
KabarJawa.com – Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an menggema di Balai Kota Yogyakarta pada Sabtu (27/9/2025) sore. Setelah tiga hari persaingan ketat, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-31 Tingkat Kota Yogyakarta menobatkan Kemantren Wirobrajan sebagai juara umum.
Kemenangan ini membuat Wirobrajan berhak mengangkat Piala Wali Kota Yogyakarta dan akan mewakili Kota Gudeg di MTQ Tingkat DIY pada 2026.
Ajang tahunan ini diikuti 14 kemantren dengan total 534 peserta yang berkompetisi dalam 18 cabang lomba.
Kategori yang dilombakan meliputi Tilawah, Tahfidz, Tafsir, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, Khat Al-Qur’an, Musabaqah Makalah Ilmiah Al-Qur’an (M2IQ), hingga seni kaligrafi.
Sebanyak 120 piala diperebutkan oleh qari, hafidz, dan peserta terbaik yang menunjukkan dedikasi mereka terhadap Al-Qur’an.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menutup ajang MTQ tersebut. Ia menegaskan bahwa MTQ bukan hanya kontestasi suara indah, hafalan kuat, atau tafsir mendalam.
“Saya berharap melalui kegiatan ini, generasi muda Yogyakarta akan semakin mencintai Al-Qur’an. Tidak hanya indah ketika dibaca, tetapi juga diamalkan dalam keseharian. Inilah makna sejati dari Musabaqah Tilawatil Qur’an,” tegas Wawan.
Menurutnya, MTQ menjadi wadah pembinaan, seleksi kafilah terbaik, dan penguat ukhuwah Islamiyah. Di tengah keberagaman masyarakat Yogyakarta, MTQ juga menjadi simbol persaudaraan dan harmoni antarumat.
Tahun ini, MTQ Kota Yogyakarta mencatat sejarah dengan jumlah peserta yang mencapai lebih dari lima ratus orang.
Hal ini menunjukkan bahwa minat masyarakat dalam mempelajari dan mendalami Al-Qur’an terus meningkat. Selain melahirkan juara, ajang ini juga menumbuhkan kecintaan mendalam terhadap kitab suci di hati generasi muda.
Wirobrajan Menang Berkat Konsistensi dan Pembinaan
Kemenangan Kemantren Wirobrajan diraih berkat strategi matang dan pembinaan berkelanjutan. Dari 48 peserta yang dikirim, mereka berpartisipasi di semua cabang lomba dan tampil unggul di banyak kategori.
Salah satu prestasi mencolok datang dari cabang Fahmil Qur’an atau cerdas cermat Al-Qur’an, di mana tim Wirobrajan meraih hampir seribu poin dan meninggalkan lawan-lawannya jauh di belakang.
Prety Etika, Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan yang mendampingi kafilah, mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil tersebut. Ia menyebutkan bahwa kemenangan ini merupakan hasil dari kerja keras dan pembinaan rutin yang dilakukan setiap pekan.
“Semangat dan dedikasi peserta menjadi kunci kemenangan. Mereka bukan hanya berjuang di panggung, tetapi juga belajar menghidupkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Prety.
Dengan gelar juara umum MTQ ke-31 Kota Yogyakarta, Kemantren Wirobrajan kini mengemban tanggung jawab baru.
Mereka akan mewakili Kota Yogyakarta di MTQ Tingkat DIY 2026. Harapan besar pun menyertai mereka, agar Kota Gudeg dapat mengukir prestasi di ajang yang lebih tinggi.