menjadi bagian penting dari jaringan jalan strategis Prambanan–Gayamharjo–Tawang–Ngalang–Gading dengan total panjang mencapai 27,58 kilometer.
Kehadiran jaringan jalan ini tidak hanya membuka keterisolasian wilayah, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan, mendorong pariwisata, serta menstimulasi pertumbuhan ekonomi kawasan selatan DIY.
Dampak Pembangunan Jalan
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Provinsi DI Yogyakarta, Tisara Sita, menyebutkan bahwa ruas jalan ini memegang peran krusial dalam mempercepat konektivitas antarwilayah, khususnya antara Kabupaten Sleman dan Gunungkidul.
“Ruas ini sangat penting untuk mempercepat konektivitas Sleman dan Gunungkidul. Dengan jalan baru ini, waktu tempuh dapat berkurang sekitar 15 menit dan biaya logistik bisa ditekan,” ujar Tisara di Yogyakarta.
Ia menambahkan bahwa pembangunan jalan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) yang diusulkan langsung oleh Gubernur DIY.
Pemerintah berharap proyek ini mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal, terutama pada sektor pariwisata dan pertanian.
“Kami berharap pembangunan ini dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya dari sektor pariwisata dan pertanian,” imbuhnya.
Keberadaan Jalan Prambanan–Gayamharjo juga membuka akses langsung menuju sejumlah Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Kawasan tersebut meliputi kompleks Candi Prambanan dan Ratu Boko, kawasan Prambanan–Kalasan, hingga Geopark Gunung Sewu yang telah diakui oleh UNESCO.
Integrasi jalan ini dengan rencana Exit Tol Bokoharjo yang terhubung ke Jalan Nasional hingga Yogyakarta Outer Ring Road (YORR) di Simpang Susun Purwomartani Tol Solo–Jogja semakin memperkuat konektivitas wilayah selatan DIY dengan jalur tol nasional.
Pembangunan Jalan Prambanan–Gayamharjo dikerjakan dengan skema Single Year Contract (SYC) telah mencapai 100 persen. Sementara itu, segmen lain dalam skema Multi Years Contract (MYC).
Dengan tersambungnya seluruh segmen tersebut, lintasan dari Prambanan menuju Gading akan menjadi satu kesatuan utuh yang memperlancar mobilitas orang dan distribusi barang antarwilayah.
Tantangan Teknis
Meski pembangunan berjalan sesuai rencana, proyek ini tetap menghadapi berbagai tantangan teknis. Volume galian tanah yang besar menuntut ketersediaan lokasi pembuangan material yang memadai.
Cuaca ekstrem yang melanda wilayah DIY juga sempat memperlambat laju pekerjaan. Selain itu, tim pelaksana proyek menemukan artefak berupa arca yang memerlukan penanganan khusus dengan melibatkan instansi pelestarian budaya.
Namun demikian, perubahan nyata mulai terlihat di lapangan. Kawasan perbukitan yang sebelumnya sulit dijangkau kini mulai terbuka dan hidup. Aktivitas warga meningkat seiring dengan membaiknya akses jalan. Antusiasme masyarakat pun terlihat jelas.
“Warga sangat antusias. Bahkan di ruas yang sudah terbangun, masyarakat sempat menggelar kegiatan car free day yang ikut mendorong aktivitas ekonomi lokal,” kata Tisara.
Pembangunan Jalan Prambanan–Gading Gunungkidul menjadi wujud nyata sinergi lintas instansi antara pemerintah pusat dan daerah. Dinas PUP-ESDM DIY menangani pekerjaan konstruksi dengan dukungan pembiayaan dari Dana Keistimewaan dan APBD DIY.
Pemerintah Kabupaten Sleman berperan penting dalam proses pembebasan lahan, sementara Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman memperkuat pengelolaan pendanaan dan aset.
Di sisi lain, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X mengambil peran krusial dalam penanganan temuan arkeologis di sepanjang trase jalan. (ef linangkung)